Menuju konten utama

Makna Al Maidah Ayat 21, Surat dalam Al Quran tentang Palestina

Makna Al Maidah Ayat 21 berisi penjelasan pewaris yang berhak atas tanah Palestina adalah manusia yang beriman. Berikut tafsir dari Kemenag dan Tahlili.

Makna Al Maidah Ayat 21, Surat dalam Al Quran tentang Palestina
Perwakilan pesantren Al Huda membaca Alquran usai menerima bantuan di Masjid Baiturrahim, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (24/5/2019). ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/wsj.

tirto.id - Makna Al Maidah Ayat 21 berisi penjelasan mengenai pewaris yang berhak atas tanah Palestina adalah manusia yang beriman.

Tanah tersebut pernah diberikan Allah Swt. kepada bani Israil dengan syarat mereka beriman, namun mereka enggan dan mengabaikan perintah untuk melawan orang kafir di sana.

Konflik Israel dan Palestina beberapa waktu lalu kembali memanas. Akibat terjadinya konflik tersebut, kedua belah pihak mengalami kerugian terutama jatuhnya korban jiwa hingga ratusan orang.

Terlepas dari konflik yang tengah berlangsung, keberadaan tentang Palestina dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur'an, salah satu Surah Al Maidah ayat 21. Berikut ini bunyi dan arti dari Surah Al Maidah ayat 21:

يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ

Arab Latinnya:

Yā qaumidkhulul-arḍal-muqaddasatal-latī kataballāhu lakum wa lā tartaddū ‘alā adbārikum fa tanqalibū khāsirīn(a).

Artinya:

"Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci [Baitulmaqdis, kota di Palestina] yang telah Allah tentukan bagimu dan janganlah berbalik ke belakang [karena takut kepada musuh], nanti kamu menjadi orang-orang yang rugi,”(QS. Al-Maidah [5]: 21).

Makna Surah Al Maidah Ayat 21 tentang Palestina

Makna Surah Al-Maidah ayat 21 adalah terkait kepemilikan tanah Palestina. Melalui ayat tersebut, Allah Swt. memerintahkan bani Israil untuk menduduki tanah Palestina dengan syarat mereka beriman.

Akan tetapi, bani Israil enggan dan mengabaikan perintah Allah Swt. untuk berperang melawan orang kafir yang menduduki Palestina. Oleh sebab itu, tanah Palestina tidak menjadi milik Israel lagi. Kepemilikan tanah Palestina kemudian diberikan kepada Islam yang lebih berhak sesuai perintah Allah Swt.

Di sisi lain, banyak tafsir yang menerangkan tentang Surah Al Maidah ayat 21 mulai Tafsir Al-Wajiz, Tafsir Ash-Shaghir,Tafsir Ibnu Katsir,Tafsir Al-Jalalain, hingga Tafsir Al-Misbah. Berikut ini tafsir Kementerian Agama RI tentang Surah Al-Maidah ayat 21:

1. Tafsir Surat Al Maidah Ayat 21 tentang Palestina Versi Kemenag

Nabi Musa selanjutnya berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci, yaitu tanah Palestina yang disucikan dari kemusyrikan karena banyaknya nabi-nabi yang diutus di tanah itu, itulah tanah yang telah ditentukan Allah bagimu dalam ilmu-Nya yang azali untuk memasukinya dan merasakan kedamaian di dalamnya apabila engkau beriman dan taat kepada perintah-Nya, dan janganlah kamu berbalik ke belakang karena takut kepada musuh, nanti kamu menjadi orang yang rugi di dunia dan akhirat karena kamu tidak mempercayai jaminan Allah bahwa tanah itu ditetapkan Allah bagimu untuk memasukinya.”

2. Tafsir Surat Al Maidah Ayat 21 tentang Palestina Versi Tahlili

Setelah Nabi Musa mengingatkan orang-orang Yahudi dan menjelaskan nikmat-nikmat itu, kemudian memerintahkan mereka agar berani menghadapi musuh-musuh Allah dengan janji, bahwa Allah akan menolong mereka. Perintah Nabi Musa itu ialah mereka harus memasuki tanah suci Kanaan (Palestina) dan berdiam di negeri yang telah dijanjikan dan ditetapkan Allah untuk menjadi tempat tinggal mereka.

Menurut riwayat Ibnu ‘Asakir dari Mu’āż bin Jabal bahwa tanah suci itu di antara sungai Tigris dengan sungai Furat. Tanah itu disebut suci karena telah sekian banyak nabi menempatinya yang senantiasa mengajak kepada agama Tauhid, karenanya tanah itu bersih dari patung-patung dan kepercayaan yang sesat. Dan Nabi Musa melarang mereka murtad kembali menyembah berhala dan membuat keonaran dalam masyarakat dengan berbuat kezaliman dan mengikuti hawa nafsu. Jika mereka tidak mematuhi ketentuan itu mereka akan rugi, karena nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada mereka itu akan dicabut kembali dan dibatalkan.

Baca juga artikel terkait AGAMA ISLAM atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani