Menuju konten utama

5 Contoh Khutbah Jumat tentang Haji dan Qurban

Ada banyak contoh khutbah Jumat tentang haji dan kurban yang menarik. Contoh khutbah disusun sesuai mengikuti masalah-masalah dalam ibadah haji dan umrah.

5 Contoh Khutbah Jumat tentang Haji dan Qurban
Ilustrasi khutbah di masjid. Ada banyak contoh khutbah Jumat tentang haji dan kurban yang menarik. Contoh khutbah dapat dipilih sesuai kebutuhan penceramah maupun jemaah. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Ada banyak contoh khutbah Jumat tentang haji dan kurban yang menarik. Contoh khutbah dapat dipilih maupun disesuaikan dengan kebutuhan penceramah.

Zulhijah merupakan bulan haram, salah satu waktu yang diistimewakan Allah Swt. Di bulan istimewa ini, umat Islam yang mampu diwajibkan menunaikan ibadah haji ke baitullah. Hal ini dijelaskan dalam Surah Ali Imran ayat 97 sebagai berikut:

"[Di antara] kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, [yaitu bagi] orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari [kewajiban haji], maka sesungguhnya Allah Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu pun] dari seluruh alam," (QS. Ali Imran [3]: 97). 

Kumpulan Contoh Judul Khutbah Jumat tentang Haji dan Kurban

Selain haji, umat Islam para 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah juga dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban bagi yang mampu.

Perintah haji dan anjuran kurban, menunjukkan Zulhijah sebagai bulan untuk meningkat amal kebaikan. Oleh sebab itu, penting bagi para penceramah memberikan peringatan ketakwaan melalui kedua amalan tersebut.

Berikut ini beberapa contoh judul menarik untuk khutbah Jumat di bulan Zulkaidah dan Zulhijah:

  1. Jenis-Jenis Haji yang Sebaiknya Diketahui Umat Islam
  2. Rukun Haji dan Dampaknya Ketika Ditinggalkan
  3. Apa Itu Wajib Haji? Bagaimana Hukum Jika Meninggalkannya
  4. Apakah Memiliki Banyak Uang Sudah Termasuk Orang yang Wajib Haji
  5. Keutamaan Air Zamzam dan Doa Meminumnya
  6. Apa itu Dam? Jenis Haji yang Wajib Membayarnya
  7. Pentingnya Paham Istitha'ah bagi Calon Jemaah Haji
  8. Hikmah Wukuf di Padang Arafah, Puncak dari Pelaksanaan Ibadah Haji
  9. Pesan Terakhir Rasulullah Saw. dalam Haji Wada
  10. Apakah Memaksakan Diri untuk Berangkat Haji Boleh dalam Islam?
  11. Hal-Hal yang Dilarang untuk Dilakukan Jemaah Haji
  12. Cerita Penuh Hikmah di Balik Rukun Haji Sai
  13. Pentingnya Memahami Syarat Hewan Kurban
  14. Hikmah dan Keutamaan Pelaksanaan Ibadah Kurban
  15. Cara Pembagian Hewan Kurban yang Benar.

Contoh Teks Khutbah Jumat tentang Haji dan Qurban

Banyak pembahasan tentang haji dan kurban yang dapat dijadikan materi khutbah Jumat. Berikut ini beberapa contoh isi khutbah Jumat tentang ibadah haji dan kurban:

1. Khutbah Jumat tentang Ibadah Haji dan Keutamaannya dalam Islam

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، وَهُوَ الَّذِيْ أَدَّبَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا ﷺ فَأَحْسَنَ تَأْدِيْبَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أما بعد
فيا أيها الحاضرون، أُوْصِيْنِي نَفْسِيْ وَ إِيَّاكُم بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْن. قال الله تعالى في كتابه الكريم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Ma’asyiral Muslimin Muslimat rahimakumullah......

Khotib tidak berhenti untuk mengimbau kepada diri sendiri maupun seluruh jamaah agar selalu meningkatkan iman dan takwa. Selain itu, tidak lupa untuk menjauhi segala larangan-Nya dan menjalankan perintah-Nya.

Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia....

Sebagaimana kita ketahui, ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima. Allah Swt., dalam Surah Ali Imran ayat 97, menguraikan kewajiban menunaikan ibadah haji seperti berikut ini:

"Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, [di antaranya] Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya [Baitullah], maka amanlah dia. [Di antara] kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, [yaitu bagi] orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari [kewajiban haji], maka sesungguhnya Allah Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu pun] dari seluruh alam," (QS. Ali-Imran [3]: 97).

Dari penjelasan di atas, kewajiban melaksanakan ibadah haji ditujukan untuk orang-orang yang memang mampu. Level kemampuan itu meliputi orang-orang yang sudah akil balig dan sanggup menempuh perjalanan ke sana, memiliki bekal cukup untuk dirinya sendiri maupun keluarga yang ditinggal pergi.

Orang yang dapat melaksanakan ibadah haji juga setidaknya memiliki kemampuan fisik memadai, serta akses angkutan untuk pergi ke Makkah. Selain itu, terdapat satu bekal lagi yang cukup penting dalam menunaikan ibadah haji.

Apa bekal itu, saudara-saudara?

Ya, bekal itu adalah ilmu dan takwa. Apa yang dimaksud ilmu berkaitan dengan pengetahuan tentang cara berhaji. Wawasan ini cukup penting dan utama karena menyangkut keabsahan serta diterima atau tidaknya ibadah haji.

Layaknya ibadah wajib lain dalam Islam, haji juga mempunyai rukun-rukun yang mesti dilakukan. Rukun ibadah haji mencakup ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sai, tahalul, serta tertib dan urut.

Menjadi kerugian jika rasa lapar, haus, letih, tenaga, waktu, dan harta yang kita keluarkan, justru tanpa membuahkan manfaat, hanya karena kita tak memiliki bekal dan pengetahuan cukup menunaikan ibadah haji. Padahal, haji adalah ibadah yang minimal dapat dilakukan seorang muslim sekali seumur hidup.

Jemaah Jumat yang saya sayangi dan hormati...

Ibadah Haji mempunyai banyak keutamaan. Keutamaan itu meliputi ampunan bagi orang yang melaksanakannya dan orang-orang yang menitipkan ampunan pada jemaah haji. 

Penghapusan dosa juga termasuk dalam keutamaan ibadah haji. Hal ini berlaku juga untuk jemaah haji yang tidak berbuat maksiat sebagaimana ditegaskan dalam hadis berikut:

"Dari sahabat Abu Hurairah ra, dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda, ‘Siapa saja yang berhaji, lalu tidak berkata keji dan tidak berbuat dosa, niscaya ia pulang (suci) seperti hari dilahirkan oleh ibunya (HR Bukhari, Muslim, An-Nasa'i, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)."

Allah Swt. diyakini juga akan menyambut hangat orang-orang yang pergi berhaji dan umrah. Sebab, Rasulullah Saw. sendiri mengatakan (dalam (H.R. Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban), bahwa mereka termasuk tamu Allah Swt. 

Apapun permohonan yang dikeluarkan, Allah Swt. bakal mengabulkannya. Bahkan jika permohonan itu merupakan ampunan kepada Allah Swt atas dosa-dosa yang telah diperbuat. 

Keutamaan lain dari beribadah haji adalah balasan surga, terutama bagi haji yang mabrur. Hal ini juga disinggung oleh Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra.:

“Pelaksanaan umrah yang disusul oleh umrah berikutnya adalah penghapus dosa yang dilakukan di antara keduanya. Dan, haji yang mabrur tidak ada balasannya selain surga.”

Demikianlah khotbah Jumat tentang ibadah Haji dan keutamaannya dalam Islam. Ada kurangnya itu pasti dari saya, sementara semua yang benar sudah pasti berasal dari Allah Swt. Semoga bisa memberi manfaat pada kita semua. Aamiin allahumma aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

2. Khutbah tentang Dua Dimensi Berbeda dalam Penyembelihan Hewan Kurban

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ،

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ،

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Jemaah Jumat rahimakumullah,

[Mengajak jemaah bersyukur dan berselawat]

Jemaah Jumat rahimakumullah,

[Mengajak jemaah bertakwa] 

[Menyampaikan judul khutbah]

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Kurban adalah ibadah yang mengandung nilai dengan dua dimensi berbeda. Dimensi pertama ibadah kurban adalah bentuk syukur kepada Allah Swt. atas segala bentuk nikmat yang telah diberikan. 

Nikmat-nikmat tersebut diimplementasikan dalam bentuk penyembelihan kurban dengan rasa ikhlas guna mendekatkan diri kepada Allah Swt. Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Kausar ayat 103 sebagai berikut:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ

Arab Latinnya:

Innā a‘ṭainākal-kauṡar(a). Faṣalli lirabbika wanḥar. Inna syāni'aka huwal-abtar(u).

Artinya:

"Sesungguhnya, Kami telah memberimu [Nabi Muhammad] nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus [dari rahmat Allah]," (QS. Al-Kausar [108]: 1-3).

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Dimensi kedua dari penyembelihan hewan kurban adalah berbagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw. bersabda sebagai berikut:

إِذَا ضَحَّى أَحَدُكُمْ فَلْيُطْعِمْ مِنْ دَمِهَا

Artinya:

"Jika salah seorang dari kalian berkurban, hendaknya ia makan sebagiannya dan bersedekah dengan sebagian yang lain," (HR. Bukhari dan Muslim).

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Demikian khutbah tentang dua dimensi berbeda dalam penyembelihan hewan kurban. Semoga kita termasuk golongan yang diberikan kesempatan untuk berkurban. Amiin amiin ya rabbal alamin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ َأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

3. Khutbah tentang Haji Singkat: Haji Mabrur

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ جَعَلَ الحَجَّ مَنَارَةَ التَوْحِيْدِ الكُبْرَى، وَمَعْلَمَةَ الإِيْمَانِ وَالتَرْبِيَةِ العُظْمَى، هَدَمَ بِهِ شَعَائِرَ الجَاهَلِيَّةَ وَالوَثَنِيَّةَ، وَأَقَامَ بِهِ المِلَّةَ الإِبْرَاهِيْمِيَّةَ الحَنِيْفِيَّةَ، لِتَهْتَدِيَ بِهَا جُمُوْعُ البَشَرِيَةِ

 أَحْمَدُهُ – سُبْحَانَه – وَأَشْكُرُ لَهُ، وَأُثْنِي عَلَيْهِ وَأُمْجِّدُهُ، أَتَمَّ عَلَى الحُجَّاجِ نِعْمَتَهُ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى أَدَاءِ نُسُكِهِمْ بِفَضْلِهِ وَمِنَّتِهِ

 وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ، وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ الطَيِّبِيْنَ، وَعَلَى الصَحَابَةِ الأَبْرَارِ المُعَظَّمِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ أوصيكم ونفسي بِتَقْوَى اللّه اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

 وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

Jemaah Jumat rahimakumullah,

[Mengajak jemaah bersyukur dan berselawat]

Jemaah Jumat rahimakumullah,

[Mengajak jemaah bertakwa] 

[Menyampaikan judul khutbah]

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Setelah menjalankan rukun Islam kelima di baitullah, harapan yang harus dimiliki jemaah adalah menjadi haji mabrur. Ada banyak pendapat tentang pengertian haji mabrur, salah satunya ialah haji yang diterima.

Mendapatkan haji mabrur, bukanlah perkara mudah karena balasannya surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim sebagai berikut:

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّة 

Artinya:

“Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur, kecuali surga,” (HR Bukhari dan Muslim).

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjadi haji mabrur. Hal ini seyogianya dapat diperhatikan secara seksama agar ibadah haji bukan sekadar acara piknik ke baitullah.

Pertama, biaya ibadah haji dengan uang yang halal. Haji yang dilakukan dengan biaya uang haram akan sia-sia.

Kedua, menjaga hati, perilaku, dan lisan dari dosa selama menjalankan ibadah haji. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw. pernah bersabda sebagai berikut:

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ 

Artinya: 

“Siapa yang berhaji ke Ka'bah, lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan, maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya,” (HR Bukhari).

Ketiga, menyempurnakan rukun, wajib, syarat, dan sunah haji. Dalam hal ini, penting bagi jemaah haji memiliki pengetahuan seputar tata cara pelaksanaan haji dengan benar.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Demikian khotbah yang dapat disampaikan, semoga Allah Swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk berkunjung ke baitullah guna menunaikan ibadah haji.

بَارَكَ اللَّهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَاِيَّاكُمْ تِلاَ وَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ.

4. Khutbah Jumat tentang Amalan Setara Ibadah Haji

اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَللَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Jemaah Jumat rahimakumullah,

[Mengajak jemaah bersyukur dan berselawat]

Jemaah Jumat rahimakumullah,

[Mengajak jemaah bertakwa] 

[Menyampaikan judul khutbah]

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Sebagaimana telah diketahui banyak orang, haji adalah ibadah yang memerlukan biaya tak sedikit. Oleh sebab itu, orang yang tidak dalam kondisi mampu, dilarang memaksakan diri untuk menjalankan ibadah haji.

Di sisi lain, ada beberapa ibadah yang memiliki pahala setara haji. Ini dapat menjadi pengobat hati, para umat Islam yang belum berkemampuan untuk menunaikan ibadah haji.

Contoh pertama dari ibadah dengan pahala setara haji adalah salat Jumat. Hal ini diterangkan dalam sebuah hadis sebagai berikut:

اَلْجُمعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ. وَفِي رِوَايَةٍ: اَلْجُمْعَةُ حَجُّ الْمَسَاكِيْنِ

Artinya:

“Shalat Jumat adalah haji bagi orang-orang fakir. Dalam riwayat yang lain: Salat Jumat adalah haji bagi orang miskin,” (HR. Ibnu Abbas).

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Ibadah kedua yang pahalanya setara haji adalah istikamah dalam mengikuti salat lima waktu berjemaah. Rasulullah Saw. dalam sebuah hadis bersabda sebagai berikut:

مَنْ مَشَى إِلىَ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ فِي الْجَمَاعَةِ فَهِيَ كَحَجَّةٍ وَمَنْ مَشَى إِلَى صَلاَةِ تَطَوُّعٍ فَهِيَ كَعُمْرَةٍ تَامَةٍ

Artinya:

“Siapa saja yang berjalan menuju shalat wajib berjamaah, maka ia seperti berhaji. Dan siapa saja yang berjalan menuju shalat sunah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah,” (HR At-Thabrani).

Contoh ibadah lain yang dapat dilakukan untuk memperoleh pahala setara haji adalah pergi menuju masjid guna belajar agama atau beribadah. Hal ini dijelaskan Rasulullah Saw. dalam sebuah hadis sebagai berikut:

مَنْ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لَا يُرِيْدُ إِلاَّ أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْراً أَوْ يُعَلِّمَهُ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍ تَاماً حَجَّتُهُ

Artinya:

“Siapa saja yang berangkat ke masjid, yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya,” (HR at-Thabrani).

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Demikian khotbah yang dapat disampaikan, semoga Allah Swt. rida atas segala yang kita kerjakan. Amiin amiin ya rabbal ‘alamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

5. Khutbah Jumat tentang Haji PDF

Khutbah Jumat tentang haji dalam bentuk file PDF dapat diunduh DI SINI.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Ahmad Yasin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ahmad Yasin
Penulis: Ahmad Yasin
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Syamsul Dwi Maarif