Menuju konten utama

Harga WHOOP Band & Fungsi Gelang Pintar Pemantau Kesehatan

Ketahui harga WHOOP Band terbaru, macam-macam paket langganannya, info fitur untuk memantau kesehatan, serta kelebihannya dibanding fitness tracker lainnya.

Harga WHOOP Band & Fungsi Gelang Pintar Pemantau Kesehatan
Whoop Band. foto/https://www.whoop.com/us/en/

tirto.id - WHOOP Band termasuk perangkat berbentuk gelang pintar yang berguna untuk memantau kesehatan dan performa tubuh secara non-stop. Hadir dengan berbagai fitur dan paket membership, berapa harga WHOOP Band saat ini?

Sebagai perangkat wearable, WHOOP Band telah digunakan oleh banyak orang, termasuk di kalangan selebriti. Salah satunya adalah Deddy Corbuzier yang mengenakan WHOOP Band hanya untuk memantau kesehatan sahabatnya, Vidi Aldiano, yang belum ini telah berpulang.

Melalui akun media sosialnya, Deddy Corbuzier meminta izin untuk melepas WHOOP Band yang selama ini pakai. Postingan tersebut sontak mendapat perhatian warganet. Bukan hanya soal perhatian Deddy Corbuzier kepada almarhum Vidi, tapi juga WHOOP Band yang ia pakai.

Lalu, apa sebenarnya WHOOP Band? Apa kelebihannya dibanding smartband lainnya? Dan beli Whoop dimana? Yuk, simak informasi lengkapnya di sini.

Apa Itu WHOOP Band?

Ilustrasi Whoop Band

Ilustrasi Whoop Band. foto/istockphoto

WHOOP Band merupakan perangkat wearable yang dirancang untuk memantau kesehatan dan performa tubuh secara terus-menerus. Berbeda dengan smartwatch pada umumnya, perangkat ini tidak memiliki layar dan difokuskan khusus untuk mengumpulkan data fisiologis pengguna selama 24 jam.

Data tersebut kemudian dianalisis melalui aplikasi pendamping untuk memberikan wawasan tentang kondisi tubuh, seperti kualitas tidur, tingkat pemulihan, dan intensitas aktivitas fisik.

Perangkat ini menggunakan berbagai sensor untuk mengukur sejumlah indikator kesehatan penting, seperti detak jantung, heart rate variability (HRV), laju pernapasan, serta kualitas dan durasi tidur.

Berdasarkan data tersebut, sistem WHOOP menghasilkan beberapa metrik utama seperti Strain (beban aktivitas), Recovery (tingkat pemulihan tubuh), dan Sleep (kualitas tidur).

Informasi ini bisa membantu pengguna memahami apakah tubuh mereka siap untuk beraktivitas berat atau justru tergolong kurang prima sehingga membutuhkan istirahat.

Dengan pemantauan 24 jam non-stop, pengguna dapat melihat bagaimana kebiasaan harian, seperti olahraga, pola tidur, atau tingkat stres, memengaruhi kesehatan dan performa fisik maupun mental mereka.

Karena fokusnya pada analisis data kesehatan dan performa, WHOOP Band banyak digunakan oleh atlet profesional, termasuk mereka yang ingin meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup.

Fungsi WHOOP Band untuk Memantau Kesehatan

Ilustrasi Whoop Band

Ilustrasi Whoop Band. foto/istockphoto

WHOOP Band dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuh melalui pemantauan data fisiologis secara terus-menerus. Berdasarkan informasi dari laman resmi WHOOP, berikut beberapa fungsi utama WHOOP Band dalam memantau kesehatan:

1. Memantau dan Mengoptimalkan Kualitas Tidur (Sleep)

WHOOP berfungsi melacak kualitas tidur secara detail dengan memonitor empat tahap tidur, yaitu REM, light sleep, slow wave sleep (SWS), dan fase terbangun. Data ini membantu pengguna memahami apakah istirahat mereka benar-benar cukup untuk mendukung kesehatan dan performa.

Selain itu, perangkat ini juga menghitung kebutuhan tidur yang dipersonalisasi berdasarkan aktivitas harian, tingkat kelelahan (strain), dan akumulasi utang tidur sebelumnya.

Dari data tersebut, WHOOP memberikan rekomendasi seperti jadwal tidur optimal atau evaluasi efisiensi tidur yang dapat membangunkan pengguna ketika tubuh dianggap sudah cukup pulih.

2. Mengukur Beban Aktivitas Tubuh (Strain)

WHOOP memiliki fitur Strain Score yang menunjukkan seberapa besar beban fisik yang dialami tubuh dalam satu hari. Skor ini dihitung pada skala 0-21 berdasarkan aktivitas kardiovaskular maupun aktivitas sehari-hari seperti olahraga, bekerja, atau stres mental yang meningkatkan detak jantung.

Dengan fitur ini, pengguna dapat melihat seberapa intens aktivitas mereka melalui data seperti zona detak jantung, estimasi VO2 max, hingga beban latihan. WHOOP kemudian memberikan target strain harian yang disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Dengan demikian, pengguna bisa mengetahui kapan harus meningkatkan intensitas latihan atau justru mengurangi aktivitas untuk mencegah overtraining.

3. Menilai Kesiapan Tubuh untuk Beraktivitas (Recovery)

WHOOP juga punya fitur yang bisa menunjukkan tingkat kesiapan tubuh untuk beraktivitas setelah beristirahat. WHOOP memberikan skor pemulihan 0-100% yang dihitung dari berbagai indikator fisiologis seperti HRV, resting heart rate, kualitas tidur, suhu kulit, hingga tingkat oksigen darah.

Hasil recovery biasanya ditampilkan dalam tiga zona warna, yaitu hijau (siap beraktivitas intens), kuning (aktivitas sedang), dan merah (butuh istirahat lebih). Dengan indikator ini, pengguna dapat menyesuaikan latihan atau aktivitas harian agar tubuh tidak dipaksa bekerja ketika kondisinya belum pulih sepenuhnya.

4. Memantau Tingkat Stres Tubuh (Stress)

WHOOP juga memiliki Stress Monitor yang membantu pengguna memahami respons tubuh terhadap tekanan fisik maupun mental. Sistem ini menganalisis perubahan detak jantung dan HRV secara real-time untuk melihat apakah tubuh berada dalam kondisi stres, seimbang, atau rileks.

Data ini membantu pengguna mengenali pola stres dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat bekerja, berolahraga, atau menghadapi situasi tertentu.

Dengan memahami kapan tubuh mengalami stres tinggi, pengguna dapat mengambil langkah seperti istirahat, meditasi, atau aktivitas relaksasi untuk menjaga keseimbangan fisiologis.

5. Menganalisis Kebiasaan Harian (Behaviors)

WHOOP tidak hanya mengumpulkan data tubuh, tapi juga membantu menganalisis pengaruh kebiasaan harian terhadap kesehatan dan performa. Pengguna dapat mencatat berbagai perilaku seperti pola makan, waktu tidur, aktivitas olahraga, hingga konsumsi kafein.

Dari catatan tersebut, WHOOP akan mencari hubungan antara kebiasaan dan kondisi tubuh, misalnya apakah tidur lebih awal meningkatkan recovery atau apakah kebiasaan tertentu memperburuk kualitas tidur. Insight ini membantu pengguna membangun rutinitas yang lebih sehat.

6. Memantau Kondisi Kesehatan secara Menyeluruh (Health)

Fungsi lain dari WHOOP adalah memantau berbagai indikator kesehatan penting, seperti detak jantung, respiratory rate, tingkat oksigen darah (SpO2), suhu kulit, hingga tekanan darah estimasi. Data ini dikumpulkan secara terus-menerus selama perangkat digunakan.

Dalam jangka panjang, WHOOP juga dapat memberikan gambaran tentang tren kesehatan pengguna. Dengan demikian, pengguna dapat mengambil keputusan yang lebih baik (misalnya konsultasi dengan dokter) untuk menjaga kesehatan dan performa jangka panjang.

Harga WHOOP Band

Ilustrasi Whoop Band

Ilustrasi Whoop Band. foto/istockphoto

WHOOP menggunakan model membership (langganan) sebagai cara utama untuk menggunakan perangkat dan layanan mereka. Jadi, harga jam WHOOP sangat bergantung pada paket langganan yang dipilih.

Saat mendaftar membership, pengguna tidak hanya mendapatkan akses ke aplikasi dan fitur analisis data kesehatan, tapi juga perangkat WHOOP, charger, dan strap sebagai bagian dari paket tersebut. Dalam penggunaannya pun tentu akan ada WHOOP login untuk masuk ke dalam akun.

Dilansir dari laman resminya, WHOOP menyediakan paket langganan tahunan yang terbagi dalam tiga kategori berikut:

1. WHOOP One

WHOOP One merupakan paket membership paling dasar yang ditawarkan WHOOP. Paket ini menggunakan perangkat WHOOP 4.0 dengan daya tahan baterai hingga sekitar 5 hari.

Paket ini cocok untuk pengguna yang ingin memantau kebugaran dan performa tubuh melalui metrik utama tanpa fitur kesehatan yang terlalu kompleks.

Fitur yang tersedia dalam paket ini antara lain Sleep, Strain, dan Recovery insights yang membantu pengguna memahami kualitas tidur, beban aktivitas harian, serta tingkat pemulihan tubuh.

Pengguna juga mendapatkan personalized coaching, analisis VO2 Max dan zona detak jantung, serta Women’s Hormonal Insights. WHOOP 4.0 Indonesia dengan paket One belum tersedia di Tanah Air dan hanya bisa dibeli melalui situs resminya langsung dengan harga $149 per tahun (sekitar Rp2,5 jutaan).

2. WHOOP Peak

WHOOP Peak adalah paket membership tingkat menengah yang menawarkan fitur kesehatan lebih lengkap dibandingkan paket One. Paket ini menggunakan perangkat terbaru WHOOP 5.0 dengan baterai hingga 14+ hari sehingga pengguna tidak perlu sering mengisi daya.

Selain seluruh fitur yang ada pada WHOOP One, paket ini menambahkan berbagai fitur analisis kesehatan yang lebih mendalam, misalnya Healthspan dan Pace of Aging.

Paket ini juga menyediakan Health Monitor dengan health alerts serta real-time Stress Monitor. WHOOP 5.0 harga paket Peak adalah $239 per tahun (sekitar Rp4 jutaan).

3. WHOOP Life

WHOOP Life merupakan paket membership paling premium dengan kemampuan pemantauan kesehatan yang lebih mendalam. Paket ini menggunakan perangkat WHOOP MG dengan baterai 14+ hari, yang dirancang untuk memberikan analisis kesehatan tingkat lanjut.

Selain semua fitur yang tersedia di WHOOP Peak, paket ini menambahkan fitur kesehatan kardiovaskular yang lebih canggih, seperti Daily Blood Pressure Insights (beta), Heart Screener dengan pembacaan ECG, serta on-demand AFib detection.

Harga WHOOP Band dengan paket Life adalah $359 per tahun (sekitar Rp6 jutaan).

Selain ketiga paket membership di atas, WHOOP juga menawarkan free trial 30 hari bagi pengguna baru sehingga siapa pun bisa mencoba seluruh fitur membership sebelum memutuskan untuk berlangganan.

Untuk WHOOP Indonesia memang belum tersedia, tapi jika berminat, bisa langsung mengecek situs resmi WHOOP.

Perbandingan Harga WHOOP Band dengan Perangkat Lain

Jika dibandingkan dengan fitness tracker atau smartband lain di pasaran, harga WHOOP Band memiliki pendekatan yang cukup berbeda. Perangkat ini tidak dijual sebagai produk sekali beli, melainkan melalui sistem membership tahunan.

WHOOP harga paket langganannya berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp6 jutaan per tahun. Harga ini membuat WHOOP berada di segmen yang cukup premium dibanding sejumlah fitness tracker populer di Indonesia.

Sebagai perbandingan, perangkat seperti Xiaomi Smart Band 10 yang dibanderol sekitar Rp500.000 - Rp650.000 dan Samsung Galaxy Fit 3 dengan harga Rp850.000 - Rp950.000 jauh lebih terjangkau karena cukup dibeli sekali tanpa biaya langganan.

Di kelas menengah, ada perangkat seperti HUAWEI Watch Fit 4 Pro yang dijual sekitar Rp1,6 juta hingga Rp2,8 juta. Harga ini masih lebih murah dibandingkan biaya membership WHOOP tahunan pada paket Peak dan Life.

Sementara itu, untuk perangkat kelas premium seperti Apple Watch Series 10 (sekitar Rp4,4 juta) dan Garmin Venu 4 (sekitar Rp9,6 juta), harga pembelian awal memang lebih mahal dibanding beberapa paket membership WHOOP.

Namun perangkat tersebut umumnya hanya dibeli sekali dan dapat digunakan selama beberapa tahun tanpa biaya berlangganan tambahan.

Kelebihan WHOOP Band Dibanding Fitness Tracker Lain

Ilustrasi gelang kesehatan

Ilustrasi Memakai Smartband. Getty Images/iStockphoto

Mengutip dari situs WHOOP, ada beberapa kelebihan WHOOP Band dibandingkan fitness tracker lain, mulai dari segi desain hingga daya tahan baterai, berikut penjelasannya:

1. Desain Minimalis

WHOOP Band dirancang tanpa layar sehingga pengguna tidak diganggu oleh ponsel atau gangguan visual lainnya. Hal ini membuat fokus utama perangkat tetap pada pemantauan kesehatan secara menyeluruh tanpa distraksi.

2. Pelacakan Metrik yang Lebih Akurat

WHOOP mengukur metrik-metrik yang secara ilmiah terbukti paling penting bagi kesehatan seperti detak jantung, HRV, kualitas tidur, hingga strain secara terus‑menerus, bahkan diklaim dengan akurasi sangat tinggi untuk metrik tersebut dibandingkan banyak wearable lain.

3. Baterai Tahan Lama

WHOOP Band memiliki daya baterai hingga lebih dari 14 hari dan dapat diisi ulang sambil dikenakan menggunakan wireless power pack. Ini membuat pemantauan tidak terputus, bahkan saat pengisian daya.

4. Personalisasi yang Unik

WHOOP tidak hanya mencatat data, tapi juga memungkinkan pengguna memilih dari puluhan perilaku dan kebiasaan yang ingin dipantau (misalnya meditasi, konsumsi kafein, dan sebagainya), serta menganalisis bagaimana kebiasaan tersebut memengaruhi kesehatan mereka.

5. Rekomendasi dan Coaching yang Dipersonalisasi

Selain sekadar menampilkan statistik, WHOOP memberikan rekomendasi harian yang disesuaikan dengan tujuan kesehatan pengguna, mulai dari target tidur hingga intensitas aktivitas, yang dapat membantu pengguna membuat keputusan lebih tepat untuk kesehatan.

Dari sini dapat diketahui bahwa WHOOP Band memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya jadi perangkat wearable yang andal. Sayangnya sampai saat ini belum ada WHOOP Store Indonesia sehingga pengguna di Tanah Air bisa membelinya melalui situs resmi WHOOP.

Itu dia informasi terkait harga WHOOP Band dan fitur-fiturnya. Dengan berbagai kelebihannya, perangkat ini dapat menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin memahami kondisi tubuh secara lebih mendalam sekaligus meningkatkan performa kebugaran mereka setiap hari.

Butuh perangkat lain untuk mendukung kebutuhan sehari-hari? Temukan rekomendasi produk pilihan hingga tips-tips bermanfaat melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Gadget

Baca juga artikel terkait SMARTBAND atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Byte
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani