Menuju konten utama

Panduan Memilih Air Purifier dan Rekomendasinya

Cara memilih air purifier yang tepat, mulai dari jenis filter, nilai CADR, hingga rekomendasi produk terbaik untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Panduan Memilih Air Purifier dan Rekomendasinya
Ilustrasi air purifier. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Memilih air purifier yang berkualitas bisa sangat membantu dalam menjaga kualitas udara di dalam rumah. Namun, dengan banyaknya pilihan di pasaran, kita perlu memahami cara memilih air purifier yang tepat sesuai kebutuhan.

Polusi udara, baik itu karena debu halus, asap, hingga zat kimia, merupakan musuh yang bisa menurunkan kesehatan. WHO mencatat bahwa menghirup polutan bisa menyebabkan peradangan, stres oksidatif, turunnya daya tahan tubuh, bahkan mutasi gen penyebab penyakit.

Semuanya bisa dicegah dengan penggunaan air purifier. Air purifier adalah perangkat yang berfungsi untuk menyaring atau membersihkan udara di dalam ruangan dari berbagai polutan, mulai dari partikel halus seperti debu, asap, alergen, hingga mikroorganisme seperti virus dan bakteri.

Secara garis besar, air purifier bekerja dengan menarik udara kotor di dalam ruangan, lalu melewatkannya ke dalam lapisan filter. Udara yang sudah disaring atau dibersihkan kemudian dilepaskan lagi ke ruangan.

Namun, air purifier hanya bisa “menangkap” polutan yang masih ada di udara. Polutan yang mendarat di permukaan benda (contohnya debu di sofa atau karpet), biasanya tidak bisa ditarik oleh air purifier sehingga membutuhkan pembersihan manual, misalnya dengan vacuum cleaner.

Meski demikian, air purifier tetap punya peran besar dalam pembersihan udara di dalam ruangan, dan kita perlu tahu air purifier seperti apa yang bagus untuk menjaga kualitas udara di rumah.

Jenis-Jenis Air Purifier, Mana yang Paling Efektif?

Air Purifier

Air Purifier. foto/istockphoto

Air purifier udara hadir dalam berbagai jenis dengan teknologi yang beragam. Sebagai konsumen, kita harus cerdas dalam memilih air purifier yang tepat agar udara di dalam rumah tetap bersih dan para penghuni terbebas dari segala macam penyakit.

Setidaknya ada empat jenis air purifier yang patut diketahui, tapi tidak semuanya direkomendasikan. Secara umum, berikut tipe air purifier yang bisa ditemukan di pasaran:

1. Air Purifier HEPA (High Efficiency Particulate Air)

Air purifier ini menggunakan HEPA, yaitu teknologi filter yang mampu menyaring hingga 99,97% partikel berukuran 0,3 mikron dan sangat direkomendasikan oleh dokter karena efektif menghilangkan sebagian besar kontaminan udara.

2. Air Purifier Karbon Aktif

Jenis ini memiliki filter karbon aktif dengan pori-pori kecil yang mampu menyerap polutan sehingga zat berbahaya akan menempel dan terperangkap di dalam filter. Teknologi ini sangat efektif untuk menghilangkan asap maupun bau tak sedap.

3. Air Purifier dengan Ionizer

Air purifier jenis ini akan menghasilkan ion negatif untuk menarik partikel debu dan alergen di udara, kemudian menjatuhkannya ke permukaan seperti lantai atau dinding. Pada tipe electrostatic precipitator (ESP), air purifier juga dilengkapi pelat khusus sehingga partikel menempel pada pelat tersebut.

4. Air Purifier UV

Air purifier dengan teknologi sinar UV efektif untuk membunuh mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur sehingga udara lebih bersih, sehat, dan higienis. Namun, alat ini biasanya tidak mampu mengatasi partikel padat sehingga perlu dikombinasikan dengan filter lainnya.

Tipe Air Purifier Mana yang Paling Bagus?

Dari keempat jenis di atas, tipe HEPA dianggap paling efektif untuk membersihkan udara, sementara tipe ionizer merupakan jenis air purifier yang paling tidak direkomendasikan.

Sebuah studi bertajuk Efficacy of HEPA Air Cleaner on Improving Indoor Particulate Matter (PM2.5) Concentration meneliti efektivitas air purifier dengan teknologi HEPA.

Studi ini membuktikan bahwa air purifier HEPA memang efektif dalam menurunkan polusi udara (PM2.5) di dalam rumah secara signifikan. Namun, hasilnya bisa dipengaruhi beberapa faktor, seperti cara penggunaan, jumlah unit, kekuatan airflow, hingga kondisi ventilasi rumah.

Di sisi lain, air purifier dengan teknologi ionizer tidak direkomendasikan. Situs U.S. Environmental Protection Agency (EPA) mengungkapkan bahwa teknologi ini bisa menghasilkan ozon.

Ozon sendiri memang diklaim dapat memurnikan udara, tapi ozon juga berbahaya bagi kesehatan jika terhirup. Karena sifat kimianya yang sangat reaktif, ozon tidak hanya bekerja pada polutan di udara, tapi juga dapat bereaksi dengan jaringan tubuh manusia.

Tak hanya itu, EPA juga mengungkap bahwa beberapa studi juga membuktikan bahwa air purifier dengan teknologi ionizer tidak benar-benar efektif dalam membersihkan udara dari partikel debu, asap rokok, serbuk sari, atau spora jamur dibandingkan HEPA atau yang dilengkapi ESP.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa air purifier dengan HEPA lebih direkomendasikan untuk digunakan di dalam rumah. Teknologi ini juga bisa dikombinasikan dengan karbon aktif atau UV untuk kualitas udara yang lebih maksimal.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Air Purifier

Ilustrasi air purifier

Ilustrasi air purifier. FOTO/iStockphoto

Terdapat beberapa hal yang wajib diperhatikan saat memilih air purifier. Bukan hanya soal tipe atau jenis teknologi yang digunakan, tapi juga soal kondisi ruangan hingga daya listrik yang digunakan, berikut penjelasannya.

1. Clear Air Delivery Rate (CADR)

Clean Air Delivery Rate (CADR) menunjukkan seberapa cepat dan efektif air purifier membersihkan udara. Nilai CADR biasanya dinyatakan dalam satuan meter kubik per jam (m3/jam). Sederhananya, semakin tinggi angka CADR, semakin cepat dan efisien perangkat tersebut.

Secara umum, nilai CADR yang ideal minimal ⅔ dari luas ruangan dalam satuan kaki persegi (square feet). Tentunya semakin tinggi CADR akan semakin bagus untuk membersihkan udara ruangan.

2. Ukuran Ruangan

Ukuran ruangan menjadi faktor utama dalam memilih air purifier karena berkaitan langsung dengan kemampuan alat dalam membersihkan udara. Setiap produk biasanya mencantumkan rekomendasi luas ruangan, nilai CADR, atau jangkauan pembersihan.

Kita pun bisa menentukan sendiri nilai CDR yang dibutuhkan untuk ruangan di dalam rumah. Sebagai contoh, untuk ruangan kecil berukuran 3 m x 3 m, maka ruangan tersebut setara dengan 97 sq ft.

Dengan patokan umum bahwa CADR yang baik adalah minimal ⅔ dari luas ruangan, maka kebutuhan CADR untuk ruangan ini adalah sekitar 65-70 CADR. Agar lebih optimal, disarankan memilih air purifier dengan CADR lebih tinggi, misalnya di kisaran 80-120.

3. Suara/Kebisingan

Tingkat kebisingan air purifier juga perlu diperhatikan karena perangkat ini akan terus menyala, terutama jika digunakan di kamar tidur atau ruang kerja. Kabar baiknya, banyak air purifier yang sudah dilengkapi beberapa mode, termasuk sleep mode sehingga tidak akan berisik.

Kebisingan air purifier umumnya berkisar antara 20-60 dB tergantung mode yang dipilih. Sebagai referensi, tingkat kebisingan sekitar 50 dB kira-kira sama dengan dengungan lemari es.

4. Biaya Penggantian Filter

Biaya penggantian filter juga perlu diperhitungkan saat memilih air purifier. Umumnya, filter mekanis (seperti HEPA) perlu diganti atau dibersihkan setiap 6-12 bulan, sedangkan filter karbon aktif biasanya diganti lebih sering, sekitar setiap 3 bulan.

Banyak air purifier dilengkapi indikator yang memberi tahu kapan filter perlu diganti atau dibersihkan. Dari segi harga, biaya filter sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga lebih dari Rp1 juta.

Rekomendasi Air Purifier

Ilustrasi air purifier

Ilustrasi air purifier. FOTO/iStockphoto

Dengan kondisi lingkungan yang tak menentu dan potensi polusi udara yang membahayakan kesehatan, air purifier bisa jadi solusi untuk menjaga kualitas udara di dalam hunian. Berikut beberapa rekomendasi air purifier dan kisaran harganya:

1. Philips Air Purifier 600i Series AC0650/10

Philips menghadirkan air purifier yang mampu menjangkau ruangan hingga 44 m2 dengan nilai CADR 170 m3/jam, efektif membersihkan udara dari berbagai polutan seperti debu, bakteri, virus, hingga bau tak sedap.

Perangkat ini dilengkapi filter NanoProtect HEPA yang menyaring 99,97% partikel dengan ukuran 100x lebih kecil dari HEPA standar. Air purifier Phillips memiliki sensor AreaSense untuk memindai kualitas udara secara real-time, serta teknologi VitaShield untuk mengurangi virus dan aerosol di udara.

Pada mode senyap, air purifier ini memiliki tingkat kebisingan hanya 19 dB. Dengan daya 12 watt saja, air purifier dari Phillips dibanderol dengan harga Rp1.200.000 - Rp1.300.000.

2. Simplus Air Purifier

Simplus Air Purifier memiliki nilai CADR hingga 330 m3/jam. Dibekali filter HEPA H13 yang efisien, air purifier ini mampu menyaring 99,97% partikel polutan, termasuk PM2.5, debu, alergen, lumut, bulu hewan, serbuk sari, serat tekstil, asap rokok, virus, dan bakteri.

Tak hanya HEPA H13, air purifier Simplus juga memiliki filter karbon aktif yang bisa mengatasi bau tak sedap dalam ruangan. Perangkat ini juga dilengkapi mode pintar otomatis sehingga akan bekerja sesuai dengan tingkat polusi di dalam rumah.

Simplus Air Purifier juga bekerja sangat senyap hingga 35 dB pada mode tidur. Dengan daya 40 watt, perangkat ini dapat dibeli dengan harga Rp1.100.000 - Rp1.200.000.

3. Covenant Air Purifier AP-06

Covenant Air Purifier AP06 bekerja dengan tiga lapisan penyaringan, mulai dari pre filter, HEPA H13, hingga filter karbon aktif. Air purifier ini mampu menyaring hingga 99,7% partikel halus seperti PM2.5, debu, asap, bulu hewan, hingga jamur.

Covenant Air Purifier AP06 memiliki CADR 120-180 m3/jam dengan jangkauan area 35-50 m2, serta konsumsi daya 35-45 watt. Alat ini memiliki panel layar sentuh yang modern dan mudah digunakan, serta tiga pilihan kecepatan yang bisa diatur sesuai kebutuhan.

Tingkat kebisingan Covenant Air Purifier AP06 hanya 55 dB sehingga nyaman digunakan sepanjang hari. Air purifier ini bisa didapatkan dengan harga Rp700.000 - Rp1.200.000.

4. ONIX HOMME Air Purifier

Air purifier ini dilengkapi True HEPA filter (HEPA 13) berlapis hingga lima tahap yang mampu menyaring 99,7% partikel halus seperti PM2.5, debu, asap, bulu hewan, serbuk, jamur, dan partikel berbahaya lainnya.

Perangkat ini memiliki CADR cukup tinggi hingga 280 m3/jam dengan konsumsi daya sebesar 40 watt, tergolong efektif untuk membersihkan udara di dalam ruangan mulai dari ukuran 35 m2.

Perangkat ini dilengkapi panel layar sentuh, tiga pilihan kecepatan, serta memiliki tingkat kebisingan di bawah 55 dB. Air purifier ini dibanderol dengan harga Rp400.000 - Rp500.000.

5. Levoit Vital 100S Pet Care Smart True HEPA Air Purifier

Levoit Vital 100S Pet Air Purifier dirancang khusus untuk pemilik hewan peliharaan dengan sistem filtrasi 3 tahap, terdiri dari pre-filter yang dapat dicuci, True HEPA H13, dan karbon aktif untuk menangkap debu, bulu hewan, serta menghilangkan bau tidak sedap.

Perangkat ini memiliki CADR sebesar 274 m3/jam dan mampu menjangkau ruangan hingga 57 m2. Selain itu, perangkat ini dilengkapi berbagai fitur pintar seperti kontrol melalui aplikasi VeSync, indikator kualitas udara real-time dan sensor cahaya.

Air purifier ini juga memiliki mode tidur yang sangat senyap dengan tingkat kebisingan 25-54dB. Levoit Vital 100S Pet Air Purifier dijual di kisaran harga Rp1.900.000 - Rp2.100.000.

Itulah panduan memilih air purifier yang tepat, mulai dari tipe perangkat yang sebaiknya digunakan, kriteria lain yang wajib diperhatikan, serta beberapa rekomendasi air purifier dari berbagai merek.

Dengan memahami kebutuhan ruangan hingga fitur yang ditawarkan, kita bisa menentukan air purifier yang paling sesuai untuk menjaga kualitas udara di rumah tetap bersih dan sehat.

Butuh rekomendasi air purifier atau informasi menarik lain seputar peralatan elektronik? Cek melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Elektronik

Baca juga artikel terkait PERALATAN ELEKTRONIK atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Byte
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani