Menuju konten utama

Konsep Pembangunan Berkelanjutan Pelestarian Terumbu Karang

Pahami konsep pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian terumbu karang untuk menjaga ekosistem laut, ekonomi pesisir, dan masa depan laut Indonesia.

Konsep Pembangunan Berkelanjutan Pelestarian Terumbu Karang
Terumbu karang di pulau Gili Meno, Indonesia. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Bagaimana konsep pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian terumbu karang menjadi salah satu isu penting dalam menjaga ekosistem laut Indonesia.

Terumbu karang tidak hanya berperan dalam menjaga keseimbangan laut, tetapi juga menjadi tumpuan hidup bagi jutaan masyarakat pesisir.

Lantas, bagaimana konsep pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari?

Sebelum membahas bagaimana konsep pembangunan berkelanjutan, penting untuk memahami pengertian dari pembangunan berkelanjutan itu sendiri.

Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.

Untuk itu, penting bagi setiap orang untuk memahami konsep pembangunan berkelanjutan untuk masa depan maritim dan bahari Indonesia dari terumbu karang agar dapat dioptimalkan demi kesejahteraan generasi kini dan mendatang.

Upaya pelestarian terumbu karang di Pulau Tidung

Ketua Jaringan Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL-BM) Pulau Tidung Lahmanudin Jordy alias Limbad membersihkan beton untuk menanam terumbu karang di dalam perairan Pulau Tidung, Jakarta. ANTARA FOTO/M Adimaja

Apa Fungsi dan Manfaat Terumbu Karang?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang bagaimana konsep pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian terumbu karang, penting terlebih dahulu mengetahui nilai dan peran dari terumbu karang itu sendiri.

Terumbu karang adalah ekosistem laut yang tersusun dari kumpulan karang yang hidup dan tumbuh di perairan dangkal dan hangat.

Menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Indonesia merupakan negara dengan luas terumbu karang terbesar di dunia, sekitar 18% dari total dunia.

Sayangnya, kondisi terumbu karang Indonesia mengalami tekanan serius akibat aktivitas manusia dan perubahan Iklim. Oleh karena itu, pemahaman terhadap fungsi dan manfaat terumbu karang menjadi krusial dalam upaya pelestariannya.

Fungsi dan manfaat dari terumbu karang untuk ekosistem laut sangat penting, berikut ini diantaranya:

1. Habitat Biota Laut

Terumbu karang merupakan rumah bagi lebih dari 25% spesies laut, meskipun hanya menutupi kurang dari 1% dasar laut dunia. Ekosistem ini mendukung keanekaragaman hayati laut yang luar biasa tinggi.

2. Perlindungan Pesisir

Terumbu karang berfungsi sebagai penghalang alami yang melindungi garis pantai dari erosi, gelombang tinggi, dan badai, sehingga sangat penting dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.

3. Sumber Ekonomi

Melalui perikanan, pariwisata, dan penelitian, terumbu karang memberikan penghidupan bagi jutaan masyarakat pesisir. Hal ini menunjukkan bagaimana terumbu karang dapat dikelola secara berkelanjutan untuk mendukung ekonomi lokal.

4. Penyeimbang Ekosistem Laut

Terumbu karang membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut dengan mengatur populasi ikan dan organisme laut lainnya, serta berperan penting dalam siklus karbon.

5. Potensi Sumber Obat

Banyak organisme di terumbu karang yang memiliki senyawa bioaktif untuk pengembangan obat-obatan, termasuk anti-kanker dan anti-virus.

Ilustrasi Ekosistem Laut

Ilustrasi Ekosistem Laut. foto/istockphoto

Mengenal Konsep Pembangunan Berkelanjutan dengan Pelestarian Terumbu Karang

Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian terumbu karang merupakan bentuk tanggung jawab ekologi sekaligus strategi jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya laut.

Lantas, bagaimana konsep pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian terumbu karang?

Perlu disadari bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga fungsi ekologis agar sumber daya alam tetap tersedia untuk generasi mendatang.

Untuk itu, penting untuk memahami bagaimana bentuk dari proses pembangunan berkelanjutan dalam mengelola sumber daya yang ada di laut agar tetap terjaga dan tidak merusak ekosistem yang ada saat ini.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia merilis 5 Kebijakan Ekonomi Biru sebagai upaya untuk menjaga ekosistem laut di Indonesia. Program 5 Kebijakan Ekonomi Biru tersebut adalah:

  1. Memperluas kawasan konservasi laut
  2. Penangkapan ikan terukur berbasis kuota
  3. Mengembangkan budidaya air laut, tawar, payau yang berkelanjutan
  4. Pengelolaan dan pengawasan pesisir dan pulau-pulau kecil
  5. Penanganan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan atau Bulan Cinta Laut (BCL)
Lantas, bagaimana terumbu karang dapat dikelola secara berkelanjutan?

Untuk mengimplementasi konsep pembangunan berkelanjutan terumbu karang, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat setempat, akademisi, komunitas, hingga swasta.

Semua pihak yang terlibat harus bekerja sama agar dapat melestarikan sekaligus melindungi terumbu karang yang ada di Indonesia.

Berikut ini merupakan beberapa bentuk implementasi konsep pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian terumbu karang:

1. Zonasi Wilayah Laut

Menetapkan wilayah konservasi dan zona larang tangkap di kawasan terumbu karang untuk melindungi habitat sensitif dan mendorong pemulihan ekosistem.

2. Pendidikan dan Penyuluhan

Memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir tentang bagaimana upaya pelestarian terumbu karang dan pentingnya ekosistem ini dalam kehidupan mereka sehari-hari.

3. Pemanfaatan Berbasis Komunitas

Melibatkan masyarakat dalam pengelolaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan mengenai sumber daya laut secara partisipatif.

4. Pengembangan Ekowisata Laut

Mengembangkan pariwisata berbasis konservasi yang menghargai dan tidak merusak terumbu karang, seperti snorkeling dan diving yang ramah lingkungan.

5. Restorasi Terumbu Karang

Bagaimana terumbu karang dapat dikelola secara berkelanjutan? Menanam kembali karang dengan teknik transplantasi sebagai bentuk rehabilitasi ekosistem yang rusak akibat aktivitas manusia atau bencana alam menjadi salah satu solusi yang tepat dalam pelestarian terumbu karang secara berkelanjutan.

6. Pengendalian Pencemaran

Menekan polusi laut dari limbah industri, sampah plastik, dan limbah pertanian yang bisa merusak ekosistem terumbu karang dan biota laut.

7. Penegakan Hukum dan Regulasi

Menguatkan penegakan hukum atas pelanggaran di wilayah laut, seperti penangkapan ikan menggunakan bom atau racun, yang membahayakan keberlanjutan karang.

LARANGAN MENGINJAK TERUMBU KARANG

Wisatawan menginjak terumbu karang di perairan Kepulauan Karimunjawa di Jepara, Jawa Tengah, Selasa (31/10/2017). ANTARA FOTO/Aji Styawan

Mengapa Kita Harus Melestarikan Terumbu Karang?

Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian terumbu karang merupakan bentuk tanggung jawab ekologis sekaligus strategi jangka panjang dalam menjaga sumber daya laut Indonesia.

Kerusakan terumbu karang mengakibatkan dampak negatif yang sangat merugikan, seperti turunnya populasi dan keanekaragaman spesies laut sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem. Berikut ini beberapa alasan utama mengapa kita harus melestarikan terumbu karang:

1. Menjaga Keanekaragaman Hayati

Kehilangan terumbu karang berarti kehilangan jutaan spesies laut yang hidup di dalamnya, termasuk spesies endemik yang hanya ada di Indonesia.

2. Menjamin Ketersediaan Pangan Laut

Terumbu karang adalah habitat utama ikan-ikan konsumsi. Tanpa karang, keberlangsungan stok ikan akan terganggu dan berdampak pada ketahanan pangan laut.

3. Menyokong Mata Pencaharian

Banyak masyarakat pesisir menggantungkan hidup pada terumbu karang, baik dari sektor perikanan maupun pariwisata. Pelestarian berarti menjaga sumber ekonomi mereka.

4. Mitigasi Dampak Perubahan Iklim

Terumbu karang dapat menyerap karbon dan mengurangi dampak abrasi, sehingga pelestarian karang juga membantu dalam mitigasi perubahan iklim.

5. Menjaga Warisan Alam Indonesia

Terumbu karang merupakan kekayaan alam Indonesia yang tidak ternilai. Menjaganya adalah bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa.

Oleh karena itu, pelestarian terumbu karang merupakan bentuk nyata dari bagaimana konsep pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian diimplementasikan demi keberlangsungan hidup manusia dan alam.

Mengintegrasikan bagaimana konsep pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian terumbu karang ke dalam kebijakan nasional dan lokal adalah langkah penting dalam menjawab tantangan kerusakan ekosistem laut. Melalui pemahaman mendalam tentang fungsi dan manfaat terumbu karang, serta tindakan nyata dalam pelestariannya, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi laut Indonesia.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Robiatul Kamelia

tirto.id - TirtoEco
Kontributor: Robiatul Kamelia
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Yulaika Ramadhani