tirto.id - Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, heran dengan penilaian negatif lembaga pemeringkat global yang terhadap sektor perbankan Indonesia. Menurutnya, fundamental bank-bank BUMN saat ini justru berada di posisi terbaik dengan indikator biaya dana (cost of fund) yang menurun dan kualitas kredit yang semakin sehat di tengah gejolak ekonomi global.
"Walaupun agak aneh ya, memang ada outlook negatif dalam perbankan kita. Menurut saya, sebagai praktisi di bidang perbankan, saya melihat justru performance daripada bank kita saat ini di posisi terbaik," ujar Dony di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Dony yang juga Kepala Badan Pengelola BUMN itu memaparkan sejumlah indikator perbaikan fundamental. Pertama, rata-rata cost of fund (biaya dana) berhasil dikelola dan cenderung menurun di hampir semua bank, baik Mandiri, BRI, BNI, hingga BTN.
"Semuanya cost of fund-nya turun karena itu menjadi fokus kita. Kedua, kualitas kreditnya membaik. Ketiga, portfolionya lebih terkelola karena kita rebalancing portfolio. Tidak ada lagi yang terkonsentrasi di satu bidang saja," jelasnya.
Ia mencontohkan BRI yang kini tidak hanya fokus di mikro dan super mikro, tetapi juga melakukan rebalancing portfolio ke segmen komersial. Sementara BTN melakukan rebalancing di aset dan funding, dan begitu pula Mandiri.
Parameternya jelas Menurut Dony, siapa pun bisa melihat parameter kinerja perbankan yang sangat jelas. Mulai dari kualitas kredit, dana pihak ketiga, hingga penurunan cost of fund yang signifikan jika dibandingkan secara year-on-year.
“Jadi bisa dibandingkan year-on-year-nya. Kemudian juga dari sisi portfolio, balancing portfolio juga sangat baik. Jadi buat saya, kita di Danantara khususnya akan terus melakukan perbaikan-perbaikan di semua perusahaan kita," ucapnya.
Adapun, lembaga pemeringkat Fitch Ratings sebelumnya merevisi outlook empat bank BUMN, Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, dari stabil menjadi negatif, meskipun tetap mempertahankan peringkat investment grade di level BBB. Langkah ini mengikuti revisi outlook peringkat utang pemerintah Indonesia yang juga diturunkan menjadi negatif pada Maret lalu.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































