tirto.id - Kebakaran Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025) terjadi sekitar pukul 12.43 WIB. Saat insiden itu terjadi, sebagian karyawan di luar gedung untuk makan siang pada jam istirahat. Namun sebagian lain tengah beristirahat di lantai 2 hingga 6 gedung tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo, mengatakan api berasal dari lantai satu gedung tersebut. Api kemudian merambat, lantas juga mengakibatkan asap memenuhi hingga lantai 6.
"Semuanya naik atau sedang istirahat di lantai dua, tiga, sampai lantai enam. Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, kemudian asap itu sampai naik ke lantai enam," tutur Susatyo, Selasa.
Kebakaran diduga berasal dari baterai yang terbakar. Susatyo menuturkan, pegawai di gedung tersebut berupaya memadamkan baterai yang terbakar. Namun yang terjadi, justru api i baterai itu terlanjur menyebar.
"Ternyata baterai terbakar ini menyebar karena di lantai satu ini adalah salah satu tempat gudangnya," ucap Susatyo.
Update Jumlah Korban Kebakaran Gedung Terra Drone & Penanganan
Berdasarkan dari data kepolisian, jumlah korban jiwa insiden di Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat, tersebut mencapai 22 orang per Selasa pukul 17.00 WIB. Korban jiwa tersebut seluruhnya merupakan karyawan Terra Drone.
"Sampai pukul 17.00 [WIB], terakhir angka korban 22 [orang]," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo.
Rinciannya, 7 korban jiwa merupakan laki-laki dan 15 perempuan. Sedangkan korban selamat sejumlah 19 orang. Dari data sementara itu, dikonfirmasi 1 korban meninggal sedang dalam keadaan mengandung.
"Salah satu korban [meninggal] adalah wanita hamil," tutur Susatyo.
Penyisiran oleh petugas masih terus dilakukan. Hingga Selasa sore, petugas di lapangan masih terkendala asap pekat yang memenuhi lantai atas Gedung Terra Drone tersebut.
"Jalan untuk ke lantai enam itu, karena sudah asap pekat, saat ini masih menggunakan alat khusus dari damkar untuk bisa [naik], oksigen bisa ditambah sehingga betul bisa ke atas. Namun, yang di lantai enam untuk turun ke bawah, kemungkinan menggunakan teknik yang saat ini sedang dilaksanakan," urainya.
Korban kebakaran tersebut telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa sore. Kantong jenazah langsung dibawa ke Gedung Instalasi Forensik RS Polri untuk proses identifikasi guna pengungkapan identitas korban.
"Iya, kantong jenazah korban kebakaran gedung di Kemayoran dibawa ke RS Polri," kata Kepala RS Polri Brigjen Polisi Prima Heru Yulihartono, dikutip dari ANTARA.
Dalam upaya penanganan kebakaran ini, setidaknya sejumlah 29 mobil pemadam dikerahkan beserta dengan ratusan personel. Per sore ini, penanganan tersebut memasuki tahap pendinginan, namun mobil pemadam kebakaran maupun ambulans masih disiagakan di sekitar lokasi.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































