Menuju konten utama
Dampak Gempa NTT

Fuel Terminal Pertamina Labuan Bajo & Maumere NTT Normal Kembali

Kendala sementara yang terjadi adalah jaringan masih terputus imbas gempa NTT, sehingga operasional penyaluran BBM dilakukan secara manual.

Fuel Terminal Pertamina Labuan Bajo & Maumere NTT Normal Kembali
Fuel Terminal Labuan Bajo dan Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) usai gempa magnitudo 7, 7 Sabtu (15/8/2026) pagi. Foto/Dok. PT Pertamina Patra Niaga.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Pertamina Patra Niaga menyatakan operasional penyaluran minyak di Fuel Terminal Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah berjalan sejak pukul 11.30 WIB Sabtu (15/8/2026). Hal ini telah dilakukan setelah gempa magnitudo 7,7 menguncang NTT pada Sabtu pagi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa sarana dan fasilitas penyaluran dan penimbunan dalam kondisi baik dan siap beroperasi.

"Kondisi sarfas penyaluran dan penimbunan dalam kondisi baik siap operasi," kata Roberth dalam keterangan tertulis kepada Tirto, Sabtu (15/8/2026).

Dia mengatakan kendala sementara yang terjadi adalah jaringan yang masih terputus, sehingga operasional penyaluran dilakukan secara manual.

Selain di Labuan Bajo, Roberth mengatakan, penyaluran operasi di Fuel Terminal Maumere juga telah berjalan. Katanya, jalur ke lembaga penyalur relatif aman dan lancar.

Namun, dia menyebut operasional sesekali terhenti dan harus dilakukan evakuasi minor lantaran adanya gempa susulan dengan intensitas sedang.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, mengungkapkan hingga Sabtu (15/8/2026) sore terdapat 38 orang meninggal dunia akibat kejadian gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Sabtu pagi.

Selain itu, dikutip dari data BNPB hingga pukul 15:00 waktu setempat, terdapat dua orang yang mengalami luka berat, dan 11 orang luka ringan.

"Kemudian saya ingin meng-update korban ya. Jadi korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa. Sampai dengan pukul 15:00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian dua jiwa luka berat, 11 luka ringan," kata Suharyanto dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (15/8/2026).

Suharyanto merincikan data warga yang meninggal akibat gempa tersebar di Sikka: 3, Manggarai: 16, Manggarai Timur: 17, Ende: 1, dan Manggarai Barat: 1. Suharyanto menyampaikan dengan perkembangan proses evakuasi, korban meninggal dipastikan akan mengalami penambahan.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto