Menuju konten utama

Prabowo Undang Kadin ke Istana, Anindya Lapor Program Prioritas

Selain pengurus Kadin dari seluruh provinsi, pertemuan itu juga dihadiri sekitar 30 asosiasi dan himpunan dunia usaha.

Prabowo Undang Kadin ke Istana, Anindya Lapor Program Prioritas
Pertemuan pengurus Kadin se-Indonesia dengan Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). tirto.id/M Fajar Nur
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto sering mengajak kelompok pengusaha dalam lawatan ke luar negeri. Menurutnya, tujuan utamanya adalah mencari mitra dagang dan investasi baru bagi Indonesia.

"Pak Presiden, bersama kami diberikan kesempatan untuk melakukan lawatan ke luar negeri, yang tujuannya kalau dalam bahasa kami, Pak Presiden, adalah mencari lawan main. Mencari lawan main untuk berdagang, berinvestasi, dan berindustrialisasi," kata Anindya dalam pertemuan pengurus Kadin se-Indonesia dengan Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026) sore.

Anindya menyampaikan hal itu di hadapan Prabowo dan jajaran pengurus Kadin tingkat provinsi, asosiasi, dan himpunan usaha yang hadir dalam pertemuan tersebut. Turut hadir pula sejumlah menteri, wakil menteri, serta kepala badan Kabinet Merah Putih.

Anindya menyebut, dari target investasi Rp2.041 triliun yang dicanangkan pemerintah, setengahnya sudah tercapai pada semester pertama tahun ini dan menghasilkan hampir 1,5 juta lapangan kerja baru.

Kadin Se-Indonesia Dipanggil ke Istana

Anindya datang ke Istana Kepresidenan bersama rombongan pengurus yang terdiri dari 38 pimpinan Kadin daerah atas undangan Presiden Prabowo Subianto. Rombongan tersebut masuk melalui pintu Kementerian Sekretaris Negara di Jalan Majapahit, Jakarta, dan mulai tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 13.50 WIB.

Selain pengurus Kadin dari seluruh provinsi, pertemuan itu juga dihadiri sekitar 30 asosiasi dan himpunan dunia usaha.

Menurut Anindya, pertemuan sore ini merupakan kelanjutan dari diskusi serupa yang digelar Prabowo dengan Kadin di Hambalang, Bogor, pada Agustus 2025.

Anindya bercerita, para pengusaha dalam pertemuan setahun lalu itu diminta bersiap menghadapi gejolak ekonomi dan geopolitik global yang saat itu diperkirakan akan terjadi.

"Kami diingatkan waktu itu bahwa dunia akan memasuki masa penuh gejolak. Perang akan segera terjadi dalam waktu dekat. Bukan saja perang dagang, tetapi juga perang fisik. Dan ternyata kami memakai loreng itu bukan saja untuk retret ke Magelang, tetapi kami bersama dengan Bapak siap untuk memasuki peperangan dunia usaha," ujar Anindya.

Empat Program Prioritas Kadin

Anindya menjelaskan, sejak diberi arahan oleh Prabowo pada awal 2025, Kadin langsung mengonsolidasikan kekuatan dan meluncurkan empat program prioritas atau quick win yang dinilai berdampak besar terhadap perekonomian.

Empat program itu adalah pembentukan Satgas MBG Gotong Royong, Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), program sertifikasi dan pelatihan bagi pekerja migran Indonesia, serta renovasi rumah tidak layak huni.

Untuk program Makan Bergizi Gratis, Anindya melaporkan Kadin telah berkontribusi membangun 866 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 128 di antaranya berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sementara untuk program PKG, Kadin turut meluncurkan white paper bertajuk Health Is The New Wealth yang memaparkan potensi ekonomi sektor kesehatan senilai Rp670 triliun.

Anindya juga menyinggung inisiatif We Buy from Indonesia, sebuah katalog sekaligus platform teknologi dan perdagangan yang memetakan produk-produk buatan Indonesia yang telah menjadi bagian dari rantai pasok global.

Berdasarkan data yang dihimpun Kadin, nilai ekspor Indonesia dalam setahun diperkirakan mencapai US$300 miliar, jauh di atas angka resmi yang selama ini banyak disorot.

Prabowo Berkelakar Siapkan Kantor untuk Satgas MBG

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut mengapresiasi Satgas MBG Gotong Royong bentukan Kadin.

Saat menyapa Ketua Satgas MBG Gotong Royong Kadin, Chandra Tirta Wijaya, dalam pertemuan itu, Prabowo bahkan berkelakar akan menyiapkan kantor khusus untuk satgas tersebut di kawasan Istana Kepresidenan.

"Satgas Makan Bergizi Gratis, Saudara Chandra Tirta. Ini penting ini, siapkan kantor khusus di Istana," kata Prabowo.

Di sela-sela pertemuan, Prabowo juga sempat meminta izin untuk menyeruput kopi. Dia berkelakar telah diminta menjadi duta merek untuk industri kopi Indonesia jika kelak tidak lagi menjabat sebagai presiden, pernyataan yang disambut tepuk tangan para pengurus Kadin yang hadir.

"Saya sudah diminta kalau turun jadi Presiden jadi brand ambassador untuk industri kopi Indonesia, biar dapat suplai kopi terus," ujar Prabowo yang disambut tawa hadirin.

Prabowo: Situasi Geopolitik Dunia Sangat Rawan

Dalam pidatonya, Prabowo turut menyinggung situasi geopolitik global yang menjadi latar belakang pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.

Prabowo menyebut sejumlah konflik bersenjata yang masih berkecamuk di berbagai belahan dunia, mulai dari perang di Ukraina, konflik di Timur Tengah, hingga ketegangan di kawasan Asia Tenggara.

"Situasi dunia, situasi geopolitik, sudah sangat-sangat rawan. Di mana-mana terjadi perang dahsyat. Di Benua Eropa, terjadi perang besar," kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan Indonesia berhasil mencatatkan pencapaian penting di tengah ketidakpastian tersebut, yakni swasembada pangan yang menurutnya baru bisa dicapai setelah puluhan tahun.

"Alhamdulillah, ketahanan pangan, swasembada pangan, di luar dugaan banyak orang, kita bisa. Alhamdulillah, ini adalah hasil riil. Ini yang membuat kita percaya diri, kita bisa menjamin makan untuk bangsa Indonesia," ujarnya.

Target Pertumbuhan 8 Persen

Menutup sambutannya, Anindya menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia telah tumbuh rata-rata 5 persen selama 20 tahun terakhir.

Namun, untuk bisa naik kelas dan keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap, dia menilai Indonesia perlu bertahap menuju pertumbuhan 8 persen. Dia menambahkan Kadin turut mendukung penuh keberadaan Danantara sebagai lembaga yang diharapkan tak hanya menjadi ujung tombak investasi negara, tetapi juga membuka peluang kerja sama lebih luas dengan dunia usaha.

"Ke depannya, Pak Presiden, kami berharap bahwa Kadin bisa bekerja sama dan bahu-membahu dengan pemerintah. Dan mudah-mudahan, Pak Presiden, juga selalu sehat dan bisa memimpin kita, bukan saja keluar dari tantangan ini, tetapi juga bisa maju menuju 8 persen," kata Anindya.

Baca juga artikel terkait KADIN INDONESIA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Insider
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi