Angka Detak Jantung Normal Manusia Sesuai Usia

Oleh: Yonada Nancy - 27 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Angka detak jantung normal manusia berbeda-beda sesuai usia, skala ukur detak jantung adalah beats per minute (bpm).
tirto.id - Sebagai organ vital tubuh, jantung berfungsi memompa darah dan nutrisi yang kaya oksigen ke seluruh bagian tubuh. Selama melakukan kerjanya, otot-otot pada jantung akan berkontraksi dan berileksasi untuk mendorong darah bekerja pada pembuluh darah.

Gerakan-gerakan darah yang dipompa oleh jantung dapat dirasakan sebagai denyut nadi. Hal inilah yang bisa digunakan untuk mengukur berapa kali jantung seseorang berdetak dalam satu menit.

Skala ukur detak jantung adalah beats per minute (bpm). Dilansir dari Mayo Clinic, pada orang dewasa detak jantung istirahat normal adalah 60 hingga 100 bpm. Sementara bagi atlit, detak jantung istirahat normalnya bisa berada di bawah 40 bpm.

Setiap orang memiliki detak jantung normal yang berbeda-beda. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan mengurangi 220 dengan usia Anda. Misalnya seseorang yang berusia 25 tahun, maka detak jantung normalnya adalah 195 bpm.

Detak jantung biasa digunakan oleh dokter dan ahli kesehatan lainnya untuk mengukur kondisi tubuh khususnya yang berkaitan dengan kardiovaskular. Detak jantung di bawah atau di atas angka normal biasanya akan menjadi salah satu acuan untuk melakukan tindakan medis.


Detak jantung yang lebih rendah menandakan kerja jantung tidak begitu berat dan lebih efisien.

Namun, detak jantung yang terlampau rendah bisa jadi pertanda bahwa seseorang memiliki masalah pada sistem kardiovaskularnya.

Istilah untuk detak jantung yang terlalu rendah adalah bradycardia. Menurut Healthline kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor seperti penggunaan obat-obatan seperti obat untuk tekanan darah tinggi, ketidakseimbangan elektrolit, atau apnea.

Begitu pula dengan detak jantung yang terlalu tinggi atau yang disebut tachycardia. Untuk orang dewasa normal detak jantung cepat umumnya ditunjukkan dengan angka 100 bpm. Kondisi ini umumnya sementara dan berbeda-beda setiap orang tergantung pada usia dan kondisi kesehatan.

Beberapa faktor yang menyebabkan tachycardia antara lain aktivitas fisik yang intens atau berat, kecemasan, stress, kelelahan, konsumsi kafein atau alkohol berlebihan, ketidakseimbangan elektrolit, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Ada beberapa penyakit yang bisa memengaruhi tinggi rendahnya detak jantung, seperti anemia, hipertiroid, lupus, dan penyakit jantung bawaan.

Kondisi detak terlampau tinggi ataupun rendah dari angka normal bisa mengakibatkan gangguan kardiovaskular seperti penggumpalan darah, gagal jantung, hingga serangan jantung.

Kondisi tersebut semakin berbahaya apabila seseorang mengalami sesak napas, pingsan, pusing, dan merasa nyeri atau tidak nyaman di bagian dada.

Cara untuk mengetahui bagaimana menghitung detak jantung adalah dengan menekan denyut nadi di pergelangan tangan, tepatnya di bawah ibu jari dengan dua jari telunjuk atau tengah.

Tidak disarankan menggunakan ibu jari karena jari ini memiliki denyut yang cukup terasa dan akan membuat bingung ketika menghitung jumlah denyutan.

Sambil menekan lihatlah jam dan hitung selama 15 detik berapa denyut yang dihasilkan, lalu dikalikan empat. Cara serupa juga dapat dilakukan pada nadi di area leher, tepatnya di bawah rahang sisi kiri maupun kanan.


Baca juga artikel terkait DETAK JANTUNG atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight