Menuju konten utama

Danantara Tutup 167 BUMN, Pastikan Pegawai Tak Kena PHK

COO Danantara, Dony Oskaria, bilang langkah perampingan ini tidak akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

Danantara Tutup 167 BUMN, Pastikan Pegawai Tak Kena PHK
Pekerja membersihkan kaca gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Selasa (8/7/2025). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjalin kerja sama investasi dengan perusahaan asal Arab Saudi, ACWA Power senilai 10 miliar dolar AS atau setara Rp162 triliun yang berfokus pada proyek pembangkit energi terbarukan, turbin gas siklus gabungan, hidrogen hijau, dan desalinasi air. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi melikuidasi 167 perusahaan negara dalam setahun terakhir.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, bilang langkah perampingan ini tidak akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

"Yang total yang sudah dilikuidasi itu, percaya saya sampai dengan hari ini, sudah sekitar 167 perusahaan. Semua kita lakukan dengan proper," ujar Dony di Hotel Mulia, dikutip Rabu (29/4/2026).

Kepala Badan Pengawas BUMN itu, menekankan proses streamlining atau perampingan justru bertujuan untuk kesejahteraan karyawan.

"Jadi, tidak usah khawatir. Semuanya dilakukan dengan niat baik. Karyawan tidak akan di-PHK," ucapnya.

Ia menjelaskan efisiensi dilakukan pada sisi proses bisnis perusahaan, bukan pada tenaga kerja. Dengan pembenahan pada proses bisnis diharapkan justru akan mendatangkan kesejahteraan bagi karyawan.

"Kita di sisi bisnis prosesnya. Bukan di sisi karyawan. Ini akan menciptakan perusahaan-perusahaan yang sehat yang justru ke depannya bisa dinikmati oleh para karyawan," kata dia.

Langkah likuidasi terhadap 167 perusahaan itu merupakan bagian dari target besar pemerintah untuk memangkas jumlah BUMN dari 1.077 menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan. Seluruh proses perampingan ditargetkan rampung pada 2026, sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto.

Selain likuidasi, Danantara menjalankan tiga strategi lain: divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi. Likuidasi dilakukan bagi perusahaan yang beban utangnya jauh melebihi aset dan tidak memiliki daya saing. Divestasi menyasar perusahaan skala kecil di luar bisnis inti, seperti agen perjalanan milik BUMN energi.

Adapun konsolidasi dilakukan berdasarkan sektor industri, seperti logistik, rumah sakit, perhotelan, sekuritas, hingga asuransi.

"Asset management akan bersatu, kemudian hotel dan lain-lain sudah bersatu, kemudian pos dan logistik akan bersatu," tutup Dony.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama