Menuju konten utama

Kemenpar: Wisata Bali Stabil meski Ada Konflik Timur Tengah

Merujuk data Kemenpar per Januari 2026, hunian hotel di Badung dan Gianyar masih terjaga di level yang sehat.

Kemenpar: Wisata Bali Stabil meski Ada Konflik Timur Tengah
Wisatawan mancanegara berkeliling area taman bunga saat berkunjung di Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Tabanan, Bali, Minggu (10/8/2025). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memastikan sektor pariwisata di Bali tetap stabil dan diminati wisatawan mancanegara meski di tengah situasi geopolitik konflik Timur Tengah. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan data per Januari 2026 menunjukkan tingkat hunian hotel di kawasan pusat wisata seperti Badung dan Gianyar masih terjaga di level yang sehat.

“Situasi global tentu kami pantau dengan sangat serius. Namun data di lapangan menunjukkan bahwa kinerja pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir masih berada pada kondisi yang stabil, dengan tingkat hunian hotel yang tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dipercaya dan diminati wisatawan dunia,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (6/3/2026) dikutip dari Antara.

Widiyanti menyatakan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi internasional secara cermat, khususnya terhadap potensi dampaknya pada mobilitas wisatawan global.

Terkait dengan Bali, berdasarkan hasil pemantauan pemerintah, aktivitas pariwisata di provinsi itu masih berjalan dengan baik dan tingkat hunian hotel tetap berada pada level yang sehat.

Data yang Kementerian Pariwisata kumpulkan dari Industri per tanggal 4 Januari 2026, di Kabupaten Badung yang menjadi pusat utama pariwisata Bali, sekitar 52 persen hotel berada pada tingkat hunian 41 sampai 69 persen, sementara 36 persen hotel telah mencapai tingkat hunian 70 hingga 80 persen.

Menurutnya data itu menunjukkan bahwa mayoritas properti masih berada pada kategori hunian menengah hingga tinggi, yang menandakan performa pasar yang relatif kuat.

Sementara itu, di Kabupaten Gianyar, sekitar 53,8 persen hotel juga berada pada tingkat hunian 41 hingga 69 persen, dengan 23,1 persen berada pada kisaran 70 sampai 80 persen, dan sebagian kecil mencapai tingkat hunian 81 sampai 100 persen.

Meski terdapat variasi tingkat hunian antar properti, secara umum aktivitas pariwisata dinilainya masih menunjukkan dinamika yang stabil.

Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi dengan pelaku industri pariwisata serta memperkuat strategi pemasaran di berbagai pasar utama guna memastikan keberlanjutan kinerja sektor pariwisata nasional.

“Kementerian Pariwisata optimistis bahwa dengan daya tarik destinasi, kualitas pengalaman wisata, serta kerja sama erat antara pemerintah dan industri, Indonesia tetap berada pada posisi yang kuat sebagai destinasi pilihan wisatawan global di tengah dinamika global yang terus berkembang,” katanya.

Baca juga artikel terkait PARIWISATA BALI

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah