Menuju konten utama

DSI Dinilai Sinyal Positif ke IHSG, Laba Sektor SDA Bisa Naik

Menkeu Purbaya sebut pembentukan PT DSI jadi sentimen positif IHSG. Laba emiten komoditas diprediksi melonjak dua kali lipat.

DSI Dinilai Sinyal Positif ke IHSG, Laba Sektor SDA Bisa Naik
Sejumlah alat berat beraktivitas di area pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (28/10/2025). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai badan pengelola ekspor sumber daya alam dinilai bakal membawa angin segar bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan sistem baru ini akan melipatgandakan keuntungan emiten tambang dan perkebunan di bursa berkat transparansi transaksi yang memotong praktik under invoicing.

Purbaya menyebut, selama ini sebagian keuntungan perusahaan komoditas justru dinikmati pemegang saham utama di luar negeri melalui praktik under invoicing dan transfer pricing. Dengan hadirnya DSI, seluruh nilai transaksi akan terekam secara wajar dan mencerminkan laba riil perusahaan di dalam negeri.

“Sekarang akan terfleksi secara fair di keuangan mereka. Kalau nggak salah profitability-nya harus [naik] double paling nggak. Jadi ini berita positif untuk perusahaan yang di bursa,” kata Purbaya dalam konferensi pers KEM-PPKF 2027, di DPR, Rabu (20/5/2026).

Purbaya mengakui pemerintah belum menghitung secara pasti potensi tambahan pendapatan dari kebijakan ini karena implementasi baru dimulai tahun depan.

Namun secara fundamental, transparansi transaksi ekspor akan memperbaiki kinerja keuangan emiten-emiten SDA yang selama ini nilainya tidak tercatat secara penuh. Menurutnya, ini saat yang tepat untuk masuk ke pasar modal.

“Jadi profitnya akan menggelembung jadi kalau saya bilang it's time to buy. Siap-siap serok aja,” ucapnya.

Sementara itu, CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, membenarkan pernyataan tersebut. Ia menambahkan bahwa praktik under invoicing dan transfer pricing banyak terjadi pada perusahaan publik di sektor sumber daya alam, dengan potensi penggelapan nilai mencapai 20, 30, bahkan 50 persen.

Sehingga, dengan adanya badan khusus yang mengatur transaksi ekspor sumber daya alam ini akan membuat proses jual beli menjadi lebih transparan. Hal ini menurutnya memberi sinyal positif bagi pasar.

"Justru ini akan membuat hal yang positif. Karena dulu the whole value itu tidak capture on the company side, tapi on the other side. Yang sebelumnya saya sampaikan, kuncinya adalah transparansi transaksi," kata Rosan.

Menurut Rosan, pasar selama ini membentuk harga berdasarkan persepsi. Namun ketika fakta dan detail kebijakan ini semakin jelas, sentimen terhadap saham-saham sektor komoditas diprediksi akan berbalik positif.

“Market kan pembentukan harganya karena persepsi. Tapi setelah ada fakta-faktanya dan juga yang lebih detail lagi ini justru akan membuat hal yang positif,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah