Menuju konten utama

Koster: Gondola Turyapada Tower Aman Meski Lokasi Proyek Longsor

Berdasarkan hasil asesmen BPBD Buleleng, tebing proyek Turyapada Tower longsor karena tidak diperkuat dengan sandaran.

Koster: Gondola Turyapada Tower Aman Meski Lokasi Proyek Longsor
Gubernur Bali, Wayan Koster, seusai rapat paripurna di Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/01/2026). Tirto.id/Sandra Gisela
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Peristiwa banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali pada Minggu (11/01/2026) sore hingga malam. Salah satu lokasi longsor adalah di tebing proyek pembangunan Turyapada Tower di Desa Pegayaman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng menyebut longsor tersebut menimpa rumah dan warung milik warga dengan nilai kerusakan ditaksir mencapai Rp35 juta atau dikategorikan sebagai kerusakan berat. Pemilik rumah juga terpaksa mengungsi.

Berdasarkan hasil asesmen BPBD, tebing proyek Turyapada Tower yang longsor tidak diperkuat dengan sandaran. Tebing yang memiliki panjang 30 meter dan tinggi 10 meter tersebut menimpa bangunan warga yang memiliki ukuran 15 meter dan lebar 8 meter.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyebut lokasi longsor berada 50 meter dari lokasi Turyapada Tower. Lahan tersebut merupakan lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan fasilitas gondola menuju Turyapada Tower. Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali masih melakukan penetapan lokasi (penlok) untuk pembangunan gondola.

"Itu [lahan yang longsor] memang lahan yang akan dibebaskan untuk lintasan gondola. Kalau sekarang karena enggak ada konstruksinya, dia hujan gede [jadi] longsor. Nanti kalau ada konstruksi, [gondolanya] aman," kata Koster seusai rapat paripurna di Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/01/2026).

Koster menyebut, dokumen mengenai luasan tanah yang akan digunakan untuk gondola masih disusun. Namun, dia memperkirakan gondola Turyapada Tower akan memiliki lintasan sepanjang lebih dari 900 meter.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan setidaknya sebanyak 47 rumah warga terdampak banjir atau kemasukan air lumpur akibat hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Sukasada pada Minggu. Meskipun terdapat kerusakan pada bangunan, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

"Memang kalau di sana hujan, ada saluran yang daya tampungnya belum maksimal sehingga menyebabkan air meluap. Satu drainasenya menuju ke danau. Ada dari hulunya juga ke sana, dari selatan juga ke sana. Jadi itu daya tampungnya agak kurang. Tinggi banjir tidak sampai meter, kalau di rumah penduduk kurang lebih 30 cm," ungkap Suyasa.

Peristiwa tersebut diketahui juga sempat melumpuhkan arus lalu lintas di jalan Denpasar–Singaraja. Suyasa menyebut, kemacetan mulai terasa pada pukul 20.00 malam.

"Sampai jam 23.00 malam. Begitu di sana sudah rendah hujannya, airnya tergenang di jalan sampai 30 menit atau 1 jam maksimal. Setelah itu sudah surut lagi," tuturnya.

Usai banjir surut, warga mulai kembali ke kediaman masing-masing. BPBD Buleleng melakukan pembersihan material sisa banjir dan memberi bantuan logistik berupa 40 matras kepada warga terdampak.

Baca juga artikel terkait PROYEK PEMBANGUNAN INFRASTUKTUR atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Insider
Reporter: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah