tirto.id - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo mengimbau seluruh WNI di Jepang untuk tetap tenang dan waspada terkait kemungkinan gempa susulan setelah gempa 7,6 magnitudo mengguncang Prefektur Aomori, Jepang, Senin (8/12) waktu setempat.
KBRI mengimbau WNI agar selalu memantau perkembangan informasi melalui kanal media nasional Jepang serta mengikuti seluruh arahan dari otoritas setempat.
Lantas, bagaimana update terkini usai gempa bumi terjadi? Apakah ada WNI yang terdampak?
Update Dampak dan Korban Gempa Jepang M7,6
Gempa berkekuatan M7,6 mengguncang Jepang Utara, Senin malam (8/12) pukul 23.15 waktu setempat. Menurut Badan Meteorologi Jepang, episentrum gempa berada di lepas pantai Pasifik Prefektur Aomori, dengan kedalaman 54 kilometer.
Melansir NHK, peringatan tsunami sempat diberlakukan di Iwate, Hokkaido, dan Aomori, setelah gelombang setinggi 70 cm tercatat di Pelabuhan Kuji, 50 cm di Kota Urakawa (Hokkaido), dan 40 cm di Pelabuhan Mutsuogawara (Aomori).
Lebih dari tiga jam setelahnya, status peringatan diturunkan menjadi advisori, dan seluruh peringatan tsunami dicabut, Selasa pagi (9/12) pukul 06.20 waktu setempat.
Menurut laporan Kyodo, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Selasa (9/12), menyampaikan bahwa 30 orang terluka akibat gempa. Evaluasi kerusakan masih terus dilakukan, dengan laporan pemadaman listrik di sejumlah wilayah dan kerusakan pada rel kereta api.
Apakah Ada WNI yang Terdampak Gempa Jepang?
Berdasarkan laporan terakhir hingga Selasa (9/12) pukul 08.30 waktu setempat, KBRI belum menerima laporan terkait adanya WNI yang terdampak gempa tersebut.
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo juga turut menyampaikan bahwa gempa bumi merupakan peristiwa alam yang sering terjadi di Jepang.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Selasa (9/12), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo juga turut mengimbau seluruh WNI yang berada di Jepang untuk tetap tenang dan waspada terkait kemungkinan gempa susulan.
KBRI mengimbau WNI untuk memantau perkembangan informasi melalui media nasional Jepang serta mengikuti arahan otoritas setempat, termasuk mempelajari rute evakuasi, mempersiapkan tas darurat, dokumen, dan uang tunai.
Gugus Tugas di Crisis Management Center pada kantor PM Jepang telah diaktifkan, sementara Cabinet Office dan Japan Meteorological Agency (JMA) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
WNI di Jepang yang menghadapi keadaan darurat dapat segera menghubungi kontak berikut ini:
Hotline KBRI Tokyo: +81-80-3506-8612 dan +81-80-4940-7419
KJRI Osaka: +81-80-3113-1003
Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Gempa Jepang. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































