tirto.id - Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk sektor pertanian, industri, dan hilirisasi mencapai Rp129,4 triliun hingga pekan pertama Mei 2026.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dhaha P Kuantan, mengungkapkan bahwa capaian ini tercatat tinggi dan sejalan dengan program-program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dhaha mengungkapkan bahwa rasio penyaluran KLM untuk sektor terkait pertanian dan hilirisasi mencapai 1,45 persen dari pagu 1,5 persen.
"Program MBG sangat related dengan pertanian. Pencapaian KLM-nya 1,45 persen dari pagu 1,5 persen. Artinya tinggi," ujar Dhaha dalam media briefing di Makassar, Jumat (22/5/2026).
Selain sektor pertanian dan hilirisasi, sektor konstruksi, real estate, dan perumahan juga menerima insentif besar, yakni Rp116,4 triliun dengan rasio 1,31 persen dari target. Sektor jasa termasuk ekonomi kreatif mendapatkan Rp38,2 triliun atau rasio 0,43 persen.
Dhaha menjelaskan bahwa, dukungan KLM untuk membiayai sektor-sektor yang memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan ekonomi ini berjalan sesuai harapan.
Tak hanya itu, penyaluran melalui kanal UMKM, koperasi, inklusi keuangan, dan pembiayaan berkelanjutan juga tercatat cukup tinggi, mencapai Rp77 triliun dengan rasio 0,86 persen.
"Artinya dukungan KLM untuk membiayai sektor-sektor prioritas pemerintah berjalan sesuai yang kita harapkan. Itu sejalan dengan program-program pemerintah," ucapnya.
Ke depan, BI berharap program-program yang menyasar masyarakat menengah ke bawah seperti MBG, KDKMP, dan KUR dapat terus mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor riil. Dhaha optimistis kondisi ini akan semakin membaik sepanjang tahun 2026.
“Harapannya dengan adanya program-program pemerintah yang banyak menyasar masyarakat menengah bawah Ada MBG, ada KDKMP, KUR dan lain sebagainya Itu nanti harapannya bisa membaik di tahun 2026 ini, sehingga nanti bank juga akan semakin terdorong untuk menyalurkan kredit ke arah sana,” ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































