Menuju konten utama

Cegah Gagal Bayar, AdaKami Curhat Banyak Dikomplain Nasabah

AdaKami menyebut pinjaman ditolak menjadi keluhan terbesar pengguna dalam 1,5 tahun terakhir.

Cegah Gagal Bayar, AdaKami Curhat Banyak Dikomplain Nasabah
Strategic Communication and Brand Lead AdaKami Jonathan Kriss bersama Perencana Keuangan Profesional Rista Zwestika dalam acara Peluncuran Kampanye Transparansi AdaKami di Jakarta, Kamis, (13/8/2026). tirto.id/Nanda Surya
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Pembiayaan Digital Indonesia atau AdaKami menyebut pinjaman ditolak menjadi keluhan terbesar pengguna dalam 1,5 tahun terakhir. Perusahaan mengatakan penolakan dilakukan setelah mempertimbangkan kemampuan bayar, profil risiko, dan histori pengguna dalam menggunakan instrumen keuangan.

Strategic Communication and Brand Lead AdaKami Jonathan Kriss mengatakan keluhan terkait pinjaman ditolak menjadi komplain yang paling banyak diterima perusahaan dalam periode tersebut.

“Komplain terbesar di AdaKami justru adalah pinjaman ditolak. Jadi, nomor satu sekarang, udah sejak 1,5 tahun yang lalu, komplain tertinggi adalah pinjaman ditolak,” kata Jonathan dalam acara Peluncuran Kampanye Transparansi AdaKami di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Jonathan menjelaskan, pengajuan pinjaman tidak otomatis disetujui karena perusahaan terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap kondisi calon peminjam. Penilaian tersebut mencakup kemampuan membayar, profil risiko, serta riwayat pengguna dalam menggunakan instrumen keuangan.

“Jadi di AdaKami memang tidak semua pinjaman itu kita akan keluarkan. Memang kita ases dulu kemampuan bayar orang ini seperti apa, profil resikonya seperti apa, histori dia juga dalam menggunakan instrumen keuangan seperti apa,” ujarnya.

Menurut Jonathan, kepemilikan limit pinjaman juga tidak menjadi jaminan bahwa pengguna akan memperoleh persetujuan atas pengajuan pinjamannya. Hal tersebut karena proses pemberian pinjaman tetap melalui penilaian lebih lanjut.

“Walaupun sudah dapat limit pinjaman, belum berarti pinjamannya disetujui ya Mas ya,” kata dia.

Tak hanya itu, Jonathan juga mengungkapkan bahwa AdaKami juga melakukan peningkatan profiling risiko secara berkala. Menurutnya, peningkatan profiling risiko dilakukan setiap dua tahun.

“Pertama, kalau dari sisi kami sebagai platform, kembali lagi ya, dari sisi pemetaan risiko ini penting. Bahkan di sistem kami setiap dua tahun sekali kami melakukan peningkatan profiling risiko," kata Jonathan.

Ia menjelaskan AdaKami berperan sebagai agregator yang mempertemukan pemberi dana dengan pihak yang membutuhkan dana. Karena itu, perusahaan juga melakukan mitigasi risiko dalam proses penyaluran pinjaman.

“Sementara kami sebagai agregator, sebagai yang mempertemukan pemberi dana dan juga yang membutuhkan dana, disini sifatnya sebenarnya lebih memitigasi risiko,” ujarnya.

Jonathan mengatakan tanggung jawab perusahaan tidak hanya berkaitan dengan perlindungan nasabah, tetapi juga pemberi dana.

“Jadi fokus kami sebenarnya, balik lagi, selain melindungi nasabah sebagaimana yang OJK sering gencarkan, tapi kami di satu sisi juga punya tanggung jawab sama pemberi dana," ujar Jonathan.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana