Menuju konten utama

Mendagri Tito Usul Bentuk Ditjen Khusus Atasi 300 BUMD yang Rugi

Dari total 1.091 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sampai saat ini 28 persen atau 300 di antaranya masih mengalami kerugian finansial.

Mendagri Tito Usul Bentuk Ditjen Khusus Atasi 300 BUMD yang Rugi
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan sambutan sebelum melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait infrastruktur pesantren di Jakarta, Selasa (14/10/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Dalam negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan dari total 1.091 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sampai saat ini 28 persen atau 300 di antaranya masih mengalami kerugian finansial. Dari jumlah tersebut, total kerugian yang ditanggung 300 BUMD mencapai Rp5,5 triliun.

Dengan masih adanya BUMD yang merugi tersebut, Tito mengaku kini tengah mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) yang khusus mengurusi persoalan BUMD.

“Ini kemudian kami mengusulkan kepada Bapak Presiden, melalui Menpan (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi/PAN RB), Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara), sekarang sedang proses Pak, yang di Kementerian Dalam Negeri, ada Ditjen yang ngurusin Badan Usaha Milik Daerah,” katanya, kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang hadir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025, di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).

Kata Tito, dengan adanya Ditjen BUMD, ke depan tidak akan lagi perusahaan milik pemerintah daerah (Pemda) yang merugi. Menurutnya, jika BUMD rugi, Pemda jelas akan ikut merugi, karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dialokasikan untuk operasional APBD mencapai sekitar Rp1.300 triliun), dengan total aset yang dimiliki oleh BUMD senilai Rp1.240 triliun dan jumlah dividen yang dihasilkan mencapai Rp13,02 triliun.

“Yaitu Rp919 triliun dari TKD Kementerian Keuangan dan kurang lebih Rp402 triliun itu adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD),” sambungnya.

Sementara itu, jika dirinci berdasarkan jenis usaha, ada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang melaporkan kerugian, kemudian kerugian juga diderita oleh 127 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), 4 BUMD yang bergerak di bidang industri agro, 5 perusahaan Jaminan Perkreditan Rakyat (Jamkrida( tercatat masih rugi, 12 perusahaan migas daerah dilaporkan merugi, 8 BUMD yang bergerak di bidang pengelolaan pasar rugi, 7 BUMD di sektor pariwisata rugi, dan 112 BUMD aneka usaha lainnya juga tercatat masih mengalami kerugian.

Sebaliknya, jumlah BUMD yang berhasil mencatatkan laba ada sebanyak 678 perusahaan atau 62 persen dari total BUMD dan 113 persen tidak melaporkan keuntungan atau kerugian.

Baca juga artikel terkait MENDAGRI TITO atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra