tirto.id - Gaya tolak peluru yang menggunakan awalan menyamping dari sudut lemparan adalah salah satu teknik dalam nomor tolak peluru. Nomor ini merupakan bagian dari cabang olahraga atletik yang menguji kekuatan, teknik, dan koordinasi tubuh. Dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai gaya atau teknik yang digunakan atlet untuk menghasilkan tolakan sejauh mungkin.
Gaya ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kekuatan otot dan keluwesan gerakan, terutama dalam memutar tubuh sebelum peluru dilepaskan. Gerakan yang terlihat sederhana ini sejatinya membutuhkan latihan terstruktur dan penguasaan teknik yang baik agar peluru dapat dilontarkan secara sah dan mencapai jarak optimal.
Dalam perkembangan olahraga tolak peluru, berbagai teknik terus disempurnakan untuk menyesuaikan kebutuhan atlit dan memaksimalkan performa. Meskipun tiap gaya memiliki keunggulan masing-masing, kesamaan di antara semuanya adalah perlunya sinergi antara kekuatan, teknik, dan konsentrasi saat melakukan tolakan.
Pengertian Gaya Tolak Peluru yang Menggunakan Awalan Menyamping dari Sudut Lemparan
Gaya ortodoks atau gaya menyamping dalam tolak peluru adalah teknik di mana awalan dilakukan dengan posisi tubuh menyamping ke arah sektor tolakan. Istilah gaya ortodoks dalam tolak peluru adalah peluru ditempatkan di sisi leher yang berlawanan dengan tangan dominan, dan tubuh tidak membelakangi arah lempar. Posisi ini menciptakan sudut lempar yang lebih terbuka namun tetap stabil bagi pemula.
Apa yang dimaksud tolak peluru gaya ortodoks? Gaya ini ditandai dengan gerakan yang sederhana dan kontrol tubuh yang lebih mudah dibandingkan gaya modern seperti gaya O’Brien. Dorongan utama berasal dari tolakan kaki depan dan kekuatan lengan, bukan dari putaran tubuh penuh. Akibatnya, jarak tolakan umumnya lebih pendek karena gaya ini tidak memanfaatkan momentum rotasi secara maksimal.
Meskipun daya jangkaunya terbatas, gaya ortodoks tolak peluru tetap efektif untuk pembelajaran dasar teknik tolak peluru. Gaya ini melatih koordinasi otot tubuh bagian bawah dan atas secara seimbang. Oleh karena itu, gaya ortodoks masih digunakan secara luas dalam pendidikan jasmani sebagai fondasi teknik tolak peluru.
Bagaimana Cara Melakukan Tolak Peluru Gaya Menyamping?
Tolak peluru gaya menyamping adalah teknik menolak peluru dengan posisi tubuh menyamping ke arah tolakan. Gaya tolak peluru di mana awalan menyamping sudut lemparan dinamakan gaya menyamping atau gaya ortodoks. Teknik ini mengandalkan koordinasi antara posisi kaki, tangan, pandangan, dan keseimbangan tubuh agar peluru dapat ditolak sejauh mungkin. Bagaimana cara melakukan tolak peluru gaya menyamping? Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Awalan Melakukan Tolak Peluru Gaya Menyamping
Gerakan diawali dengan posisi tubuh berdiri tegak menyamping ke arah tolakan. Posisi ini penting untuk mempersiapkan tubuh dalam melakukan dorongan maksimal ke arah depan. Berat badan ditumpukan ke kaki belakang (kanan) sebagai persiapan untuk tolakan.2. Posisi Kaki saat Melakukan Tolak Peluru Gaya Menyamping
Bagaimana posisi kaki saat melakukan tolak peluru gaya menyamping? Kaki kiri lurus ke depan, menjadi tumpuan saat melakukan tolakan. Kaki kanan berada di belakang, ditekuk sedikit dan agak serong ke samping kanan. Berat badan berada di kaki kanan pada awal gerakan, kemudian berpindah ke kaki kiri saat menolak peluru. Saat tolakan dilakukan, kaki kanan diangkat untuk menambah tenaga dorong.3. Posisi Tangan saat Melakukan Tolak Peluru Gaya Menyamping
Tangan kanan memegang peluru dan menempelkannya pada bahu (atau di bawah rahang dekat pundak). Tangan kiri berada di depan, agak serong ke atas dengan posisi rileks dan siku dibengkokkan. Saat tolakan dilakukan, tangan kiri didorong ke depan untuk membantu membuka tubuh dan menjaga keseimbangan.4. Arah Pandangan saat Menolak Peluru Gaya Menyamping
Pandangan fokus ke arah tolakan sejak awal hingga akhir gerakan. Hal ini membantu menjaga keseimbangan, arah gerakan, dan konsentrasi saat melakukan tolakan.5. Posisi Badan pada Akhir Gerakan dalam Tolak Peluru Gaya Menyamping
Bagaimana posisi badan pada akhir gerakan dalam tolak peluru gaya menyamping? Setelah peluru ditolak, tubuh menghadap ke arah tolakan. Kaki kanan terangkat ke depan. Keseimbangan tubuh dijaga oleh posisi tangan dan kaki. Badan condong sedikit ke depan sesuai dengan arah tolakan.Kelebihan dan Kekurangan Gaya Ortodoks
Kelebihan dan kekurangan gaya ortodoks dalam tolak peluru sangat penting diketahui, terutama bagi pemula. Kelebihan dari gaya ortodoks terletak pada kemudahan dalam pelaksanaan, sehingga sangat cocok bagi pemula yang baru mempelajari dasar-dasar tolak peluru. Teknik ini membantu atlet pemula memahami prinsip dasar kekuatan dan koordinasi tubuh tanpa harus menguasai pergerakan yang rumit.
Namun, gaya ortodoks memiliki keterbatasan dalam hal efektivitas jarak tolakan. Karena minimnya penggunaan gerak rotasi atau lompatan yang dapat meningkatkan momentum, gaya ini umumnya menghasilkan jarak lempar yang lebih pendek dibandingkan gaya lain seperti gaya glide atau gaya spin. Oleh karena itu, gaya ortodoks kurang populer di kalangan atlet tingkat lanjut yang mengutamakan performa maksimal dalam kompetisi.
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id





































