tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada pembelian motor untuk Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2026. Pernyataan tersebut dilontarkan usai Purbaya mengonfirmasi Kepala BGN, Dadan Hindayana, terkait rencana pembelian motor listrik.
Kata Purbaya, anggaran untuk pembelian motor BGN telah dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun anggaran 2025. Namun, pembelian motor BGN disebut tak akan terealisasi pada tahun ini.
"Saya tadi tanya ke Kepala BGN. Tapi, nanti Anda cek lagi ke dia [Dadan], ya. Dia bilang itu memang anggaran tahun lalu, yang sudah sempat telanjur keluar itu," tuturnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026)
"Tapi yang tahun ini, dia konfirmasi enggak ada pembelian motor listrik baru untuk program," lanjut dia.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya mengaku sempat menolak pengajuan anggaran pembelian motor BGN. Akan tetapi, ia mengaku meloloskan pengajuan anggaran pembelian motor tersebut.
"Sebagian yang sudah, kan sebagian sudah keluar [diizinkan]. Sebagian yang sisanya ditolak. Jadi, dibatasin lah [anggaran pembelian motor BGN]," ucap Purbaya.
Diberitakan sebelumnya, Dadan Hindayana menegaskan bahwa pengadaan sepeda motor listrik untuk operasional program MBG dilakukan dengan harga di bawah standar pasar.
"Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp 42 juta, di bawah harga pasaran," ujar Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dadan menjelaskan, pembelian unit motor listrik tersebut telah direncanakan dan masuk ke dalam anggaran tahun 2025. Dari target awal sebanyak 24.400 unit, realisasi pengadaan yang dilakukan BGN mencapai 21.800 unit.
Ia memastikan tidak ada alokasi anggaran tambahan untuk pembelian motor listrik pada tahun 2026.
"Sudah masuk ke dalam anggaran 2025, 2026 tidak ada perencanaan lagi," ucapnya.
Lebih lanjut, Dadan menjelaskan motor listrik tersebut diperuntukkan bagi operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya untuk menjangkau lokasi-lokasi dapur MBG di daerah yang sulit diakses.
Pernyataan ini disampaikan menyusul viralnya video di media sosial yang menarasikan pengadaan 70.000 unit motor listrik khusus untuk wilayah Jawa Barat.
Menanggapi narasi yang beredar di publik tersebut, Dadan menegaskan pengadaan motor listrik ini dilakukan secara terukur sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan untuk mendukung kelancaran program gizi nasional.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id







































