tirto.id - Pagelaran wayang kulit akan berlangsung di sejumlah daerah pada bulan September 2025. Tersedia jadwal lengkap wayang kulit selama bulan September 2025 yang dapat digunakan sebagai referensi hiburan untuk pembaca.
Wayang kulit merupakan pertunjukan seni yang melibatkan beberapa unsur penting di dalamnya, seperti dalang yang berperan sebagai narator yang menghidupkan cerita. Unsur lain yang terlibat dalam pagelaran wayang kulit diantaranya wayang, layar, dan orkestra gamelan yang mengiringi wayang kulit.
Pertunjukan tersebut menjadi salah satu hiburan yang mempromosikan nilai-nilai budaya, moral, dan etika. Dibanding pertunjukan lainnya, wayang kulit menjadi pertunjukan yang paling ikonik di Indonesia.
Jadwal Wayang Kulit September 2025
Wayang kulit tertua ditemukan dalam Prasasti Kuti di Joho, Sidoarjo, Jawa Timur pada tahun 840 M. Prasasti ini menyebut kata "haringgit" atau "dalang", yang berarti wayang dalam bahasa Jawa.
Melansir laman Pusat Literasi Jawa Barat, wayang kulit diperkirakan berkembang sekitar 1500 Sebelum Masehi. Hingga kini, pagelaran wayang kulit masih berlangsung di sejumlah daerah.
Selain media hiburan, wayang kulit dapat menjadi medium untuk berdakwah, memuat pendidikan moral, dan media untuk melatih kepemimpinan dan keterampilan bahasa.
Namun, pelestarian kesenian wayang kulit memiliki tantangan yang besar di tengah modernisasi zaman yang terus berkembang. Wayang kulit biasanya digelar pada malam hari hingga dini hari.
Bagi pembaca yang tertarik mengikuti pagelaran wayang kulit, berikut jadwal lengkapnya selama bulan September 2025:
1 September 2025
- Dalang Ki Jumbuh Siswanto di dusun watulawang, limbangan, Kendal mulai pukul 21.00 WIB
- Dalang Ki Pandu Mbeling di Batur Agung, Gubug, Grobogan, Jawa Tengah.
- Dalang Ki Satriyo Wibowo di Desa Salam, Karangpandan, Karanganyar.
- Dalang Ki Gunawan Hadi Widodo di Desa Keduren, Kecamatan Purwodadi, Jawa Tengah.
- Dalang Ki Eko Suwaryo di Desa Pegadingan, Cipari, Cilacap.
- Dalang Ki Didik Sasmito Aji di Jl. Protokol Dusun Mloko, Gempoltukmloko, Sarirejo, Lamongan.
- Dalang Ki Wisnu Aji Prasetya di Desa Medono, Kaliwiro, Wonosobo.
- Dalang Ki Eko Suwaryo di Desa Selanegara, Sumpiuh, Banyumas.
- Desa Karangrau, Banyumas, Banyumas dengan dalang Ki Gandhik Wayah Soegino
- Desa Adiwarno, Buayan, Kebumen dengan dalang Ki Kurniadi
- Desa Nogoraji, Buayan, Kebumen dengan dalang Ki Eko Suwaryo
- Desa Kuwaran, Mundu, Tulung, Klaten dengan dalang Ki Tantut Sutanto
- Balai Desa Pojok, Nogosari, Boyolali dengan dalang Ki Daryono Klelur
- Desa Banaran, Sempu, Andong, Boyolali dengan dalang Ki Joko Sunarno
- Desa Dliyun, Tawangsari, Sukoharjo dengan dalang Ki Surono Purbo Carito
- SMP TQS Assalaam, Dusun Ngasem, Tepus, Gunungkidul dengan dalang Ki Yusuf Anshor
- Dusun Singkil, Karanggondang, Pabelan, Semarang dengan dalang Ki Joko Sunarno & Ki Anggoro Dwi Sadono
- Desa Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul dengan dalang Ki Gondo Suharno
- Desa Tanjungkalang, Ngronggot, Nganjuk dengan dalang Ki Didik Wibisono
- Desa Grendeng, Purwokerto Utara, Banyumas dengan dalang Ki Gandhik Wayah Soegino
- Desa Kaleng, Puring, Kebumen dengan dalang Ki Eko Suwaryo
- Desa Karangan, Wiyung, Surabaya dengan dalang Ki Yohan Susilo
- Desa Kasrepan, Demuk, Pucanglaban, Tulungagung dengan dalang Ki Eko Prisdianto
- Desa Ndayu, Sumberharjo, Eromoko, Wonogiri dengan dalang Ki Bagong Yunioko
- Kampus UNESA Surabaya dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi
- Desa Balongan, Berbek, Nganjuk dengan dalang Ki Akbar Syah Alam
- Desa Kemendung, Penanggungan, Trawas, Mojokerto dengan dalang Ki Yohan Susilo
- Desa Bulusari, Tarokan, Kediri dengan dalang Ki Sigid Ariyanto
- Desa Randegansari, Driyorejo, Gresik dengan dalang Ki Suparno Hadi
- Desa Klepusari, Tambaksari, Kedungreja, Cilacap dengan dalang Ki Tejo Gubrag
- Desa Rogodadi, Buayan, Kebumen dengan dalang Ki Imam Sutikno
- Desa Markas Wahyu Kawedhar, Jenu, Tuban dengan dalangM. Ng. Soma Aji P. dan Ki Wahyu Sasangka.
- Desa Prembun, Tambak, Banyumas dengan dalang Ki Panggung Bayu Aji
- TPI Logending, Ayah, Kebumen dengan dalang Ki Eko Suwaryo
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id





































