Menuju konten utama

Sidang Bea Cukai: Rizal Akui 4 Kali Bertemu Bos Blueray Cargo

Eks Direktur P2 Bea Cukai Rizal akui 4 kali temui John Field, tapi bantah bantu muluskan jalur merah impor milik grup Blueray Cargo.

Sidang Bea Cukai: Rizal Akui 4 Kali Bertemu Bos Blueray Cargo
Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi perkara suap importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Orlando Hamongan (kanan), Rizal Fadillah (tengah), dan Sisprian Subiaksono (kiri) berjalan menggunakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wpa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Terdakwa kasus dugaan korupsi di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) sekaligus mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC, Rizal Fadillah, mengaku sempat beberapa kali bertemu dengan John Field. Namun ia membantah membantu kegiatan impor Perusahaan tersebut.

Pengakuan tersebut terungkap dalam sidang agenda pemeriksaan terdakwa Rizal di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2026). Nama John Field kembali disebut ketika penasihat hukum Rizal menanyakan, awal mula pertemuan mereka.

Sebagai informasi, John Field merupakan tersangka kasus korupsi importasi di lingkungan DJBC Kementerian Keuangan pada 2025-2026. Ia terseret kasus korupsi ini usai temuan aliran dana dari perusahaan miliknya, Blueray Cargo ke sejumlah pejabat Bea Cukai.

"Dalam persidangan juga kemarin terungkap fakta bahwa ada beberapa kali pertemuan, kalau tidak salah empat kali pertemuan, Bapak dengan Blueray ya Pak ya, dengan John Field. Bisa Bapak jelaskan di mana saja pertemuan dengan John Field tersebut?" tanya penasihat hukum.

Rizal lantas menjelaskan sejumlah lokasi pertemuan mereka. Rizal memastikan agenda tersebut sepengetahuan pimpinan dirinya. Mulai dari pertemuan di sebuah restoran, kantor DJBC, hingga di Hotel Borobudur.

"Apa Pak materi pembicaraan? Apakah di dalam pertemuan Bapak itu ada kalimat dari John Field yang mengatakan, ‘Pak, ini importasi kami banyak jalur merah, Pak. Tolong kami dibantu, Pak.’ Apakah ada seperti itu, Pak? Dan apakah ada, pak, komitmen dari Bapak, Bapak bersedia untuk membantu mereka, Pak?" tanya penasihat hukum.

​"Tidak ada pernyataan seperti itu. Dalam setiap pertemuan itu kami itu menekankan, dan saya juga menekankan agar Blueray merubah perilakunya kalau memang harus pekerjaannya lancar, seperti itu," jawabnya.

Status Blueray Cargo Sebagai Importir Berisiko Tinggi

Rizal juga sempat menjelaskan, Blueray Cargo kerap masuk ke dalam jalur Importir Berisiko Tinggi (IBT). Menurutnya, status tersebut berkaitan dengan ditemukannya sejumlah temuan pelanggaran saat kegiatan importasi.

"Blueray itu grup, dan itu dia punya banyak perusahaan. Dan dari semua perusahaan itu dia masuk ke jalur IBT karena sebagian besar banyak temuan pelanggaran atas importasinya," jelas terdakwa.

​"Selama Saudara menjabat menjadi P2, apakah Blueray itu selalu IBT atau seperti apa? Trennya itu apakah tetap meningkat atau seperti apa?" tanya penasihat hukum.

"Sepengetahuan saya meningkat. Jadi pengenaan jalur merah terhadap importasi grup Blueray itu, itu ada peningkatan karena memang masih banyak ditemukan pelanggaran," jawab Rizal.

Diketahui bahwa John Field sudah divonis 2 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi importasi, di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan pada 2025-2026. Ia terbukti memberikan uang suap kepada pejabat Bea Cukai secara total Rp91,77 miliar.

Aliran dana tersebut diduga mengalir kepada para pejabat Bea Cukai, antara lain Direktur P2 DJBC periode 2024-Januari 2026, Rizal, Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC, Sisprian Subiaksono, dan Kepala Seksi Intelijen DJBC, Orlando Hamonangan.

Baca juga artikel terkait KASUS BEA CUKAI atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Siti Fatimah