tirto.id - Sayembara Desain Batik Khas Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2026 resmi dibuka dengan hadiah jutaan rupiah. Kompetisi yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Tangsel dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tangerang Selatan ini terbuka untuk masyarakat umum, termasuk para desainer dan pelaku ekonomi kreatif.
Ajang ini bertujuan untuk melahirkan corak batik yang tak hanya indah secara visual, tetapi juga mencerminkan karakter, sejarah, serta kekayaan tradisi lokal Tangerang Selatan.
Ketua Dekranasda Tangsel, RR Truetami Ajeng, menyatakan batik adalah warisan budaya bernilai filosofis tinggi yang bisa menjadi ciri khas suatu daerah. Melalui perlombaan ini, Dekranasda ingin mengajak publik terlibat langsung dalam merancang motif batik yang kelak menjadi kebanggaan bersama warga Tangsel.
"Melalui sayembara ini, kami ingin mengajak para desainer, pelaku ekonomi kreatif, maupun masyarakat luas untuk bersama-sama melahirkan motif batik yang mencerminkan karakter dan jati diri Kota Tangerang Selatan," kata Ajeng pada Senin (3/8/2026).
"Harapannya, karya terbaik nantinya dapat menjadi identitas daerah sekaligus memperkaya khasanah batik Indonesia," lanjutnya.
Menurut dia, batik lebih dari karya seni biasa karena bisa menjadi wadah untuk menuturkan sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya khas dari suatu daerah. Maka itu, karya yang dikirim peserta sayembara diharapkan memuat makna filosofis yang nanti dapat diadopsi menjadi identitas batik resmi di Tangsel.
"Yang kami cari bukan hanya desain yang indah secara visual, tapi juga motif yang memiliki makna, mengangkat kekayaan lokal, dan dapat diterapkan secara nyata sebagai batik khas Kota Tangerang Selatan," jelasnya.
Ajeng berharap, sayembara tersebut dapat memunculkan motif batik khas Tangsel sekaligus bisa digunakan secara luas oleh masyarakat.
"Semoga sayembara ini menjadi wadah lahirnya karya-karya terbaik yang nantinya dapat menjadi simbol kebanggaan masyarakat Tangsel dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya," tambahnya.
Ajeng pun mengajak masyarakat untuk mengirimkan karya terbaiknya dalam sayembara ini. "Jangan lewatkan kesempatan ini. Mari bersama-sama menciptakan motif batik yang tidak hanya menjadi karya pemenang sayembara, tetapi juga menjadi identitas budaya dan kebanggaan Kota Tangerang Selatan," kata dia.
Jadwal dan Syarat Pendaftaran Sayembara
Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026 terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia dan pendaftarannya tanpa biaya.
Jadwal pendaftaran sayembara ini sudah dibuka sejak 20 Juli lalu dan akan ditutup pada 19 Agustus 2026, pukul 23.59 WIB.
Peserta yang mendaftar ikut sayembara diharuskan menyerahkan bukti identitas diri yang masih berlaku, seperti KTP, KIA, SIM, KTA, atau KTM.
Saat mendaftar, peserta harus mengisi formulir pendaftaran yang tersedia online. Selain itu, peserta harus melampirkan surat pernyataan keaslian desain yang telah ditandatangani di atas materai Rp10.000.
Persyaratan lainnya adalah menyerahkan foto identitas, filosofi desain, serta contoh sketsa busana kerja pria dan wanita. Perlu dicatat, peserta hanya boleh mengirimkan satu desain batik.
Peserta pun wajib mengikuti akun Instagram @dispartangerangselatan dan @dekranasda_tangsel.
Pendaftaran Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026 bisa dilakukan melalui tautan di bawah ini:
https://bit.ly/pendaftaransayembaradesainbatikkhastangsel2026.
Ketentuan Desain di Sayembara Batik Tangsel 2026
Selain syarat pendaftaran, peserta sayembara perlu memenuhi sejumlah ketentuan terkait desain batik yang diserahkan.
Desain batik yang dikirim wajib mengambil tema utama "Bunga Anggrek Tangsel" dan/atau "Rumah Blandongan".
Desain juga mesti memuat unsur khas dari Kota Tangsel seperti budaya dan kearifan lokal, sejarah wilayah, flora dan fauna, landmark/bangunan ikonik, atau kuliner.
Setiap karya desain harus dilengkapi uraian filosofinya (maksimal 500 kata) yang mencakup judul, makna desain dan motif, hubungan dengan Kota Tangsel, serta arti dari warna yang digunakan.
Pengiriman karya pun wajib mengikuti ketentuan teknis berkas berikut:
- Format & Ukuran: Desain dibuat dengan ukuran A3, resolusi minimal 300 DPI, dalam bentuk PDF.
- Penerapan Motif: Desain harus cocok diaplikasikan ke kain 2,30 × 1,15 meter.
- Teknis Produksi: Dedain bisa diaplikasikan dengan teknik batik tulis, cap, printing, sablon, atau kombinasinya.
Selain itu, karya desain harus orisinal, bukan hasil menjiplak, tidak dibuat dengan Artificial Intelligence (AI), sekaligus belum pernah diikutsertakan dalam kompetisi lainnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































