tirto.id - Saat ini OMI 2025 tengah memasuki tahap pengumuman OMI Kabupaten/Kota yang dijadwalkan pada 17 September 2025. Peserta yang lolos akan memasuki tahapan dan tingkatan berikutnya hingga di tingkat nasional, lalu meraih juara. Simak kriteria pemenang OMI 2025 dan sistem penilaiannya.
Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) merupakan ajang kompetisi resmi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Ajang ini bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, serta daya saing murid madrasah dan sekolah sederajat di bidang sains dan riset.
Tahun ini merupakan tahun perdana pelaksanaan OMI. Adapun OMI 2025 mengusung tema “Innovation and Research in Science Youth and Digital Technology.
Ajang OMI 2025 diperuntukkan bagi peserta didik dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA atau sederajat, baik dari madrasah maupun sekolah umum. Tahun ini OMI mengedepankan pengintegrasian ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, dan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI).
Terdapat dua bidang yang diujikan di OMI 2025, yakni bidang sains dan riset. Di bidang sains, untuk jenjang MI/SD terdapat bidang studi Matematika dan IPAS; jenjang MTs/SMP terdapat bidang studi Matematika, IPA, dan IPS; sementara di jenjang MA/SMA terdapat bidang studi Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi untuk jenjang SMA/MA/sederajat. Di bidang riset, bidang kompetisinya meliputi integrasi keislaman dan keilmuan (ekoteologi), Sustainable Development Goals (SDGs), dan transformasi digital untuk pembangunan nasional.
Mengutip laman resmi OMI Kemenag RI, saat ini OMI bidang sains diikuti 204.203 peserta, sedangkan OMI bidang riset diikuti sejumlah 9.349 peserta. Total peserta OMI 2025 yakni sebanyak 213.552 peserta.
Sistem Penilaian OMI 2025
Perlu diketahui, penilaian di setiap tahap OMI 2025 dilakukan oleh juri independen dan profesional. Di bidang sains, penilaian meliputi tes pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, dan juga eksplorasi/eksperimen menggunakan rubrik penilaian yang akan ditetapkan oleh juri komite nasional.
Jika nilai sama, penentuan pemenang dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Berikut ini urutan prioritasnya:
- Jumlah benar terbanyak
- Jumlah salah tersedikit
- Waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan soal
- Jumlah benar terbanyak pada OMI bidang sains sebelumnya
- Jumlah salah tersedikit pada OMI bidang sains tahap sebelumnya
Dalam penilaian administratif ini, juri atau tim ad hoc tidak hanya memastikan kelengkapan dan kesesuaian dokumen dengan persyaratan yang ditentukan. Namun, mereka juga melakukan penilaian similarity yang bertujuan memastikan originalitas proposal melalui pemeriksaan plagiarisme menggunakan aplikasi khusus, seperti Turnitin, maksimal 25% kesamaan.
Adapun penilaian proposal bertujuan memilih 30 proposal terbaik tiap bidang dan tiap jenjang (MTs dan MA sederajat) sebagai semifinalis untuk masuk ke tahap selanjutnya. Penilaian proposal riset ini meliputi orisinalitas ide, kreativitas dan kekinian, relevansi teori dan kajian pustaka yang digunakan, metode riset, kebermanfaatan, serta koherensi dan teknik penulisan.
Kriteria Pemenang OMI 2025
Setelah memperoleh nilai tertinggi dan memenuhi syarat sebagai pemenang, peserta OMI 2025 akan memperoleh penghargaan. Penghargaan/penerimaan hadiah ini ditetapkan oleh Komite OMI Nasional melalui Keputusan Penetapan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Terdapat rincian penetapan berdasarkan kriteria atau jenjang dan tingkatan lomba di tiap bidang. Berikut ini jenis-jenis penghargaan yang diterima peserta OMI 2025 bidang sains:
- Penghargaan kepada peserta sebagai apresiasi dan motivasi untuk meningkatkan kegiatan belajar dan kegiatan pendidikan lainnya di madrasah
- Penghargaan untuk para juara OMI Satuan Pendidikan
- Penghargaan untuk para juara OMI Kabupaten/Kota
- Penghargaan untuk para juara OMI Provinsi
- Penghargaan untuk para juara OMI Nasional
MI (60 medali)
- Emas: 5 (peringkat 1—5) x 2 bidang = 10 medali
- Perak: 10 (peringkat 6—15) x 2 bidang = 20 medali
- Perunggu: 15 (peringkat 16—30) x 2 bidang = 30 medali
- Emas: 5 (peringkat 1—5) x 3 bidang = 15 medali
- Perak: 10 (peringkat 6—15) x 3 bidang = 30 medali
- Perunggu: 15 (peringkat 16—30) x 3 bidang = 45 medali
- Emas: 5 (peringkat 1—5) x 6 bidang = 30 medali
- Perak: 10 (peringkat 6—15) x 6 bidang = 60 medali
- Perunggu: 15 (peringkat 16—30) x 6 bidang = 90 medali
Jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs)
No. | Bidang Kompetisi | Emas | Perak | Perunggu |
1. | Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi) | 1 | 2 | 3 |
2. | Sustainable Development Goals (SDGs) | 1 | 2 | 3 |
3. | Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan untuk Pembangunan Nasional | 1 | 2 | 3 |
Jenjang Madrasah Aliyah (MA)
No. | Bidang Kompetisi | Emas | Perak | Perunggu |
1. | Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi) | 1 | 2 | 3 |
2. | Sustainable Development Goals (SDGs) | 1 | 2 | 3 |
3. | Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan untuk Pembangunan Nasional | 1 | 2 | 3 |
Penghargaan Lainnya
No. | Kategori | MTs | MA |
1. | Presentasi Terbaik | 1 | 1 |
2. | Poster Terbaik | 1 | 1 |
3. | Expo Terbaik | 1 | 1 |
Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait olimpiade dapat mengakses tautan berikut ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id







































