Menuju konten utama

Polemik Ucapan Benny K Harman ke Wartawan Berakhir Minta Maaf

Benny menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan atas pernyataannya dan menyadari ucapannya itu bisa membuat wartawan tersinggung.

Polemik Ucapan Benny K Harman ke Wartawan Berakhir Minta Maaf
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat, Benny K. Harman saat memberikan pernyataan mengenai tantangan Mahfud MD hadir dalam Rapat Kerja pada Rabu mendatang. Wawancara di Gedung DPR RI pada Senin (27/3/2023). (Tirto.id/M. Irfan Al Amin)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Anggota Komisi III DPR RI, Benny K. Harman, disorot setelah melontarkan pernyataan yang dinilai merendahkan wartawan. Hal itu terjadi saat Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu memberikan keterangan mengenai ketidakhadiran Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam beberapa kegiatan kenegaraan saat perayaan hari kemerdekaan.

Pada saat momen wawancara cegat atau doorstop bersama wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (11/8/2026), Benny menjelaskan bahwa SBY tidak dapat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD. Dia menjelaskan, SBY absen karena sedang menjalani pemeriksaan kesehatan atau check-up di Amerika Serikat (AS) hingga akhir bulan Agustus 2026.

“Beliau check up di Amerika, (sampai) akhir bulan (Agustus 2026),” kata Benny.

Wartawan kemudian kembali memastikan apakah SBY juga tidak akan menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara pada 17 Agustus 2026. “Ya kalau ke sana (Amerika Selatan) mau hadir gimana?” ucap Benny.

Wartawan lantas kembali menanyakan kepastian kehadiran SBY untuk menegaskan informasi tersebut. “Oh, berarti tidak hadir di Istana maupun Sidang Tahunan?” tanya wartawan tersebut.

Benny kemudian merespons dengan pernyataan yang dinilai merendahkan wartawan. Pada momen itu, Benny mengatakan wartawan terlalu banyak bertanya.

“Woi, kau otak kamu ada nggak. Saya jelaskan gitu kok. Iya kan? Kalau dia sudah check up di sana sampai akhir bulan, kok masih nanya lagi, banyak wartawan yang aneh-aneh sekarang ini,” jawab Benny.

Dikecam Pewarta

Pernyataan Benny langsung dikecam oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). Wakil Ketua KWP, Erwin Siregar, menyayangkan sekaligus mengecam ucapan tersebut.

“Kami menyayangkan dan mengecam pernyataan yang merendahkan dari Pak Benny K. Harman,” kata Erwin dalam keterangan tertulis.

Menurut Erwin, pertanyaan lanjutan merupakan bagian dari kerja jurnalistik. Wartawan, kata dia, perlu melakukan konfirmasi ulang untuk memastikan informasi yang disampaikan narasumber benar-benar jelas.

“Seharusnya bisa dijawab baik-baik, karena media bertanya juga secara baik-baik. Apabila media bertanya secara berulang, itu memang perlu untuk konfirmasi ulang,” ujar Erwin.

Erwin mengatakan, wartawan memiliki kepentingan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tidak menimbulkan tafsir berbeda. Oleh karena itu, pertanyaan lanjutan tidak semestinya dianggap sebagai bentuk ketidakmampuan wartawan memahami penjelasan narasumber.

Benny K Harman

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat, Benny K. Harman saat memberikan pernyataan mengenai tantangan Mahfud MD hadir dalam Rapat Kerja pada Rabu mendatang. Wawancara di Gedung DPR RI pada Senin (27/3/2023). (Tirto.id/M. Irfan Al Amin)

Dengan demikian, KWP meminta Benny meminta maaf kepada wartawan yang bersangkutan maupun kepada publik. “Kami meminta Pak Benny K. Harman meminta maaf secara pribadi kepada wartawan yang bersangkutan dan juga kepada publik,” tegas Erwin.

KWP juga mengingatkan pejabat publik dan politisi agar menghormati kerja jurnalistik serta menjaga komunikasi yang sehat dengan insan pers. Erwin bahkan mengatakan KWP akan membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) apabila Benny tidak menyampaikan permintaan maaf.

“Jika tidak ada permintaan maaf, kami akan melaporkan persoalan ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD),” kata Erwin.

Benny Sampaikan Permohonan Maaf

Tidak lama berselang, Benny menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan atas pernyataannya. Ia mengaku ucapannya tersebut membuat wartawan merasa tersinggung.

Politikus senior Partai Demokrat ini pun menjelaskan bahwa pernyataannya muncul setelah wartawan kembali menanyakan kehadiran SBY, meski sebelumnya telah menjelaskan bahwa SBY sedang berada di AS hingga akhir bulan Agustu 2026.

“Tadi teman-teman tanya lagi, berarti bapak Presiden ke-6 Bapak SBY apakah hadir atau tidak hadir, kalau beliau sampai di sana akhir bulan ya otomatis lah beliau nggak bisa hadir kan begitu,” kata Benny, Selasa.

“Itu sudah selesai kan begitu, lalu selesai begitu diulang lah, ini kalau tanya mesti pakai otaklah sedikit wartawan ini, jangan sudah dijawab ditanya lagi tanya lagi,” sambungnya.

Meski demikian, Benny mengatakan tidak memiliki maksud buruk dalam pernyataan tersebut. Pria yang menjadi legislator sejak tahun 2004 itu pun menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan yang merasa tersinggung dengan perkataannya selama sesi wawancara pada saat itu.

“Tapi itu bukan konteksnya jadi saya mohon maaf kalau tadi merasa tersinggung, tapi tadi nggak ada soal yang lebih, itu bukan isu utamanya ya,” ujarnya.

Benny K Harman

benny k harman.foto/antaranews

Baca juga artikel terkait PELECEHAN WARTAWAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - News Plus
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher