Menuju konten utama

Kondisi Jepang Usai Gempa M7,6 & Tsunami serta Update Korban

Puluhan warga dilaporkan terluka akibat gempa Jepang M7,6. Simak kondisi terkini pasca gempa, termasuk kerusakan dan jumlah korban.

Kondisi Jepang Usai Gempa M7,6 & Tsunami serta Update Korban
ilustrasi info gempa. (Foto oleh Richard BROOKS dan Richard A. BROOKS / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kondisi Jepang usai gempa magnitudo 7.6, tsunami dan update korban pada hari Selasa, 9 Desember 2025. Puluhan orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa.

Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter melanda Jepang utara pada Senin malam (8/12) pukul 14:15 GTM.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Jepang, episentrum gempa M7,6 terjadi sekitar 80 kilometer (50 mil) timur laut Hachinohe atau lepas pantai wilayah Aomori, dengan kedalaman 50 kilometer (30 mil) di bawah permukaan laut.

Akibat gempa Jepang tersebut, pihak berwenang sempat mengeluarkan peringatan tsunami. Kemudian, pukul 06.20 Selasa pagi, pihak berwenang mencabut semua peringatan tsunami untuk pesisir Pasifik di Jepang utara.

Kondisi Terkini Jepang Usai Gempa M7,6

Gempa berkekuatan M7,6 yang mengguncang Jepang menyebabkan beberapa orang terluka. Seturut laporan AP News, Selasa (9/12/2025). gempa Jepang menyebabkan 23 orang terluka. Dari jumlah tersebut, 1 orang dilaporkan mengalami luka berat.

Secara umum, korban terluka gempa Jepang diakibatkan oleh tertimpa benda jatuh. Sementara itu, getaran dengan intensitas di atas 6 pada (skala Jepang 0-7) terpantau di kota Hachinohe di Prefektur Aomori.

Skala tersebut menyebabkan seseorang tidak dapat berdiri atau bergerak tanpa merangkak. Mengutip laporan Reuters yang dimuat Rabu pagi (9/12), sebagian besar furnitur berat dapat runtuh dan ubin dinding serta kaca jendela rusak di banyak bangunan.

Badan Meteorologi Jepang sempat mengeluarkan peringatan potensi gelombang tsunami hingga 3 meter (10 kaki) di beberapa daerah. Peringatan tsunami dikeluarkan untuk prefektur Hokkaido, Aomori, dan Iwate, dan tsunami setinggi 20 hingga 70 cm (7 hingga 27 inci) terpantau di beberapa pelabuhan.

Berdasarkan keterangan NHK World Japan, tsunami setinggi 70 sentimeter terpantau di Pelabuhan Kuji di Iwate pasca gempa. Di Hokkaido, tsunami setinggi 50 sentimeter terpantau di Kota Urakawa dan tsunami setinggi 40 sentimeter terpantau di Pelabuhan Mutsuogawara di Prefektur Aomori.

Pada Selasa pagi (9/12), otoritas setempat mencabut peringatan tsunami menjadi status waspada untuk garis pantai Pasifik Jepang utara.

Akibat bencana tersebut, 800 rumah tanpa listrik, dan kereta peluru Shinkansen serta beberapa jalur lokal dihentikan sementara di beberapa wilayah Aomori. Sekitar 480 penduduk berlindung di Pangkalan Udara Hachinohe.

Mengutip laporan BBC, sekitar 90.000 penduduk untuk mengungsi akibat bencana ini. Pemerintah telah mendirikan kantor tanggap darurat di pusat manajemen krisis perdana menteri dan membentuk tim tanggap darurat.

"Kami melakukan segala upaya untuk menilai kerusakan dan menerapkan langkah-langkah tanggap darurat bencana, termasuk operasi penyelamatan dan bantuan," ujar Sekretaris Kabinet Minoru Kihara, dikutip dari BBC, Selasa (9/12).

Tidak ada gangguan di pembangkit listrik tenaga nuklir yang terjadi akibat gempa. Namun, pemadaman listrik dilaporkan terjadi di beberapa wilayah.

Kemudian, lalu lintas juga dilaporkan terganggung pasca gempa. Perusahaan Kereta Api Jepang Timur (East Japan Railway Company) menyatakan bahwa pada hari Selasa (9/12), tiga kereta api keberangkatan Tohoku Shinkansen antara Stasiun Fukushima dan Shin-Aomori telah dihentikan sementara.

Badan Meteorologi Jepang juga mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari mendatang.

Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Jepang, potensi peningkatan risiko gempa berkekuatan 8 skala Richter dan tsunami di sepanjang pantai timur laut Jepang dari Chiba, tepat di sebelah timur Tokyo, hingga Hokkaido.

"Ada kemungkinan gempa bumi yang lebih kuat dan lebih dahsyat dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan," ujar pejabat Badan Meteorologi Jepang, dikutip dari Reuters, Pada Selasa pagi (9/12).

Badan Meteorologi Jepang mengimbau penduduk di 182 kotamadya di wilayah tersebut untuk memantau kesiapsiagaan darurat mereka dalam sepekan ke depan.

Para pejabat setempat juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa rute evakuasi, menyiapkan perlengkapan darurat, mengamankan perabotan rumah, dan memastikan persediaan makanan, air, dan toilet portabel.

Seturut laman Badan Meteorologi Jepang, tercatat belasan gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama Jepang M7.6 dengan magnitudo yang lebih kecil.

Baca juga artikel terkait GEMPA JEPANG atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo