Menuju konten utama

Wapres Gibran Soroti Tiket Pesawat & Masalah Sampah di Bali

Wapres Gibran bahas rencana tiket pesawat murah permanen hingga solusi penutupan TPA Suwung guna percepat pemulihan pariwisata.

Wapres Gibran Soroti Tiket Pesawat & Masalah Sampah di Bali
Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, ketika berkunjung ke Bali, Nusa Dua, Jumat (13/02/2026). Tirto.id/Sandra Gisela
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, Jumat (13/02/2026). Kunjungan yang didampingi oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, tersebut adalah untuk menyerap aspirasi dari pelaku pariwisata mengenai permasalahan sektor pariwisata di Pulau Dewata.

Salah satu permasalahan yang dibahas adalah mengenai penurunan harga tiket pesawat ke Bali. Gubernur Bali, Wayan Koster, sempat menyebut tingginya harga tiket pesawat ke Bali yang sangat mahal sebagai penyebab turunnya kunjungan wisatawan domestik ke Bali pada tahun 2025.

Menteri Pariwisata di Politeknik Pariwisata Bali

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dan Gubernur Bali, Wayan Koster, ketika berada di Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Jumat (13/02/2026). Tirto.id/Sandra Gisela

Menteri Pariwisata mengatakan bahwa rencana penurunan tiket pesawat untuk libur lebaran akan segera dibahas bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Selain itu, Widiyanti menginginkan agar penurunan tiket pesawat dilakukan secara permanen, tanpa bergantung pada diskon hari raya.

"Kita harus koordinasi kembali bagaimana masalah tiket pesawat ini secara permanen. Kami sudah memberikan diskon-diskon seasonal untuk liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Lebaran, dan libur sekolah, tapi harus dibuat solusi bagaimana kita mendapatkan diskon itu secara permanen," kata Widiyanti ketika kunjungan Wakil Presiden di Poltekpar Bali, Jumat (13/02/2026).

Untuk mendapatkan harga tiket yang murah tersebut, Kementerian Pariwisata hendak meminta kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, agar menurunkan atau menghapuskan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk rute-rute pesawat dari Jawa ke Bali, khususnya dari Jakarta.

Isu lainnya yang disorot oleh Gibran adalah permasalahan sampah dan penutupan TPA Suwung. Gubernur Bali secara langsung menyampaikan bahwa penutupan TPA Suwung tidak dapat dilakukan dalam waktu cepat atau sesuai dengan tenggat yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup (LH), yakni pada 1 Maret 2026.

"Situasi lapangannya, di Denpasar dan Badung tidak memungkinkan. Itu karena perlu pengadaan mesin dan memerlukan waktu, tidak bisa semua sekaligus. Jadi baru bisa diselesaikan, kira-kira prosesnya pertengahan November 2026 ini. Kalau itu sudah selesai, maka volume sampah atau TPA Suwung bisa dinolkan," jelas Koster.

Selama masa pengadaan mesin untuk mengolah sampah tersebut, Koster menyebut telah mengoordinasikan Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar untuk menjalankan fasilitas TPS3R dan TPST, serta menambah teba modern dan komposter di tingkat rumah tangga. Selain itu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, sudah menyiapkan Rp330 miliar untuk pengelolaan sampah di Kabupaten Badung.

Dia juga menambahkan kunjungan Gibran tersebut adalah sinyal percepatan perbaikan pariwisata Bali. "Terutama infrastruktur yang harus dipercepat," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke Bali, Gibran juga telah mengunjungi Pasar Badung. Di sana, dia menyarankan pengelola pasar untuk memberikan subsidi harga kepada lebih banyak pedagang. Saat ini, Perumda Pasar Sewakadarma memberikan subsidi kepada 8 pedagang di setiap komoditas.

"Wakil Presiden menyarankan kami melakukan subsidi untuk menekan inflasi, tapi agar kuantitasnya diperbanyak. Sedangkan, kami hitung-hitungan melakukan subsidi besar-besaran, tentu akan menguras anggaran. Anggaran juga harus diperhitungkan," ungkap Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata.

Baca juga artikel terkait PARIWISATA BALI atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Insider
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah