tirto.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memastikan hasil peninjauan ke wilayah bentrokan dua kubu kelompok masyarakat di daerah Matraman, Jakarta, beberapa waktu lalu, bukan dipicu oleh isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
"Tidak ada hubungan dengan soal rasisme, tidak ada hubungan dengan konflik suku dan etnis. Ini [bentrokan] terjadi memang [aksi] kriminal murni di lapangan," ucap Pigai kepada awak media di Bandung, Selasa (28/7/2026).
Ia bilang, Kementerian HAM telah turun langsung sekaligus bertemu dengan kedua belah pihak yang terlibat. Termasuk aparat kewilayahan serta sejumlah korban bentrokan yang menjalani perawatan di rumah sakit.
"Kementerian HAM memastikan pelayanan kesehatannya bagi mereka yang korban, itu ditanggung oleh negara, pemerintah yang tanggung," imbuhnya.
"Kami menyampaikan juga turut berduka cita kepada orang yang meninggal. Tetapi hal-hal yang semacam ini di masa yang akan datang harus dilakukan komunikasi yang lebih humanis dan bermartabat," sambung Pigai.
Ia merasa prihatin dengan konflik yang dialami masyarakat sekitar tersebut. Dirinya mengharapkan situasi seperti demikian tidak terulang lagi, apalagi hingga menyinggung friksi sosial etnis, suku maupun umat antaragama.
"Ini perlu diantisipasi. Oleh karena itu yang Matraman kami sudah ya, kami sudah turun dan sampai ke rumah sakit," ungkap Pigai.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































