tirto.id - Informasi puasa Rajab 1447 H/2026 M telah tersedia. Ketahui apakah ada puasa sunah di bulan Rajab dan bagaimana niat gabung qadha puasa Ramadhan dengan puasa Rajab kali ini.
Menurut kalender Islam atau kalender hijriah yang dikeluarkan oleh Menteri Agama (Menag) RI, bulan Rajab 1447 H jatuh pada 21 Desember 2025. Tepatnya yakni pada Ahad Pahing.
Bulan Rajab menjadi salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Terdapat berbagai keutamaan dan manfaat bagi muslim/muslimah yang melaksanakan ibadah di dalamnya, termasuk puasa sunah.
Umat Islam pun dapat menandai hari-hari penting selama bulan Rajab ini, termasuk puasa sunah. Hal ini dapat membantu agar umat Islam dapat maksimal dalam ibadah puasa sunah yang terdapat di bulan tersebut.
Selain itu, momen puasa sunah bulan Rajab juga dapat dimanfaatkan untuk sekaligus melunasi utang puasa. Dengan kata lain, umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadhan tahun sebelumnya dapat melakukan qadha atau mengganti puasanya di bulan Rajab ini.
Ada Puasa Sunah di Bulan Rajab?
Sebagai bulan mulia, terdapat ibadah puasa sunah yang dapat diamalkan selama bulan Rajab. Berikut ini keutamaan puasa sunah di bulan Rajab, melansir laman resmi Baznas Provinsi Jawa Barat (24/1/2025):
- Satu hari puasa lebih utama daripada puasa 30 hari di bulan-bulan biasa
- Pahala dilipatgandakan
- Tempat berlatih untuk Ramadhan
Kemudian, menurut Imam al-Ghazali, terdapat beberapa hari utama yang dianjurkan untuk berpuasa selama bulan Rajab. Di antaranya, yakni awal, pertengahan, dan akhir bulan, serta pada hari-hari tertentu, seperti Senin, Kamis, dan Jumat.
Hari-hari tersebut merupakan waktu yang diberkahi dan memiliki ganjaran berlipat ganda. Umat Islam dapat menyesuaikan puasa sunah lainnya pada bulan Rajab, seperti puasa Senin-Kamis, ayyamul bidh, hingga puasa daud.
Niat Gabung Qadha Ramadhan dengan Puasa Rajab
Orang yang berhalangan, seperti sakit, dalam perjalanan jauh, atau seorang muslimah yang sedang haid, mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Namun, tetap wajib untuk menggantinya atau meng-qadha puasa tersebut.
Tidak sedikit umat Islam yang mempertanyakan apakah boleh menggabungkan niat puasa sunah dengan qadha puasa Ramadhan. Menurut beberapa ulama, dilansir dari laman resmi Baznas (17/2/2025), hal itu diperbolehkan dengan syariat niat utama ditujukan untuk qadha puasa Ramadhan.
Kendati demikian, beberapa ulama juga berpendapat bahwa lebih baik jika puasa qadha dan puasa sunah dilakukan secara terpisah untuk mendapatkan pahala maksimal dari masing-masing ibadah.
Kemudian, terdapat tata cara melaksanakan niat puasa Rajab sekaligus qadha Ramadhan. Berikut ini langkah-langkah yang harus diperhatikan:
Menetapkan niat di malam hari
Niat harus ditetapkan pada malam hari sebelum fajar. Niatkan bahwa puasa yang akan dilaksanakan itu adalah untuk mengganti puasa Ramadhan serta mengharap pahala puasa sunah Rajab.Bacaan niat Baca niat dalam hati. Namun, ketahui lafaz niat yang sebaiknya diucapkan, seperti berikut ini:
βNawaitu shauma ghodin βan qadha'i fardhi Ramadhana ma'a sunnati Rajaba lillahi ta'ala.β (Saya berniat puasa esok hari untuk mengganti fardhu Ramadhan sekaligus sunah Rajab karena Allah Ta'ala.)
Menjaga rukun dan syarat puasa Sebagaimana puasa biasanya, pastikan untuk menjaga rukun dan syarat puasa. Yakni, dengan senantiasa menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.
Memperbanyak amalan sunah Selain berpuasa, karena bulan Rajab merupakan bulan mulia, sebaiknya perbanyak amalan sunah. Misalnya, membaca Al-Qur'an, berzikir, hingga bersedekah.
Berdoa dan memohon ampunan Waktu-waktu mustajab, seperti menjelang berbuka, dapat digunakan untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah Swt.
Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait bulan Rajab dapat mengakses tautan berikut ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id





































