tirto.id - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) merupakan BUMN yang baru saja dibentuk pemerintahan Prabowo sebagai pengelola tunggal ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) Indonesia. Badan ekspor ini dipimpin Luke Thomas Mahony dan berikut profilnya.
CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan pers pada Rabu (20/5/2026) dengan menyebut bahwa lembaga superholding yang ia pimpin itu telah membentuk PT DSI. Menurut Rosan, badan baru ini merupakan realisasi dari kebijakan satu pintu untuk ekspor komoditas SDA yang disampaikan Prabowo.
Kebijakan monopoli ekspor ini sebelumnya disampaikan Prabowo ketika memberikan pemaparan kerangka ekonomi makro di sidang paripurna DPR pada Rabu. Kala itu, Prabowo menyebut akan menerbitkan peraturan pemerintah (PP) terkait tata kelola ekspor komoditas SDA strategis seperti batu bara dan kelapa sawit.
Rosan menjelaskan pembentukan PT DSI ini telah rampung dilakukan pada Selasa (19/5). Ia juga menyebut bahwa keberadaan PT DSI diharapkan dapat mengatasi praktik under-invoicing dan overpricing yang telah merugikan negara selama ini.
Dalam keterangan pada Kamis (21/5), Rosan menyebut bahwa PT DSI ini akan dipimpin oleh Luke Thomas Mahony selaku direktur utama. Luke sebelumnya diketahui merupakan Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang ditarik Danantara untuk mengisi jajaran direksinya.
Profil PT Danantara Sumberdaya
PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI merupakan BUMN yang bertugas sebagai eksportir tunggal komoditas-komoditas SDA strategis yang ditetapkan negara.
Pemerintahan Prabowo menyebut keberadaan BUMN ini dapat memperkuat pengawasan ekspor sekaligus menghambat laju praktik kecurangan dalam proses ekspor. Tujuannya, kata Prabowo, PT DSI dapat menggenjot penerimaan negara di sektor ekspor komoditas SDA.
Menurut keterangan direksi Danantara, PT DSI akan mengemban sejumlah peran terkait ekspor komoditas SDA. Beberapa peran di antaranya adalah memperkuat transparansi dan sistem pelaporan perdagangan, juga memastikan transaksi terjadi secara akuntabel dan sesuai dengan harga pasar.
Secara umum, PT DSI akan mengonsolidasi data dan tata kelola ekspor komoditas SDA guna meningkatkan efisiensi penerimaan negara pada sektor tersebut.
Pendirian PT DSI ini disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026. Melalui dokumen itu, PT DSI ditetapkan sebagai perseroan swasta nasional tertutup dengan jangka waktu berdiri tidak terbatas.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut, PT DSI nantinya akan segera diproses untuk menjadi BUMN. Sementara itu, menurut Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas, PT DSI dimaksudkan sebagai anak usaha Danantara.
Berdasarkan struktur kepemilikan sahamnya, PT Danantara Investment Management (Persero) menjadi pemegang saham seri A BUMN ini dengan 99 lembar atau senilai Rp24,75 juta. Sementara itu, PT Danantara Mitra Sinergi tercatat sebagai pemegang satu lembar saham seri B PT DSI atau senilai Rp250 ribu.
Sementara itu, dokumen pembentukan PT DSI mencatat alamat kantor yang sama dengan Danantara Indonesia, yakni Wisma Danantara di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 36-38, Jakarta Selatan.
Dokumen pendirian PT DSI juga memuat nama Luke Thomas Mahony selaku Direktur Utama PT DSI. Selain nama eks Direktur PT Vale Indonesia itu, terdapat pula sosok Harold Jonathan Dharma TJ yang ditetapkan sebagai Komisaris PT DSI.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id







































