tirto.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengungkap dugaan sementara penyebab kematian korban kebakaran gedung perkantoran Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kepala RS Polri, Brigjen Pol Prima Heru, mengatakan para korban meninggal akibat terlalu banyak menghirup gas karbon dioksida (CO₂) saat terjebak di dalam bangunan.
“Kemungkinan karena kami hanya melaksanakan pemeriksaan luar, kemungkinan karena menghirup gas karbon dioksida, CO2,” ujar Prima di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (9/12/2025) malam.
Hingga kini, pihak keluarga telah melaporkan 20 orang hilang terkait kebakaran tersebut. Tim DVI masih menunggu tambahan data ante mortem untuk melanjutkan proses pencocokan.
Proses identifikasi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dan sambil menunggu pemeriksaan terhadap sisa kantong jenazah yang belum diidentifikasi.
“Dari 22, sekarang teridentifikasi 3 berarti ada 19 yang belum. Besok kami lagi proses ini,” tuturnya.
Tim DVI yang terdiri dari Biro Dokpol, Biro Lab Dokes, RS Bhayangkara, Bidokes Polda Metro Jaya, Forensik FK UI-RSCM, serta Forensik Odontologi UI menyebut identitas tiga korban, yaitu Rufaidha Lathiifunnisa, Novia Nurwana, dan Yoga Valdier Yaseer.
Identifikasi dilakukan melalui pencocokan sidik jari, catatan medis, pemeriksaan gigi, dan properti pribadi.
Prima menambahkan dua jenazah akan diserahkan ke keluarga pada malam ini, sementara satu jenazah atas nama Yoga menunggu kedatangan keluarga.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





























