tirto.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengakui Indonesia memiliki banyak talenta digital. Namun, jumlah talenta tersebut dinilai belum sesuai dengan kebutuhan pasar.
Hal itu disampaikan Destry dalam kegiatan Women & Talent: Mencetak Talenta Digital dan Ekspansi Ekonomi Berbasis Inovasi di Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026). Menurut dia, perkembangan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas.
“Kita punya banyak talenta bagus, tapi ternyata bukan itu yang dibutuhkan. Nah, berarti kita harus eh lihat kebutuhan dari eh ekonomi, dari masyarakat kita itu apa,” ucapnya.
“Kalau teknologi akhirnya kita cuma main game-game atau main sambil rebahan gitu, itu kan ya berarti kurang produktif. Dia harus bisa meningkatkan produktivitas,” lanjut dia.
Destry mengatakan Indonesia saat ini menikmati bonus demografi dengan 69 persen penduduk berada pada usia produktif. Menurut dia, bonus demografi tidak cukup dimaknai sebagai besarnya jumlah penduduk usia muda, tetapi perlu diarahkan menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Ia mengatakan BI bersama pemerintah memiliki peran untuk mengarahkan anak muda agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Dengan demikian, talenta muda dapat turut meningkatkan produktivitas nasional.
“Seperti yang dilakukan sekarang oleh BI, kita mencari juara-juara competition di antara mereka, produk-produknya itu kemudian kita lihat, kita kurasi. Wah, ini sangat produktif. Ini bisa bermanfaat buat pemerintah daerah, bermanfaat buat perbankan dan seterusnya. Jadi, ini yang tentu akan kita kembangkan ke depannya,” urainya.
Destry mengatakan masyarakat juga perlu memahami kebutuhan pasar agar penyerapan tenaga kerja dapat meningkat sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi. Menurut dia, masyarakat perlu didorong untuk menciptakan teknologi yang memberikan dampak bagi masyarakat lain.
“Kami juga inginkan adalah jangan kita menjadi konsumen. Konsumen untuk teknologi itu, tapi kita juga harus bisa menjadi produsen untuk bisa menciptakan teknologi yang impactful dan juga tentunya inklusif buat semua masyarakat,” sebut Destry.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































