Menuju konten utama

PMA 2025 Melambat, Rosan: Investasi Dalam Negeri Lebih Cepat

Namun, Rosan yakin perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia pada 2025 telah sesuai target pemerintah pusat.

PMA 2025 Melambat, Rosan: Investasi Dalam Negeri Lebih Cepat
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani saat konferensi pers soal realisasi investasi di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026). tirto.id/naufal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan penyebab melambatnya penanaman modal asing (PMA) 2025. Sebagai informasi, PMA periode Januari-Desember 2025 tercatat Rp900,9 triliun atau naik 0,1 persen—lebih rendah daripada kenaikan PMA 2024 yang sebesar 21 persen.

"Sebetulnya bukan PMA-nya yang melambat, kalau saya melihatnya, [investasi] dalam negerinya yang lebih cepat," ucap Rosan dalam konferensi pers realisasi investasi di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Rosan mengatakan, nilai kenaikan PMA 2025 lebih kecil daripada PMA 2024 karena sejumlah faktor, di antaranya faktor geopolitik, geoekonomi, dan ketegangan ekonomi. Akan tetapi, dia yakin perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia pada 2025 telah sesuai dengan target pemerintah pusat.

Selain itu, Rosan yakin PMA 2026 akan meningkat daripada PMA 2025. Salah satu faktornya, yakni Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang akan berinvestasi di sejumlah sektor.

"Ada faktor Danantara akan berinvestasi di beberapa sektor, baik itu di hilirisasi, sektor chemical, sektor health care atau kesehatan, di plasma darah, kemudian juga di beberapa sektor lainnya. Belum lagi nanti waste to energy juga masuk," urai dia.

Rosan pun yakin Danantara menjadi salah satu penyebab nilai penanaman modal dalam negeri (PMDN) 2025 terbilang tinggi. Sebagai informasi, PDMN 2025 mencapai Rp1.030,3 triliun. Kini, proses investasi dalam negeri disebut memang berjalan lebih cepat daripada dulu.

"Saya kasih perumpamaan. Kalau dulu larinya biasanya 10 kilometer, jadi 15 kilometer per jam karena ada faktor Danantaranya. Mungkin itu yang bisa membuat perbedaan kenapa percepatan di dalam negerinya, investasinya, itu menjadi lebih cepat," urai Rosan.

Baca juga artikel terkait INVESTASI ASING atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi