Menuju konten utama

Pos Indonesia akan Naungi 9 BUMN Logistik, Merger Mulai 1 Juli

PT Pos Indonesia akan menjadi induk konsolidasi 9 BUMN logistik untuk membentuk ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi dan kompetitif.

Pos Indonesia akan Naungi 9 BUMN Logistik, Merger Mulai 1 Juli
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Yosef, menyampaikan paparan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/6/2026). FOTO/TVR Parlemen
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Pos Indonesia akan menjadi rumah bagi konsolidasi sembilan perusahaan logistik badan usaha milik negara (BUMN) sebagai bagian dari pembentukan ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi dan kompetitif.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Yosef menjelaskan proses integrasi dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, tujuh perusahaan logistik BUMN akan lebih dulu dilebur ke dalam satu entitas sebelum diikuti oleh dua perusahaan lainnya pada fase berikutnya.

“Nah, ini adalah tujuh perusahaan yang di awal Juli nanti, 1 Juli, akan bergabung dalam satu perusahaan yang namanya adalah PT MTI atau Multi Terminal Indonesia,” ujar Daud dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Tujuh perusahaan yang masuk dalam tahap pertama konsolidasi tersebut adalah PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari grup Pelindo, PT Pos Logistik Indonesia (Poslog), PT Sarana Bandar Logistik (SBL) milik Pelni, PT KBN Prima Logistik (KPL) dari Danareksa, PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) milik Semen Indonesia Group (SIG), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) milik Krakatau Steel.

Adapun PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) akan bergabung pada tahap berikutnya setelah proses integrasi fase pertama rampung. Menurut Daud, masuknya kedua perusahaan tersebut akan memperkuat ekosistem logistik BUMN karena keduanya merupakan pemilik muatan (cargo owner) utama di sektor semen dan pupuk.

Daud juga mengatakan bahwa Danantara Indonesia telah menugaskan perseroan untuk mengintegrasikan sejumlah perusahaan logistik BUMN dalam satu entitas. Terbaru, Danantara memerintahkan penambahan dua perusahaan logistik pada fase kedua konsolidasi.

“Danantara lewat Surat Tugas Nomor 075 juga sudah memerintahkan kami untuk segera menambah dua perusahaan baru digabungkan di dalam konsolidasi ini, yaitu Silog Semen Indonesia Logistik yang merupakan cargo owner semen dan pendukungnya, serta Pilog atau Pupuk Indonesia Logistik yang merupakan cargo owner pupuk dan pendukung-pendukungnya,” kata Daud.

Dengan masuknya dua entitas tambahan tersebut, jumlah perusahaan yang akan berada dalam ekosistem logistik Pos Indonesia menjadi sembilan perusahaan.

“Nantinya berarti sudah ada 9 BUMN logistik yang bergabung di bawah perusahaan Pos Indonesia,” ujar Daud.

Rencana konsolidasi tersebut mendapat dukungan dari Komisi VI DPR RI. Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menilai Pos Indonesia perlu mengambil peran sentral dalam pembentukan ekosistem logistik BUMN.

“Kami juga ingin mendalami skema konsolidasi dan sinergi BUMN di sektor logistik di mana PT Pos Indonesia seharusnya mampu memimpin dan menjadi bagian inti dari ekosistem logistik BUMN yang terintegrasi,” kata Anggia.

Menurut dia, langkah konsolidasi tersebut sejalan dengan upaya mengembalikan fokus bisnis Pos Indonesia pada sektor logistik yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama perseroan.

“PT Pos harus kembali kepada core bisnisnya, yaitu bisnis logistik,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana