Menuju konten utama

Garuda Indonesia Rombak Direksi dan Komisaris, Ini Daftarnya

RUPST Garuda Indonesia ubah jajaran direksi dan komisaris perseroan.

Garuda Indonesia Rombak Direksi dan Komisaris, Ini Daftarnya
Petugas memeriksa kondisi pesawat saat melakukan ramp check di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Selasa (19/12/2023). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.

tirto.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) resmi melakukan perombakan susunan pengurus perseroan, baik di jajaran direksi maupun komisaris. Keputusan ini ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (13/5/2026).

Direktur Utama GIAA, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa perubahan susunan manajemen ini merupakan bagian dari upaya memperkuat langkah transformasi perusahaan menuju fase pemulihan yang lebih kuat.

"Dengan susunan manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara," ujar Glenny dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (15/5/2026).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham sepakat mengangkat Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service. Frans sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Garuda Indonesia sejak Oktober 2025. Ia menggantikan Eksitarino Irianto yang diberhentikan dari posisi tersebut. Selain itu, perseroan juga mengangkat Sugito Anjasmoro sebagai komisaris baru.

Glenny menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini tertuju pada penguatan fundamental bisnis.

Hal ini dilakukan melalui peningkatan operational excellence, disiplin biaya (cost discipline), penguatan keandalan layanan (service reliability), optimalisasi jaringan penerbangan, hingga transformasi layanan dan digitalisasi operasional.

"Transformasi yang dijalankan saat ini merupakan proses rebuilding fundamentals yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan Garuda Indonesia Group dapat tumbuh dengan fondasi bisnis yang lebih sehat, agile, dan sustainable dalam jangka panjang," imbuhnya.

Dari sisi operasional, GIAA mencatat telah mengoperasikan 102 armada yang siap melayani penerbangan (serviceable) hingga akhir Kuartal I 2026. Pada periode tersebut, Garuda Indonesia berhasil mengangkut 2,47 juta penumpang, sedangkan Citilink mencatatkan 2,94 juta penumpang.

Berikut susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia berdasarkan keputusan RUPST:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo

Komisaris Independen: Mawardi Yahya

Komisaris: Chairal Tanjung

Komisaris: Sugito Anjasmoro

Direksi

Direktur Utama: Glenny Kairupan

Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara

Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan

Direktur Teknik: Mukhtaris

Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim

Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara

Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Baca juga artikel terkait LATESTSC atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana