tirto.id - Kebakaran hebat melanda ruko Terra Drone di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12) siang dan menelan lebih dari 20 korban jiwa.
Berdasarkan keterangan Kapolres Jakarta Pusat Susatyo, api diduga berawal dari baterai drone mainan yang terbakar di lantai satu, yang saat itu berfungsi sebagai salah satu gudang penyimpanan.
Meskipun karyawan sempat berupaya memadamkan api, kobaran dengan cepat membesar dan menghasilkan asap tebal yang kemudian menyebar ke lantai atas.
Pada saat kejadian, sebagian besar karyawan sedang beristirahat di lantai dua hingga lantai enam, sehingga banyak dari mereka terjebak ketika api dan asap mulai naik dari lantai dasar.
Sebanyak 22 orang dinyatakan meninggal dunia, terdiri dari tujuh laki-laki dan lima belas perempuan, dan seluruh korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Siapa Pemilik PT Terra Drone?
Pemilik resmi dari Terra Drone Indonesia adalah Terra Drone Corporation, perusahaan induk berbasis di Jepang.
Berpusat di Bandung, Jawa Barat, Terra Drone Indonesia kini memiliki 201–500 karyawan.
Dipimpin oleh jajaran manajemen berpengalaman seperti Michael Wishnu Wardana (Managing Director), Tsuyoshi Habuchi (Head of Southeast Asia), Ryan Fadhilah Hadi (Chief Marketing Officer), Ray Ozma (Chief Technical Officer), dan Bangun Nuswantoro (Chief Financial Officer).
Serta didukung oleh kepemimpinan global Toru Tokushige (Group CEO) dan jajaran komisaris, yakni Dian Rusdiana (Hakim Komisaris) dan Lunk Jayanata (Komisaris).
Profil PT Terra Drone
Terra Drone Indonesia adalah kantor perwakilan resmi Terra Drone Corporation Jepang, perusahaan layanan drone industri terbesar di dunia yang dikenal sebagai pionir dalam teknologi pemetaan udara, inspeksi infrastruktur, analisis data, dan berbagai aplikasi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) lainnya.
Sejak berdiri pada tahun 2016, Terra Drone Indonesia (TDID) telah berkembang menjadi penyedia layanan drone industri terdepan di tanah air, menawarkan solusi pemetaan, pemodelan, inspeksi, hingga pemantauan udara untuk berbagai sektor.
Dengan pengalaman hampir satu dekade, TDID telah membuktikan kompetensinya melalui survei lebih dari 450.000 hektar, lebih dari 4.000 kilometer koridor, serta inspeksi 3.000+ aset di sektor energi, kehutanan, utilitas, pertambangan, konstruksi, dan berbagai industri strategis lainnya.
Sebagai bagian dari Terra Drone Japan (TDJP) yang pada 2024 dinobatkan sebagai penyedia layanan drone nomor satu di dunia, Terra Drone Indonesia memanfaatkan akses global terhadap teknologi terkini untuk menghadirkan solusi end-to-end yang lengkap.
TDID tidak hanya menyediakan layanan operasional UAV, namun juga perangkat keras, perangkat lunak, konsultasi teknis, serta pelatihan profesional untuk sertifikasi remote pilot, sehingga klien dapat memaksimalkan potensi teknologi drone dalam operasional mereka.
TDID juga terus memperluas jangkauan teknologi industri melalui layanan unggulan seperti LiDAR & photogrammetry, GIS & 3D modeling, inspeksi visual & termal, NDT (Ultrasonic Testing), inspeksi confined space, analisis cut & fill, monitoring konstruksi dan reklamasi, survei GPR & magnetik, inspeksi infrastruktur & powerline, analisis vegetasi, pemantauan kesehatan tanaman, drone spraying, pendeteksian kebocoran gas, surveillance, dokumentasi pascabencana, dan pelatihan pilot drone.
Teknologi lanjutan seperti drone GPR, drone UT, serta drone surveillance menjadi bagian dari strategi ekspansi sejak 2020 untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Perjalanan Terra Drone Indonesia dimulai pada 2015 melalui AeroInspect dan Drone Van Java di bawah PT Indonesia Technologies Venture, yang kemudian melahirkan PT Aero Geosurvey Indonesia pada 2016.
Setelah melayani berbagai sektor seperti konstruksi, pertambangan, kehutanan, dan akhirnya minyak & gas, perusahaan ini menarik investasi strategis dari Terra Drone Corporation pada 2019 dan resmi bertransformasi menjadi PT Terra Drone Indonesia.
Sejak itu, TDID semakin memperkuat posisinya di industri melalui kerja sama jangka panjang dengan perusahaan migas seperti Chevron, ExxonMobil, dan Pertamina, serta berbagai BUMN dan perusahaan besar lainnya.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































