Menuju konten utama

Penerbangan Rute NTT dari Ngurah Rai Bali Normal usai Gempa

Rute NTT yang dilayani Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali adalah rute Labuan Bajo dan Tambolaka.

Penerbangan Rute NTT dari Ngurah Rai Bali Normal usai Gempa
Wisatawan asing mengemasi barang dari gedung Hotel Jayakarta usai gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memastikan seluruh penerbangan reguler rute Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan dengan normal pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Flores, NTT.

“Dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan layanan kebandarudaraan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berjalan secara normal dan optimal,” terang Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, pada Sabtu (15/08/2026).

Eka memastikan kondisi normal tersebut terjadi sejak awal gempa bumi berlangsung. Rute NTT yang dilayani Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali adalah rute Labuan Bajo dan Tambolaka, baik secara langsung (direct flights) maupun transit (transfer flights).

Maskapai yang melayani meliputi Indonesia AirAsia, Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air, Super Air Jet, dan Wings Air.

Secara rinci, Eka menjelaskan rute Labuan Bajo terdiri atas 9 penerbangan keberangkatan (departure flights) dan 8 penerbangan kedatangan (arrival flights). Sementara, untuk rute Tambolaka terdiri atas tiga penerbangan keberangkatan dan dua penerbangan kedatangan.

“Hingga saat ini, layanan penerbangan dari dan ke bandara-bandara di wilayah Nusa Tenggara Timur beroperasi secara normal, serta tidak terdapat pembatalan penerbangan,” jelasnya.

Terkait dengan bencana di NTT tersebut, Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menyampaikan rasa empati dan prihatin atas musibah yang dialami warga masyarakat di wilayah Nagekeo dan sekitarnya.

BNPB Sebut 5 Bandara di NTT Alami Kerusakan Imbas Gempa

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengatakan gempa mengakibatkan kerusakan masif pada infrastruktur vital, di antaranya bandara. Suharyanto menyebut adanya kerusakan di lima bandara yang berada di wilayah terdampak gempa NTT.

Kerusakan umumnya terjadi pada fasilitas gedung terminal dan bangunan administrasi, sedangkan landasan pacu udara masih dalam pemeriksaan hingga kini.

"Untuk bandara dari Kementerian Perhubungan ada lima bandara yang terdampak ya, tetapi bukan runway. Dia terdampak rusak, apakah nanti masuk rusak ringan, rusak sedang atau rusak berat itu di gedung-gedung bandara. Ada lima," kata Suharyanto dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (15/8/2026)/

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan merincikan lima bandara yang terdampak adalah Bandara Komodo (Labuan Bajo), H. Hasan Aroeboesman (Ende), Umbu Mehang Kunda (Waingapu), Frans Sales Lega (Ruteng), dan Bandara Soa (Bajawa).

Dari kelima lokasi tersebut, Bandara Soa dilaporkan mengalami dampak paling signifikan dengan adanya kerusakan sedang pada landasan pacu (runway), serta munculnya retakan baru di beberapa titik fasilitas pendukung.

Kepala Bagian Humas Dirjen Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, menyampaikan seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat.

"Pada sejumlah lokasi, khususnya yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi untuk sementara dilaksanakan dari lokasi yang dinilai aman. Contingency plan juga disiapkan untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan pelayanan navigasi penerbangan," ungkapnya.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Reporter: Sandra Gisela & Irfan Amin
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Bayu Septianto