tirto.id - Muncul kabar Luke Thomas Mahony disebut akan jadi Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN pengendali ekspor sumber daya alam. Badan tersebut merupakan realisasi pemerintahan Prabowo atas kebijakan satu pintu atas ekspor komoditas tertentu yang sebelumnya telah diumumkan. Lantas, siapakah Luke Thomas Mahony?
Sebelumnya, dalam pidatonya di depan anggota DPR RI pada Rabu (20/5/2026), Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan baru untuk menjalankan kegiatan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) lewat badan ekspor. Ia menyebut ekspor komoditas SDA akan diwajibkan melalui “BUMN yang ditunjuk” mulai 1 September mendatang.
Tak selang lama setelah pengumuman Prabowo, Danantara membuat konferensi pers pada Rabu. CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani kemudian menyebut BUMN yang dimaksud Prabowo adalah PT DSI. Rosan menyatakan BUMN baru ini telah dibentuk pada Selasa (19/5).
Pembentukan PT DSI disebut telah tercatat dalam dokumen Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum. Pengesahan pendiriannya merujuk pada Surat Keputusan Nomor AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026 tertanggal 19 Mei 2026.
Dalam dokumen itu turut disebutkan posisi direktur PT Danantara Sumberdata Indonesia akan dijabat oleh Luke Thomas Mahony. Ia merupakan seorang warga negara Australia yang sempat jadi Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Profil dan Rekam Jejak Luke Thomas Mahony
Luke Thomas Mahony merupakan warga negara Australia yang tak asing dengan Danantara. Ia dikenal sebagai figur profesional asing yang menduduki jabatan strategis di lembaga superholding milik negara itu.
Luke merupakan lulusan University of New South Wales (UNSW) Australia. Dari universitas itu, Luke memiliki gelar sarjana dan master di bidang teknik pertambangan, geomekanika, dan bisnis-keuangan.
Menilik riwayat pendidikannya, Luke menamatkan gelar sarjana bidang teknik pertambangan di UNSW. Ia lulus pada 2002. Luke lantas mendapatkan gelar master pada bidang bisnis keuangan di universitas yang sama pada 2024.
Luke lantas meniti karier di perusahaan konstruksi Baulderstone Hornibrook pada 2003. Di perusahaan Australia itu, ia bekerja sebagai shift engineer.
Dari perusahaan konstruksi, Luke kemudian merambah karier di bidang pertambangan ketika bergabung di perusahaan Xstrata Coal pada 2004. Luke bekerja di Xstrata Coal sebagai business development analyst sekaligus mining engineer hingga 2005.
Setelah periode itu, Luke pindah ke salah satu perusahaan tambang besar, BHP Billiton. Perusahaan ini turut mendongkrak namanya. Hal ini dikarenakan Luke mendapatkan posisi manajerial secara bertahap di BHP Billiton.
Ia merupakan mining engineer ketika bergabung dengan BHP Billiton dan kariernya terus menanjak hingga jadi manager production projects & prestrip pada 2014 ketika ia berhenti dari perusahaan ini.
Setelah tahun 2014, Luke pindah ke perusahaan tambang multinasional tersohor, Vale. Di perusahaan ini, Luke juga terus mengalami peningkatan karier.
Ia menjadi global head of geology, mine engineering, geotechnical, tailings dams and technology untuk perusahaan itu pada 2019–2021. Setahun berselang, jabatannya berubah jadi global head of technology & innovation pada 2022.
Karier Luke makin meningkat ketika ia jadi chief technical officer dan technical director di Vale Base Metals. Karier sebagai direktur ini dilakukan Luke dari 2022 hingga 2024.
Pada 2024, Luka masuk ke jajaran direksi PT Vale Indonesia Tbk. Kala itu ia didapuk sebagai chief strategy and technical officer.
Ketika Danantara dibuat oleh pemerintahan Prabowo, nama Luke jadi salah satu profesional yang ditarik oleh lembaga superholding itu. Tepatnya pada 2025, ia ditunjuk jadi SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia.
Kemudian, ketika PT Danantara Sumberdaya Indonesia dibentuk untuk memonopoli kegiatan ekspor SDA Indonesia, Luke Thomas Mahony disebut menjadi direktur utamanya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































