tirto.id - Tewasnya satpam bernama Sumarna (40) di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat masih menyisakan misteri. Ia diduga telah dibunuh, namun pelaku hingga kini belum ditemukan. Berikut sejumlah fakta yang telah terungkap dari kasus ini.
Kasus tewasnya Sumarna sebelumnya menggemparkan publik Purwakarta pada Jumat (24/7/2026). Kala itu, Sumarna ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di tepian danau area Tanggul Ubrug.
Sumarna diduga telah dibunuh karena kondisinya tampak mengenaskan saat ditemukan. Selain itu, Sumarna juga dilaporkan tiba-tiba tak bisa dihubungi sebelum ditemukan tak bernyawa.
5 Fakta Kematian Sumarna di Waduk Jatiluhur
Sejak ditemukan tak bernyawa secara misterius, kasus kematian Sumarna menyimpan banyak misteri yang mengitarinya. Berikut sejumlah fakta yang sejauh ini telah terungkap dalam kasus tersebut.
Akan tetapi, perlu dijelaskan bahwa penyelidikan atas kasus kematian Sumarna masih berlangsung. Oleh karenanya, fakta-fakta terkait kasus ini masih terus berkembang.
1. Sumarna Bertugas pada Kamis Malam
Sesaat sebelum ditemukan meninggal dunia, Sumarna terkonfirmasi sedang bertugas sebagai satpam di pos keamanan waduk pada Kamis (23/7) malam atau malam Jumat. Ia bertugas sesuai jadwal piket malam itu.Akan tetapi, pada Kamis malam sekitar 22.00 WIB, rekan Sumarna menemukan pos jaga dalam keadaan kosong. Sumarna tak ada di sana, walaupun sepeda motor miliknya terparkir di dekat pos jaga.
Setelah tak kunjung ditemukan keberadaannya, Sumarna kemudian dicari oleh rekan dan sejumlah warga sekitar. Ia sempat juga dihubungi melalui panggilan telepon seluler, namun tak satu pun panggilan itu dijawab.
Keanehan lalu muncul ketika perangkat handy talky (HT) yang seharusnya digunakan Sumarna telah ditemukan. Alih-alih dibawa Sumarna, HT itu berada di atas sebuah perahu.
2. Jasad Sumarna Ditemukan Keesokan Hari dengan Tangan Terborgol
Semalaman Sumarna tak ditemukan, hingga akhirnya ia ditemukan pada Jumat pagi. Namun, ia didapati dalam keadaan mengapung dan telah meninggal dunia kala itu.Jasad Sumarna ketika ditemukan tewas juga tampak mengenaskan. Ia masih mengenakan seragam satpam, namun kedua tangannya terborgol ke belakang. Sumarna diduga tewas tenggelam.
3. Jasad Sumarna Dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta
Sementara itu, jasad Sumarna yang ditemukan tak bernyawa pada Jumat lalu itu kemudian dibawa ke RSUD Banyu Asih Purwakarta. Di sana, jenazah Sumarna menjalani pemeriksaan awal.Kemudian, polisi dilaporkan telah membawa jenazah ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung. Di rumah sakit tersebut, jenazah Sumarna disebut menjalani autopsi dan pemeriksaan forensik.
Akan tetapi, autopsi disebut masih dalam proses pemeriksaan hingga Selasa (28/7). Analisis penyebab kematian Suarna baru bisa disimpulkan setelah proses tersebut rampung.
4. Kematian Korban Diduga Terkait dengan Aksi Vandalisme
Seiring penyelidikan kasus ini bergulir, kematian Sumarna kemudian diduga berkaitan dengan aksi vandalisme. Kecurigaan ini berasal dari rekaman status WhatsApp rekan Sumarna sebelum tewas.Menurut keterangan Polres Purwakarta, status WhatsApp tersebut menampilkan bahwa telah terjadi aksi vandalisme di sekitar lokasi tempat bertugas Sumarna. Polisi menyebut terdapat informasi bahwa Sumarna sempat menegur para terduga pelaku vandalisme pada Rabu (22/7), sehari sebelum Sumarna tewas.
Pihak kepolisian kemudian mendalami informasi ini setelah mendapatkan informasi tambahan bahwa para pihak yang sebelumnya ditegur itu kembali lagi. Mereka disebut kembali lagi selang sehari.
5. Polisi Usut Kasus Tewasnya Sumarna
Kasus tewasnya Sumarna ini kini tengah diusut oleh kepolisian Polda Jabar. Pihak kepolisian menyebut proses penyelidikan terhadap kasus ini terus berjalan.Kepolisian Polres Purwakarta juga sebelumnya dilaporkan telah memeriksa 12 saksi terkait kasus ini. Sebanyak 12 orang saksi itu disebut terdiri dari warga dan rekan Sumarna.
Selain itu, polisi juga disebut tengah mendalami informasi yang beredar tentang dugaan keterkaitan kasus ini dengan geng motor. Polda Jabar menyebut anggota geng motor yang dikaitkan dalam kasus ini akan diperiksa jika bukti yang ditemukan dalam penyelidikan mengarah ke mereka.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































