tirto.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan alasannya memilih Luke Thomas Mahony sebagai pucuk pimpinan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Penunjukan profesional asal Australia ini, menurut Rosan dilakukan dengan banyak pertimbangan dan ditetapkan setelah melihat rekam jejak Thomas yang panjang di bidang pengelolaan hasil tambang dan mineral.
Cakap berbahasa Indonesia juga disebut menjadi nilai lebih Thomas.
"Dia sangat memahami juga pengalaman sebelumnya di perusahaan multinasional baik di Vale, pun bisa bahasa Indonesia juga. Dan memang Istrinya orang Indonesia," kata Rosan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).
Thomas tercatat pernah mengisi jabatan sebagai sebagai Direktur sekaligus Chief Strategy & Technical Officer di PT Vale Indonesia Tbk.
Thomas juga dikenal luas memiliki pengalaman panjang dan mendalam di industri pertambangan, energi, serta pengelolaan komoditas global (perdagangan komoditas internasional) seiring dengan latar belakang pendidikannya di bidang teknik pertambangan.
Warga negara Australia itu, juga memiliki keahlian khusus di bidang manajemen risiko, evaluasi proyek internasional, negosiasi komersial, dan analisis bisnis. Ia pernah memimpin strategi di perusahaan tambang multinasional seperti BHP Billiton dan Xstrata Coal.
"Tapi yang paling penting pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada (pengalaman di bidang mineral), pimpinan di banyak perusahaan mineral, dan network-nya juga baik," tambah Rosan.
Ketika Danantara dibuat oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, nama Luke jadi salah satu profesional yang ditarik oleh lembaga superholding itu. Tepatnya pada 2025, ia ditunjuk jadi SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia.
"Yang penting juga kita lihat kemarin di Danantara kerjanya juga sangat sangat baik," tutup Rosan.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id







































