Menuju konten utama

Rosan: Realisasi Investasi Triwulan IV Capai Rp496,9 Triliun

Capaian realisasi investasi itu meningkat secara tahunan (year on year/yoy) 9,7 persen daripada realisasi investasi 2024.

Rosan: Realisasi Investasi Triwulan IV Capai Rp496,9 Triliun
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani saat konferensi pers soal realisasi investasi di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026). tirto.id/naufal

tirto.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebutkan, realisasi investasi pada triwulan keempat 2025 mengapai Rp496,9 triliun. Capaian realisasi investasi itu meningkat secara tahunan (year on year/yoy) 9,7 persen daripada realisasi investasi 2024.

"Triwulan keempat terjadi penguatan yang sangat baik ya. Kurang lebih total realisasi investasi adalah Rp496,9 triliun," sebutnya saat konferensi pers realisasi investasi di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

"Kalau kita lihat dari yoy-nya, kurang lebih peningkatan 9,7 persen dari Rp452,8 triliun dibanding oleh yoy-nya," lanjut dia.

Rosan mengatakan, realisasi investasi triwulan keempat itu mencapai 26,1 persen dari target investasi yang mencapai 1,95 triliun. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja pada periode yang sama mencapai 754.196 orang.

Kata Rosan, berdasar angka tersebut, peningkatan penyerapan tenaga kerja dinilai positif. Terdapat kenaikan sekitar 30 persen dari penyerapan tenaga kerja pada triwulan keempat.

Sementara itu, ia mengakui terdapat perbedaan nilai investasi luar negeri dan investasi dalam negeri pada triwulan keempat. Akan tetapi, perbedaan nilai investasi keduanya disebut tidak terlalu banyak.

Pada triwulan keempat, nilai investasi luar negeri mencapai Rp256,2 triliun atau 51,6 persen. Nilai tersebut naik 4,3 persen dari tahun sebelumnya.

"Dalam negeri, investasinya itu meningkat 16,2 persen dari tahun sebelumnya dengan total Rp240,6 triliun atau 48,4 persen pada tahun ini," tutur Rosan.

Ia mengatakan, investasi asing tetap terjaga pada triwulan keempat karena sejumlah faktor. Beberapa di antaranya, yakni stabilitas politik, serta stabilitas ekonomi.

"Itu yang mereka [investor] lihat dan kebijakan-kebijakan kita, terutama menyangkut bagaimana kita mencoba memperbaiki iklim investasi, ini terus berjalan, ini direspons positif oleh para investor kita," urai Rosan.

Baca juga artikel terkait REALISASI INVESTASI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama