tirto.id - Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp16.896 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (20/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah dua poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang kawasan Asia terpantau bervariasi pada perdagangan pagi ini.
Yen Jepang (JPY) melemah 0,1 persen, dolar Hongkong (HKD) menguat 0,01 persen, dolar Singapura (SGD) melemah 0,11 persen, dolar Taiwan (TWD) melemah 0,19 persen, dan Won Korea (KRW) menguat 0,08 persen.
Selanjutnya, Peso Filipina (PHP) melemah 0,22 persen, Rupee India (INR) stagnan, Yuan China (CNY) melemah 0,05 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,1 persen, sementara Baht Thailand (THB) melemah 0,02 persen.
Di sisi lain, pergerakan mata uang negara-negara Eropa terhadap dolar AS juga terpantau bergerak campuran.
Euro (EUR) menguat 0,13 persen, Pound Sterling (GBP) menguat 0,16 persen, sementara Franc Swiss (CHF) melemah 0,1 persen. Adapun Krona Swedia (SEK) melemah 0,2 persen, dan Krona Denmark (DKK) melemah 0,13 persen.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, rupiah akan bergerak fluktuatif dan ditutup melemang di rentang Rp16.890-Rp16.930 per dolar AS.
Adapun pergerakan mata uang garuda sepanjang perdangan kemarin dinilai tak lepas dari sentimen pelaku pasar global terhadap meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.
Dari sisi kebijakan moneter, risalah pertemuan Federal Reserve juga masih menunjukkan perbedaan pandangan di internal bank sentral AS terkait arah suku bunga ke depan. Sebaliknya, di dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 18-19 Februari 2026.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































