Menuju konten utama

Rangkuman Materi Tolak Peluru, Sejarah, Teknik Dasar & Peraturan

Rangkuman materi tolak peluru bisa dibaca peserta didik sebagai bahan belajar. Berikut pengertian tolak peluru, sejarah, teknik, gaya, dan peraturannya.

Rangkuman Materi Tolak Peluru, Sejarah, Teknik Dasar & Peraturan
Ilustrasi teknik dasar dalam materi tolak peluru. Atlet tolak peluru Indonesia Eki Febri Ekawati menolak peluru dalam final tolak peluru wanita atletik 18th Asian Games Invitation Tournament di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (12/2/2018). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

tirto.id - Rangkuman materi tolak peluru kelas 10 menjadi salah satu informasi penting yang perlu diketahui oleh peserta didik. Simak artikel ini untuk mengetahui pengertian tolak peluru, sejarah, teknik dasar, gaya, dan peraturannya.

Secara umum, tolak peluru merupakan jenis olahraga yang termasuk dalam nomor lempar di cabang olahraga atletik. Sesuai namanya, tolak peluru tidak dilakukan dengan cara melempar, melainkan menolak alias mendorong.

Jika dilihat secara sederhana, gambar lapangan tolak peluru dipisahkan menjadi dua macam. Di antaranya terdapat area untuk pelempar (atlet) dan bagian target tolakan (tempat peluru jatuh).

Pengertian Tolak Peluru

Pengertian tolak peluru adalah olahraga yang dilakukan dengan gerakan menolak atau mendorong bola ke depan. Dinukil dari World Athletics, terdapat alat berupa bola yang berbahan logam berat.

Dorongan yang dilakukan dalam materi tolak peluru kelas 11 hanya diperkenankan menggunakan satu tangan. Sementara rule atau tujuan utama pelemparan adalah mencapai jarak yang paling jauh.

Adapun manfaat tolak peluru salah satunya meningkatkan kekuatan tubuh dan otot seseorang. Kemudian mengurangi berat badan, meningkatkan koordinasi, keseimbangan tubuh, dan kebugaran.

Sejarah Tolak Peluru

Sejarah tolak peluru dapat ditelusuri sejak 2000 tahun silam. Pada awalnya, olahraga atletik ini populer dilakukan oleh kalangan laki-laki di Britania Raya (Inggris) dengan tujuan adu kekuatan.

Sebelum memiliki ketentuan bobot dan ukuran, bola yang dipakai hanya berupa batu. Kemudian, pada zaman pertengahan, di masa perang dunia, meriam yang dipakai dalam peperangan menginspirasi pembuatan bola khusus untuk olahraga ini.

Dikutip dari Modul Pembelajaran SMP Terbuka PJOK (2020) terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada 1866 silam, pernah digelar kejuaraan tolak peluru amatir.

Olahraga ini baru tercantum sebagai cabor atletik modern dalam Olimpiade Athena tahun 1896. Perlombaan saat itu hanya boleh diikuti laki-laki, sementara kontes untuk tolak peluru perempuan baru dikenal mulai tahun 1948.

Teknik Dasar Tolak Peluru

Materi tentang tolak peluru tidak terlepas dari berbagai teknik-teknik dasar untuk melakukannya. Secara umum, latihan tolak peluru diawali dengan cara memegang peluru atau bola logam.

Agar lebih paham tentang cara melakukannya, peserta didik bisa memperhatikan teknik dasar tolak peluru berikut.

A. Cara Memegang Peluru

  1. Peluru dipegang dengan jari-jari tangan dan terletak pada telapak tangan bagian atas.
  2. Jari-jari tangan diregangkan untuk menahan peluru bagian belakang.
  3. Jari kelingking dan ibu jari digunakan untuk menahan peluru bagian samping.

B. Sikap Awal Tolak Peluru

  1. Berdiri tegak menyamping ke arah tolakan, kedua kaki dibuka lebar.
  2. Kaki kiri lurus ke depan, lalu kaki kanan dibengkokkan ke depan serta agak serong ke samping kanan.
  3. Berat badan pada kaki kanan, badan condong ke samping kanan.
  4. Tangan kanan memegang peluru pada bahu, sementara tangan kiri dibengkokkan berada di depan dan sedikit agak serong ke atas lemas.

C. Sikap Menolak Peluru

  1. Memutar badan ke arah tolakan, siku ditarik serong ke atas belakang.
  2. Pinggul, pinggang, dan perut didorong ke depan hingga dada terbuka menghadap tolakan.
  3. Dagu diangkat, pandangan tertuju ke arah tolakan.
  4. Peluru ditolak ke atas dan ke depan bersamaan dengan melonjaknya badan.

D. Gerakan Lanjutan Tolak Peluru

  1. Setelah peluru lepas dari tangan, kaki yang digunakan untuk tolakan diturunkan.
  2. Kaki kiri diangkat ke belakang untuk menjaga keseimbangan.
  3. Badan condong ke depan, dagu diangkat, dan pandangan ke arah jatuhnya peluru.
  4. Tangan kanan dengan siku dibengkokkan berada di depan, sementara lengan kiri lurus ke belakang untuk menjaga keseimbangan.

Peraturan Tolak Peluru

Dalam peraturan tolak peluru, hasil terbaik diukur berdasarkan jarak tolakannya. Terdapat pula berbagai ketentuan lain yang harus diperhatikan ketika melakukan tolak peluru, berikut daftarnya.

1. Masuk dan Keluar Lingkaran

Atlet dapat memasuki lingkaran dari berbagai arah, termasuk melangkahi stop board di depannya. Namun, setelah tolakan selesai, atlet harus keluar dari bagian belakang lingkaran.

2. Posisi Peluru

Peluru harus diletakkan dekat leher atau dagu saat atlet mengambil posisi awal. Tangan tidak boleh jatuh di bawah garis bahu, kemudian lemparan tidak boleh dilakukan di belakang garis bahu.

3. Tolakan dari dalam Lingkaran

Menolak peluru harus dimulai dan diakhiri dari dalam lingkaran. Atlet tidak boleh menyentuh tanah di luar lingkaran selama tolakan, tepatnya sentuhan pertama di luar lingkaran harus di bagian belakang setengah lingkaran.

4. Stop Board

Atlet tidak boleh menyentuh bagian atas stop board di depan lingkaran selama aksi menolak peluru.

5. Pendaratan Peluru

Peluru harus mendarat sepenuhnya di dalam sektor yang ditentukan. Pendaratan di garis dianggap keluar, sementara hasilnya diukur dari tempat pertama kali menyentuh tanah hingga area lingkaran.

6. Menunggu Pendaratan

Atlet harus menunggu hingga peluru mendarat sepenuhnya sebelum meninggalkan lingkaran. Meninggalkan lingkaran hanya boleh dilakukan setelah peluru dianggap sudah jatuh di area yang ditentukan.

Gaya Tolak Peluru

Ada 3 gaya dalam materi tolak peluru yang harus diketahui oleh para peserta didik. Berikut penjelasan tentang ketiga gaya tolak peluru yang meliputi gaya O'Brien, ortodok, dan spin.

1. Gaya Spin dalam Tolak Peluru

Gaya spin dalam tolak peluru membutuhkan latihan dan keterampilan yang mumpuni. Cara melakukan tolak peluru gaya ini adalah berputar 360 derajat, kemudian melakukan tolakan.

Putaran 360 derajat tersebut yang menjadi ciri khas teknik ini, bahkan penyebutannya didasarkan pada cara itu. Gerakan memutar diklaim berpengaruh terhadap jarak yang diperoleh.

2. Gaya Tolak Peluru O'Brien

Gaya tolak peluru O'Brien ditemukan oleh Parry O'Brien pada 1951. Adapun gaya O'Brien juga diawali dengan putaran, namun atlet tidak perlu memutar badan sampai 360 derajat.

Untuk melakukan gaya tolak peluru O'Brien, peserta didik bisa menghadap ke belakang terlebih dahulu dengan posisi badan membungkuk. Gerakan berikutnya adalah menendangkan kaki ke depan lingkaran, sedangkan kaki lainnya mengikuti.

Ketika salah satu kaki menendang, diperlukan untuk memutar badan minimal 180 derajat ke depan. Bersamaan dengan itu, pelempar dapat melakukan dorongan kepada peluru.

3. Gaya Tolak Peluru Ortodok

Gaya tolak peluru ortodok diklaim cocok untuk dilakukan oleh para pemula. Gaya tersebut hanya membutuhkan sedikit gerakan, jika dibandingkan dengan metode O'Brien maupun spin.

Dalam gaya tolak peluru ortodok, atlet hanya perlu memosisikan tubuh menyamping dari area lingkaran. Setelah itu, atlet bisa langsung melemparkan peluru ke area depannya.

Berat Tolak Peluru Putra dan Putri

Materi tolak peluru juga tidak terlepas dari ketentuan berat logam yang digunakan ketika perlombaan. Sebelum mengetahui hal tersebut, perlu diketahui bahwa peluru dalam tolak peluru biasa dibuat menggunakan kuningan atau besi.

Adapun berat tolak peluru putra dan putri diatur sebagai berikut.

1. Berat Tolak Peluru Putra

Perlombaan tolak peluru putra yang sudah masuk kategori profesional biasanya menggunakan bola logam dengan berat 7,26 kilogram. Namun demikian, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bobotnya diturunkan.

Sebut contohnya ada perlombaan tolak peluru putra amatir atau kompetisi siswa antarsekolah. Berat bola itu diperbolehkan untuk diturunkan karena mereka bukan pemain profesional.

2. Berat Tolak Peluru Putri

Logam maupun kuningan yang dijadikan berbentuk bulat pada tolak peluru bisa diatur seberat 4 kilogram. Ketentuan ini berlaku untuk kompetisi profesional tolak peluru putri.

Serupa dengan aturan berat putra, kondisi tertentu juga bisa menyebabkan turunnya bobot bola tolak peluru. Namun, kompetisi amatir pada umumnya sudah menggunakan standar yang sama.

Lapangan Tolak Peluru

Lapangan tolak peluru terdiri atas dua bagian, yakni area pelempar dan daerah target tolakan. Dikutip dari situs web resmi World Athletics, area pelempar berbentuk lingkaran dengan diameter 2,135 meter.

Di depan atlet, terdapat papan kaki melengkung setinggi 10 sentimeter. Adapun lapangan tolak peluru untuk target tolakan berbentuk segitiga yang mengerucut ke titik tengah lingkaran area atlet.

Sudut segitiga pada bagian target tolakan di lapangan tolak peluru sebesar 40 derajat. Untuk melihat contoh gambar lapangan tolak peluru, peserta didik bisa mengakses tautan berikut.

Gambar Lapangan Tolak Peluru

Lapangan Tolak Peluru. FOTO/iStockphoto

Baca juga artikel terkait PJOK atau tulisan lainnya dari Fadli Nasrudin

tirto.id - Edusains
Penulis: Fadli Nasrudin
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yuda Prinada