tirto.id - Baterai yang terbakar diduga menjadi penyebab peristiwa kebakaran Gedung Terra Drone yang menelan puluhan korban jiwa. Lantas, apa yang menyebabkan baterai drone ini mengalami malfungsi dan terbakar?
Seperti yang diketahui, Gedung Terra Drone yang berlokasi di jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengalami kebakaran hebat pada pada Selasa (9/12/2025) siang.
Upaya pemadaman melibatkan 25 unit mobil damkar, sementara api baru berhasil dijinakkan pada sore harinya. Kejadian ini diketahui menelan 22 korban jiwa. Para korban diduga meninggal dunia akibat terlalu banyak menghirup gas CO2 saat terjebak di dalam bangunan.
Sementara saat terjadi kebakaran, api dilaporkan berasal dari lantai satu yang kemudian menjalar dengan cepat ke lantai-lantai di atasnya. Api yang muncul sekitar pukul 12.43 WIB itu dengan cepat menutup akses keluar, membuat banyak pekerja yang sedang beristirahat terjebak dan tidak sempat menyelamatkan diri.
Penyebab pasti kebakaran Terra Drone masih diselidiki oleh pihak terkait, tapi ada dugaan bahwa peristiwa ini dipicu oleh baterai drone yang terbakar di sebuah gudang di lantai 1. Lalu, apa yang menyebabkan baterai drone tersebut terbakar?
Bagaimana Baterai Drone Bisa Terbakar?

Baterai yang terbakar diduga menjadi penyebab kebakaran Gedung Terra Drone, tapi sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait baterai jenis apa yang terbakar tersebut.
Terlepas dari peristiwa ini, perlu diketahui bahwa baterai drone terdiri dari beberapa jenis, dan beberapa yang sering digunakan adalah jenis lithium polymer (Li-Po) dan lithium-ion (Li-ion).
Baterai lithium memiliki keunggulan seperti mampu menyimpan daya besar. Namun, baterai ini juga memiliki kekurangan dan dianggap rentan terhadap thermal runaway yang bisa memicu kebakaran.
Dilansir dari laman University of the Built Environment, baterai seperti lithium-ion menyimpan energi dalam jumlah besar saat terisi penuh dan menggunakan elektrolit yang mudah terbakar untuk mendukung pergerakan ion di dalamnya.
Ketika baterai mengalami kerusakan, cacat produksi, suhu berlebih, atau sudah mengalami banyak degradasi, panas dan tekanan internal dapat meningkat hingga tidak terkendali. Kondisi ini dapat memicu kebakaran secara spontan yang dikenal sebagai thermal runaway.
Setelah thermal runaway terjadi, baterai dapat mengeluarkan asap, menyala, atau bahkan meledak. Suhu baterai dalam kondisi ini bisa melonjak hingga sekitar 1.000°C dan menghasilkan gas beracun yang sangat berbahaya.
Penyebab Baterai Drone Bisa Picu Kebakaran

Baterai drone bisa mengalami thermal runaway yang berujung pada peristiwa kebakaran. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari karakteristik sel baterai itu sendiri, kerusakan saat penggunaan drone, hingga faktor cacat produksi.
Secara umum, berikut beberapa penyebab baterai drone bisa mengalami kerusakan dan terbakar:
1. Ketidakseimbangan Sel yang Memicu Overcharge dan Over-discharge
Dikutip dari jurnal A Critical Review on the Battery System Reliability of Drone Systems, baterai drone diketahui terdiri dari beberapa sel yang dihubungkan secara seri. Idealnya, setiap sel harus memiliki tegangan dan kapasitas yang sama.Namun, pada kenyataannya, sel baterai bisa bervariasi akibat adanya perbedaan manufaktur, penanganan, hingga faktor lingkungan. Dengan demikian, karakteristik setiap sel baterai tidak akan sama dan dapat menyebabkan ketidakkonsistenan di antara sel-sel individual baterai.
Ketika dilakukan pengisian, perbedaan ini bisa menyebabkan beberapa sel menjadi “lebih penuh” (higher state-of-charge/SOC) dibanding sel lain. Tak hanya itu, ada juga sel yang “lebih cepat habis” saat discharge.
Dengan kata lain, ketidakseimbangan sel ini memicu terjadinya overcharge maupun over-discharge. Overcharge dapat menyebabkan degradasi baterai, thermal runaway, hingga ledakan yang bisa memicu kebakaran.
Sementara over-discharge bisa secara signifikan mengurangi efisiensi konversi energi, meningkatkan risiko drone kehilangan daya saat diterbangkan.
2. Charger yang Tidak Sesuai
Baterai drone, khususnya jenis Li-Po, harus diisi menggunakan charger khusus yang memang dirancang untuk jenis baterai ini. Charger yang tepat akan mengatur tegangan dengan aman selama proses pengisian.Jika baterai diisi dengan charger lain yang tidak kompatibel, atau diberi tegangan melebihi batas aman, baterai bisa saja meledak dan terbakar.
3. Salah Menghubungkan Kutub Positif dan Negatif
Kesalahan dalam memasang terminal positif dan negatif, atau sambungan yang longgar hingga kedua kutub saling bersentuhan, dapat memicu korsleting pada baterai drone.Korsleting inilah yang bisa menyebabkan panas berlebih, percikan api, atau ledakan. Semakin tinggi arus yang mengalir saat pengisian, semakin besar risiko ledakannya jika terjadi kesalahan sambungan.
4. Kerusakan Baterai
Kerusakan baterai juga bisa memicu terjadinya kebakaran. Drone bisa terjatuh atau terbentur selama penggunaan, dan benturan keras tersebut bisa merusak baterai di dalamnya.Baterai yang rusak dapat menyebabkan hubungan pendek di dalam sel, terutama jika pelat positif dan negatif saling bersentuhan. Kondisi ini bisa menimbulkan asap, atau bahkan memicu api.
5. Suhu Terlalu Tinggi
Elektrolit pada baterai drone sangat sensitif terhadap panas. Pada suhu tinggi, elektrolit dapat terurai dan merusak membran di dalam baterai. Jika membran pemisah ini meleleh, baterai dapat mengalami korsleting internal yang menimbulkan peningkatan suhu dan berujung pada ledakan atau terbakar.6. Cacat Produksi
Dalam proses pembuatan baterai lithium, kontaminasi seperti partikel logam kecil bisa masuk ke dalam sel baterai jika lingkungan produksinya tidak benar-benar bersih.Oleh karena itu, pabrik harus menjalankan kontrol kualitas ketat sebelum baterai dipasarkan. Bila cacat semacam ini lolos pemeriksaan, baterai bisa mengalami malfungsi, termasuk kebakaran.
Cara Mencegah Baterai Drone Terbakar

Baterai drone yang terbakar bisa menimbulkan masalah yang serius sehingga diperlukan langkah-langkah pencegahan. Perusahaan dianjurkan melakukan penilaian risiko untuk membantu mengidentifikasi potensi bahaya sejak awal dan menentukan langkah pencegahan yang tepat.
Dengan memahami tingkat risiko serta dampak yang mungkin terjadi, perusahaan dapat menyusun strategi pengamanan yang lebih efektif. Adapun cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran adalah sebagai berikut:
- Sediakan Tempat Penyimpanan yang Aman
- Tingkatkan Kesadaran dan Edukasi Pengguna
Edukasi ini mencakup risiko akibat praktik penggunaan yang salah, modifikasi perangkat yang tidak aman, dan pentingnya mengikuti prosedur keselamatan. Semakin memahami risikonya, semakin kecil kemungkinan pengguna melakukan kesalahan yang berbahaya.
- Lakukan Pemeriksaan Rutin
- Terapkan Praktik Pengisian Daya yang Aman
- Buang Baterai dengan Cara yang Benar
Demikian penjelasan terkait penyebab baterai drone terbakar. Dengan memahami berbagai faktor pemicu dan langkah pencegahannya, pengguna dapat lebih bijak dalam merawat, menyimpan, dan mengisi baterai agar tetap berada dalam kondisi aman.
Tertarik dengan informasi seputar drone? Temukan rekomendasi hingga berita terbaru mengenai teknologi drone di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id






























