Menuju konten utama

Danantara Bakal Tinjau Kontrak Perusahaan Ekspor usai Bentuk DSI

Danantara mengevaluasi kesesuaian harga komoditas dengan indeks pasar dunia sekaligus mengendus adanya indikasi under invoicing.

Danantara Bakal Tinjau Kontrak Perusahaan Ekspor usai Bentuk DSI
CEO Danantara, Rosan Roeslani, memaparkan realisasi investasi triwulan II 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Selasa (29/7/2025)ANTARA FOTO/Fauzan/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pengelola Investasi Danantara bakal meninjau ulang seluruh kontrak jangka panjang milik perusahaan ekspor menyusul dibentuknya badan baru, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Langkah ini diambil untuk mengevaluasi kesesuaian harga komoditas dengan indeks pasar dunia sekaligus mengendus adanya indikasi manipulasi nilai transaksi (under invoicing).

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengeklaim, DSI bakal menghormati proses kontrak yang telah berlangsung. Akan tetapi, kontrak tersebut tetap akan ditinjau DSI.

"Pokoknya kita akan menghormati semua kontrak yang ada. Tapi yang kita lihat kan, biar pun mereka kontrak jangka panjang, tetapi penentuan price-nya, harganya, itu kan tidak ditentukan pada saat itu," ucapnya di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

"Jadi, pada saat nanti kontrak itu mulai berjalan, nanti kalau kita lihat apakah kontrak itu di bawah indeks pasar dunia, di mana sekarang yang berjalan, tentu kita akan melakukan review atas itu," lanjut dia.

Di satu sisi, Rosan menyebutkan, DSI bakal memberikan evaluasi kepada perusahaan ekspor yang terindikasi melakukan proses transaksi dengan skema under invoicing. Akan tetapi, ia belum mengungkapkan apakah perusahaan yang melakukan under invoicing bakal dikenai denda.

"Kita akan menghormati the sanctity of the contract, tapi yang saya ingin sampaikan itu, kalau kita lihat ada indikasi penjualan under invoicing, ya tentunya kita akan melakukan evaluasi mengenai kontrak itu," tutur dia.

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyebut pihaknya akan menemui asosiasi perusahaan yang melakukan ekspor untuk berdiskusi terkait pembentukan PT DSI.

Ia meyakini pembentukan PT DSI tidak akan mengganggu iklim kerja perusahaan yang melakukan ekspor.

"Semuanya nih, kita lagi dapat masukan juga dari industri, bakal ketemu asosiasi juga nanti, dan ketemu pemain-pemain the next two days, so it should be okay," ucap Pandu di lokasi yang sama.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah