tirto.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan Jepang masuk jajaran negara yang menyumbang realisasi investasi terbesar ke RI pada triwulan keempat tahun 2025.
Menurut dia, pada triwulan IV 2025, Jepang menyumbang 800 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk realisasi investasi tanah air. Berdasar nilai tersebut, jepang menduduki posisi kelima negara yang menyumbang realisasi investasi terbesar ke RI.
"Jadi, Jepang ini, itu kalau kita lihat, bolak-balik dengan US atau dengan Korea [menempati negara penyumbang realisasi investasi terbesar]," tutur Rosan saat konferensi pers soal realisasi investasi di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
"Biasanya ganti-gantian, dengan Malaysia. Jadi, kita mencoba supaya semuanya bisa meningkat secara baik," lanjutnya.
Ia melanjutkan, negara dengan penyumbang realisasi investasi terbesar pertama dipegang Singapura dengan nilai 4,8 miliar dolar AS. Lalu, Hongkong senilai 3,4 miliar dolar AS, China senilai 2,1 miliar dolar AS, serta Malaysia senilai 1,7 miliar dolar AS.
Rosan menyebutkan, Singapura memang telah menjadi negara pertama dengan penyumbang realisasi investasi terbesar untuk RI selama lebih dari 10 tahun.
"Yang kedua, memang kita masih memisahkan Hongkong dengan RRT [China], kalau kita gabung dua ini ya angkanya pasti melewati yang Singapura. Kalau kita gabung, [Hongkong dengan RRT] jadi lima miliar dolar [AS]," sebutnya.
Sementara itu, Rosan menyatakan, Jawa Barat menjadi penyumbang realisasi investasi dari dalam negeri pada triwulan keempat 2025 dengan nilai Rp78,7 triliun. Lalu, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
Kata dia, Jawa Barat menjadi daerah penyumbang realisasi investasi tertinggi lantaran banyaknya manufaktur di kawasan tersebut. Beberapa daerah di Jawa Barat dengan manufaktur yang tinggi, yakni Karawang, Bekasi, hingga Purwakarta.
"Jadi, itu yang membuat mereka investasinya masuk, terutama di sektor-sektornya. Kita lihat memang Karawang, manufaktur di situ banyak, Bekasi, Subang, Purwakarta, itu memang deretannya mereka," ucapnya.
"Kawasan industri banyak sekali yang berjalan di situ dan industri kendaraan bermotor juga ini investasi yang masuk, manufakturnya sedang berjalan," imbuh Rosan.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id



































