tirto.id - Pengguna Apple Watch di Indonesia kini bisa menikmati fitur pemberitahuan hipertensi untuk mendukung hidup yang lebih sehat. Selain Apple Watch, terdapat beberapa rekomendasi smartwatch dengan fitur serupa yang bisa dijadikan alternatif.
Apple Watch kini menghadirkan fitur pemberitahuan hipertensi yang berfungsi memberi peringatan jika terdeteksi tanda-tanda tekanan darah tinggi kronis. Hipertensi sendiri merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke.
Mengingat hipertensi jarang menimbulkan gejala yang signifikan dan jarang terdeteksi melalui pemeriksaan tunggal, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami kondisi tersebut.
Fitur ini tentunya sangat berguna karena bisa menjadi pengingat tentang kesehatan tubuh, khususnya tanda-tanda awal hipertensi. Di sisi lain, saat ini ada beberapa merek smartwatch yang juga dilengkapi fitur cek tekanan darah meskipun memiliki konsep yang berbeda dengan fitur Apple Watch.
Fitur Smartwatch untuk Mengecek Hipertensi

Dilansir dari laman resmi Apple, cara kerja fitur pemberitahuan hipertensi ini memanfaatkan sensor optik pada Apple Watch. Sensor tersebut mengumpulkan data tentang detak jantung dan bagaimana pembuluh darah merespons setiap denyutan.
Data ini kemudian dianalisis selama sekitar 30 hari untuk meninjau pola yang muncul. Jika terdeteksi tanda-tanda yang konsisten mengarah pada hipertensi, Apple Watch akan mengirimkan pemberitahuan kepada pengguna.
Apple mengembangkan fitur ini berdasarkan validasi ilmiah yang ketat. Keandalan fitur ini juga sudah diuji melalui studi klinis yang melibatkan lebih dari 2.000 orang. Namun, Apple menegaskan bahwa fitur ini tidak dimaksudkan sebagai alat diagnosis, melainkan sebagai peringatan awal.
Smartwatch untuk hipertensi seperti Apple Watch bukanlah alat medis. Perangkat ini juga tidak dirancang untuk menggantikan peran dokter dalam mendiagnosis, menangani, atau memantau hipertensi.
Jika pengguna menerima pemberitahuan hipertensi, langkah lanjutan yang disarankan adalah mencatat tekanan darah selama tujuh hari menggunakan alat pengukur tekanan darah terpisah. Hasil pencatatan tersebut kemudian dapat dikonsultasikan dengan dokter.
Fitur Cek Tekanan Darah pada Smartwatch
Fitur pemberitahuan hipertensi pada Apple Watch menjadi inovasi yang bisa membuat penggunanya lebih sadar akan kondisi kesehatannya. Di pihak lain, ada beberapa smartwatch yang juga sudah dilengkapi dengan fitur pengecekan tekanan darah.Fitur cek tekanan darah ini memiliki konsep yang berbeda dengan fitur pemberitahuan hipertensi milik Apple Watch. Namun, fitur perkiraan tekanan darah ini tetap berguna bagi mereka yang peduli dengan kesehatan.
Fitur ini umumnya akan menampilkan angka tekanan darah sistolik dan diastolik. Namun, cara kerjanya sangat berbeda dengan alat cek tekanan darah tradisional yang menggunakan manset (pita atau gelang khusus yang dapat mengembang saat mengukur tekanan darah).
Dikutip dari kanal YouTube Dr. Cailbhe Doherty, fitur cek tensi pada smartwatch umumnya menggunakan teknologi photoplethysmography (PPG). Teknologi ini menggunakan cahaya untuk mengukur aliran darah dan memantau berbagai parameter fisiologis.
Teknologi PPG banyak digunakan dalam alat pelacak kebugaran, perangkat medis, dan juga smartwatch. Teknologi ini bisa memberikan informasi tentang detak jantung, irama jantung, saturasi oksigen darah, laju pernapasan, dan bahkan perkiraan tekanan darah.
Seberapa Akurat Tes Hipertensi Pakai Smartwatch?

Fitur kesehatan seperti cek tekanan darah pada smartwatch memang sangat berguna bagi penggunanya. Namun, apakah hasil cek tekanan darah ini akurat?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, fitur seperti ini biasanya menggunakan teknologi PPG. Sayangnya, hasil pembacaan tekanan darah melalui teknologi ini bisa dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari skin tone, ketebalan kulit, hingga gerakan tubuh.
Selain itu, ada beberapa penelitian yang juga membuktikan bahwa pengecekan tekanan darah melalui smartwatch tidak seakurat alat medis konvensional. Salah satunya tertuang dalam jurnal The Accuracy of Blood Pressure Measurement by a Smartwatch and a Portable Health Device.
Penelitian ini mengevaluasi akurasi pengukuran tekanan darah oleh perangkat tanpa manset (termasuk smartwatch), lalu dibandingkan dengan alat standar klinis bermanset. Hasilnya menunjukkan smartwatch tidak cukup akurat untuk mengukur tekanan darah secara klinis.
Smartwatch yang diuji memiliki tingkat kesalahan yang signifikan dengan perbedaan rata-rata yang cukup jauh melampaui batas toleransi klinis. Berdasarkan temuan ini, smartwatch dianggap belum cukup akurat dan presisi untuk memantau tekanan darah.
Merk Smartwatch yang Bisa untuk Tes Hipertensi

Pengukuran tekanan darah pada smartwatch memang tidak seakurat alat medis konvensional. Namun, fitur pada jam pintar ini bisa jadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan.
Pengecekan tekanan darah tidak bisa mengandalkan smartwatch saja sehingga wajib diikuti atau dilanjutkan dengan pengecekan dengan alat medis klinis yang memadai.
Jika tertarik menggunakan smartwatch dengan fitur ini, berikut beberapa rekomendasi smartwatch untuk tekanan darah:
1. Huawei Watch D2
Rekomendasi smartwatch pertama selain Apple Watch adalah Huawei Watch D2 yang memiliki fitur Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) 24 jam untuk pemantauan tekanan darah secara akurat melalui sistem HUAWEI TruSense.Selain fokus pada kesehatan tekanan darah, smartwatch ini juga menawarkan fitur Health Glance yang mampu memantau 9 indikator kesehatan sekaligus hanya dengan satu sentuhan, mulai detak jantung hingga saturasi oksigen (SpO2).
Kompatibel dengan sistem operasi iOS dan Android, Huawei Watch D2 bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp4.000.000 - Rp5.000.000.
2. Samsung Galaxy Watch8
Rekomendasi smartwatch berikutnya ada Samsung Galaxy Watch8 yang memungkinkan pengguna memantau tekanan darah sistolik dan diastolik secara praktis langsung dari pergelangan tangan menggunakan sensor BioActive dan aplikasi Samsung Health Monitor.Fitur ini bekerja dengan memanfaatkan analisis gelombang nadi melalui sensor optik PPG. Smartwatch ini turut dilengkapi fitur lain seperti deteksi ritme jantung, pelacakan kualitas tidur, hingga pemantauan tingkat stres. Galaxy Watch8 dibanderol dengan harga Rp4.000.000 - Rp4.500.000.
3. Aolon Pulse Smartwatch 2026
Smartwatch yang satu ini menghadirkan rangkaian fitur kesehatan canggih. Ditenagai chip ECG profesional setara perangkat medis, perangkat ini mampu merekam EKG singkat dan mendeteksi berbagai jenis aritmia.Fitur pemantauan tekanan darah (Blood Pressure Monitoring) dan glukosa darah berbasis algoritma prediktif juga disematkan untuk melihat pola perubahan kesehatan dari waktu ke waktu.
Seluruh data kesehatan ditampilkan secara jelas melalui layar AMOLED beresolusi tinggi, didukung desain tangguh yang tahan air dan debu. Smartwatch ini bisa dibeli dengan harga Rp800.000 - Rp950.000.
4. Timever TR1PRO
Smartwatch ini menggabungkan fitur kebugaran dan kesehatan untuk mendukung aktivitas harian. Perangkat ini dibekali GPS internal dengan dukungan multi-sistem satelit untuk pelacakan lokasi yang akurat, serta sensor kompas, altimeter, dan barometer untuk pemantauan kondisi lingkungan.Dari sisi kesehatan, TR1PRO mampu memantau tekanan darah, detak jantung, kualitas tidur, hingga kadar oksigen dalam darah secara real-time, lengkap dengan peringatan getar jika terdeteksi nilai yang tidak normal. Timever TR1PRO dibanderol dengan harga Rp600.000 - Rp700.000.
5. VIVAN Smart Watch VWY27
VIVAN Smart Watch VWY27 dibekali 100+ mode olahraga serta fitur kesehatan utama seperti pemantauan detak jantung 24 jam, tekanan darah, kadar oksigen dalam darah, kualitas tidur, tingkat stres, hingga pelacakan periode menstruasi.Selain itu, smartwatch ini mendukung panggilan Bluetooth, asisten suara, dan berbagai pengingat pintar untuk aktivitas harian. Dengan daya tahan baterai hingga 5-7 hari dan ketahanan air IP67, VIVAN VWY27 dijual dengan harga sekitar Rp400.000 - Rp500.000.
Itulah beberapa rekomendasi smartwatch dengan fitur pemantauan tekanan darah sebagai alternatif dari Apple Watch yang memiliki pemberitahuan hipertensi. Perlu diingat sekali lagi bahwa smartwatch bukanlah alat medis sehingga hasil pengukurannya tidak bisa dijadikan patokan tunggal.
Fitur kesehatan pada smartwatch hanya bisa dijadikan sebagai pengingat atau informasi awal. Oleh karena itu, jika menginginkan hasil yang lebih akurat, pengguna dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan alat medis yang memadai serta konsultasi dengan dokter.
Butuh informasi menarik lain terkait gadget? Temukan berbagai tips bermanfaat, info spesifikasi gawai, hingga rekomendasi produk gadget pilihan melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































