Menuju konten utama
Bahasa Indonesia

Pengertian SPOK, Kalimat Tunggal, Struktur Bahasa, & Contohnya

SPOK adalah komponen penting dalam suatu kalimat efektif. Lantas, apa pengertian SPOK, bagaimana strukturnya, dan contohnya?

Pengertian SPOK, Kalimat Tunggal, Struktur Bahasa, & Contohnya
SPOK adalah komponen kalimat yang terdiri atas unsur Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - SPOK adalah struktur dasar atau pola kalimat dalam bahasa Indonesia. Terdapat beberapa jenis kalimat, salah satunya adalah kalimat tunggal. Kalimat tunggal terdiri dari satu pola kalimat dalam SPOK adalah satu subjek, satu predikat, dan bisa pula dilengkapi objek serta keterangan.

Kalimat sebagai satuan bahasa bisa dikomunikasikan dengan cara lisan (ujaran) dan tulisan (teks). A. Moeliono dan S. Dardjowidjojo dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988) melengkapi definisi kalimat sebagai bagian terkecil dari sebuah lisan atau tulisan yang gunanya menerangkan pemikiran melalui ketatabahasaan.

Lantas, bagaimana contoh kalimat SPOK dalam struktur bahasa Indonesia? dan bagaimana contoh soal SPOK? Simak informasi selengkapnya melalui artikel berikut.

Apa itu Struktur SPOK

SPOK adalahsingkatan dari Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan. Dalam buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan, kalimat dalam bahasa tulis memiliki pola dasar berupa Subjek + Predikat.

Struktur S+P ini dapat diperluas menjadi beberapa tipe struktur kalimat dengan menambahkan unsur-unsur selain subjek dan predikat.

Unsur-unsur lain tersebut seperti objek, Pelengkap, dan Keterangan. Lalu apa itu subjek, predikat, objek, dan keterangan.

Subjek

Subjek merupakan kata yang memenuhi fungsi dalam kalimat sebagai pokok kalimat. Subjek dapat berupa kata benda (nomina), kelompok kata benda (frasa nominal), atau klausa.

Subjek dapat dicari dengan menggunakan kata tanya apa atau siapa karena subjek berisi keterangan siapa yang menjadi "pelaku" dalam sebuah kalimat. Contoh:

  • Aku pergi memancing.
  • Siapa yang pergi memancing? (jawabannya adalah “Aku” yang merupakan subjek).

Predikat

Predikat adalah unsur utama dalam kalimat. Fungsi predikat dalam bahasa Indonesia dapat diisi dengan kata kerja (verba) atau kumpulan kata kerja (frasa verbal); kata sifat (adjektiva) atau kumpulan kata sifat (frasa adjektival); dan kata benda (nomina) atau kumpulan kata benda (frasa nominal).

Predikat dalam SPOK mempunyai ciri dapat diingkarkan. Jika fungsi predikat diisi dengan kata kerja, maka dapat dinegasikan dengan menambahkan kata “tidak”.

Sedangkan, jika fungsi predikat diisi dengan kata benda, maka dapat dinegasikan dengan menambahkan kata “bukan”.

  • Tono memakan semua makanan yang tersisa.
  • Tono (tidak) memakan semua makanan yang tersisa.
Pada contoh kalimat di atas, kata "memakan" menjadi predikat. "Memakan" masuk dalam kelas kata verba atau kata kerja, karenanya dapat dinegasikan dengan menambahi kata "tidak".

Objek

Objek merupakan unsur kalimat yang kehadirannya bergantung pada jenis predikat yang mendahuluinya. Objek harus dimunculkan jika sebuah kalimat menggunakan predikat berupa kata kerja transitif.

Verba transitif dapat kita kenali jika kata tersebut menggunakan imbuhan meng, meng-...-i, dan meng-...-kan. Contoh:

  • Tini mengatakan.
  • Tini mengatakan bahwa esok ia akan pergi ke Bandung.
Pada contoh di atas, fungsi predikat diisi dengan kata kerja transitif berupa "mengatakan", oleh karenanya objek wajib dihadirkan. Jika tidak dihadirkan, kalimat menjadi tidak gramatikal atau tidak bermakna apa-apa.

Objek juga punya ciri lain berupa tak boleh diawali dengan preposisi (selain di, ke, dari). Jika didahului dengan preposisi, maka predikat akan menjadi frasa proposisional dan frasa preposisional tak dapat menjadi objek.

Keterangan

Sedangkan Keterangan adalah unsur kalimat yang keberadaannya bersifat opsional atau tidak wajib. Keterangan dapat diisi dengan nomina atau frasa nominal; frasa numeral; frasa preposisional; atau adverbia. Keterangan wajib adanya hanya jika menjadi bagian dari predikat.
  • Aktor senior itu meninggal dunia kemarin malam.
  • Rumahku menghadap ke timur.
Keberadaan keterangan pada contoh kalimat pertama bersifat manasuka karena tidak menjadi bagian dari predikat berupa “meninggal dunia”.

Tanpa keterangan, kalimat tersebut tetap gramatikal. Sedangkan, pada contoh kalimat kedua, keterangan “ke timur” menjadi bagian dari predikat dan menghilangkannya akan membuat kalimat tidak gramatikal.

Contoh Kalimat SPOK

Dikutip dari buku Penyuluhan Kalimat (2014) karya Sry Satriya Tjatur Wisnu Sasangka, kalimat tunggal yang juga dikenal dengan kalimat simpleks bisa diartikan sebagai kalimat yang hanya terdiri dari sebuah klausa bebas (satu predikat) atau tidak mengandung klausa terikat.

Lantaran terdiri dari satu klausa, maka kalimat tunggal hanya mengandung satu informasi. Biasanya, cara melihat informasi tersebut dapat dilakukan dengan mencari predikat dari kalimat yang tertulis/terucap.

Selain itu, terdapat beberapa rangkaian struktur dari kalimat tunggal, mulai yang terdiri dari subjek dan predikat (S-P); subjek predikat, dan objek (S-P-O); subjek, predikat, dan pelengkap (S-P-O-Pel); subjek, predikat, dan keterangan (S-P-K); hingga berupa predikat saja (P).

Berikut ini beberapa contoh kalimat SPOK, simak selengkapnya:

  • Dia pingsan (S-P).
  • Bapak lari dari perampok (S-P-O).
  • Aku suka makan (S-P-Pel).
  • Guru mengajar muridnya membaca (S-P-O-Pel).
  • Rudi makan soto di kantin (S-P-O-K).
  • Saya tiba pukul 12.00 siang (S-P-K) Sini! (P).

Contoh Soal SPOK

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, memahami pola kalimat SPOK tidak hanya sebatas mengenali unsurnya saja, tetapi juga perlu mempraktikkannya melalui latihan.

Artikel berikut akan menyajikan sejumlah contoh soal SPOK yang dapat membantu peserta didik maupun masyarakat umum dalam melatih kemampuan menyusun kalimat berpola SPOK secara tepat.

Berikut ialah sejumlah contoh soal SPOK yang dapat menjadi referensi belajar peserta didik di sekolah maupun rumah, simak selengkapnya di sini:

1. Tentukan kalimat yang memiliki pola SPOK

a. Ibu memasak sayur di dapur.

b. Ayah membaca koran.

c. Andi berlari cepat.

d. Bunga tumbuh di taman.

Jawab: Ibu (S) memasak (P) sayur (O) di dapur (K)

2. Lengkapi kalimat berikut agar berpola SPOK

a. Adik … buku …

b. Mereka … sepeda …

c. Sinta … bunga …

Jawab:

a. Adik membaca (P) buku (O) di kamar (K).

b. Mereka mengayuh (O) sepeda di halaman rumah (K).

c. Sinta menanam bunga (O) di halaman (K).

3. Identifikasi unsur SPOK pada pola kalimat berikut!

a. Guru menjelaskan materi di kelas.

b. Rudi menendang bola di lapangan.

Jawab:

Guru (S) menjelaskan (P) materi (O) di kelas (K).

Rudi (S) menendang (P) bola (O) di lapangan (K).

4. Lengkapilah kalimat berikut agar berpola SPOK:

Ibu … pakaian …

Jawab:

Ibu (S) menjemur (P) pakaian (p) di halaman (K)

5. Identifikasilah unsur SPOK pada kalimat berikut:

Ayah memperbaiki sepeda di garasi.

Jawab:

Ayah (S) memperbaiki (P) sepeda (O) di garasi (K).

Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Materi Ajar. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!

Kumpulan Artikel Materi Ajar

Baca juga artikel terkait BAHASA INDONESIA atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Edusains
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yulaika Ramadhani & Indyra Yasmin