Menuju konten utama

Rosan Akui Investasi Indonesia Terdampak Konflik AS-Venezuela

Sejumlah langkah mitigasi disiapkan pemerintah untuk meredam dampak negatif konflik AS-Venezuela terhadap investasi Indonesia.

Rosan Akui Investasi Indonesia Terdampak Konflik AS-Venezuela
Tangkapan layar - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). (ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden)

tirto.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut kondisi geopolitik dunia akan memengaruhi iklim investasi di Tanah Air. Karena itu, sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan untuk menghadapi kondisi tersebut.

"Ini kan adalah masalah yang di luar kontrol kita ya. Misalnya, ekstrimnya, US menyerang Venezuela, kan di luar kontrol kita," ucap Rosan saat konferensi pers di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

"Tapi yang di dalam kontrol kita, itu yang coba kita selalu perbaiki, kita selalu tingkatkan," lanjutnya.

Sejumlah langkah mitigasi yang akan dilakukan pemerintah, jelas Rosan, antara lain dengan memperbaiki kebijakan terkait investasi. Selain itu, penyebaran negara asal investor yang menanamkan modal di Indonesia disebut telah merata.

Pemerintah RI, kata dia, berkomitmen menjalin kerja sama dengan negara-negara yang berinvestasi di Tanah Air. Rosan, yang juga menjabat sebagai CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, mengaku secara intensif berkomunikasi dengan investor asing.

Komunikasi tersebut dilakukan melalui pertemuan langsung maupun secara virtual dengan investor asing maupun delegasi negara terkait.

"Kita mendengarkan, kita aktif, kita reach out ke mereka. Mendengarkan apa sih kebutuhannya mereka, apa sih yang mereka perlukan, apa sih yang perlu ditingkatkan. Agar segi uncertainty atau ketidakpastian itu lebih mengecil, lebih turun," tutur Rosan.

Ia mengakui Kementerian Investasi dan Hilirisasi harus bekerja lebih keras untuk meningkatkan investasi di Tanah Air. Menurutnya, Indonesia juga bersaing dengan negara-negara tetangga dalam menarik investasi, seperti Malaysia dan Thailand.

"Ya, tetap kita mempunyai advantage keunggulan dari segi misalnya electricity kita masih lebih bagus harganya daripada mereka. Kemudian kita ada bonus demografi, yang kita perlu perkuat adalah ya talent-talent kita ini untuk kita terus tingkatkan," ujar Rosan.

Baca juga artikel terkait ROSAN ROESLANI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana