tirto.id - Mengetahui cara berdoa di Multazam adalah hal penting yang perlu dipahami oleh jamaah haji maupun umroh.
Multazam adalah tempat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah yang dikenal sebagai salah satu lokasi paling mustajab untuk memanjatkan doa.
Banyak ulama dan jamaah haji maupun umroh yang telah menyaksikan sendiri keistimewaan tempat ini saat beribadah.
Nah, bagi Anda yang sedang atau akan menjalani ibadah haji atau umroh, penting untuk mengetahui dimana letak Multazam dan posisi Multazam di Ka'bah bagian mana agar tidak salah dalam berdoa.

Dimanakah Lokasi Multazam?
Multazam adalah aslah satu bagian dari Ka'bah yang memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Dilansir dari laman Kemenag, Multazam adalah area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah.
Kata Multazam sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu "il-tazama" yang berarti berpegang teguh atau berpegang erat.
Para jamaah haji maupun umroh biasanya menempelkan dada, wajah, dan tangan sembari bermunajat kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa orang yang menempelkan tubuhnya di Multazam sambil berdoa, maka Allah SWT akan langsung mengabulkan doa tersebut.
مَا بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْبَابِ يُقَالُ لَهُ: الْمُلْتَزَمُ لاَ يَلْتَزِمُهُ أَحَدٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
Mā baina ar-rukni wal-bābi yuqālu lahu: al-Multazam, lā yaltazimuhu aḥadun yas’alu Allāha syai’an illā a‘ṭāhu iyyāh.
Artinya: “Tempat antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah disebut Multazam. Tidak ada seorang pun yang menempelkan tubuhnya di sana dan berdoa, kecuali Allah akan mengabulkannya.” (HR. Al-Baihaqi)
Lantas, dimanakah letak Multazam?
Multazam terletak sekitar 2 meter di sisi timur Ka'bah, tepat di antara sudut Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Posisi Multazam di Ka'bah ini sangat strategis, membuatnya selalu dipenuhi jamaah, terutama saat puncak ibadah haji dan umroh. Banyak jamaah yang rela antre dan berdesakan agar bisa menyentuh dinding Ka'bah di titik ini.
Keutamaan Berdoa di Multazam
Setelah mengetahui posisi Multazam di Ka'bah, jamaah haji maupun umroh juga perlu untuk mengetahui keutamaan berdoa di Multazam.
Berdoa di Multazam merupakan salah satu ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, cara berdoa di Multazam dipercaya sangat mustajab karena tempat ini disebut secara khusus oleh para ulama sebagai maqam atau titik doa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Dalam berbagai riwayat juga disebutkan bahwa ketika orang berdoa di Multazam, maka doa itu akan langsung dikabulkan oleh Allah SWT.
وَمَا دَعَا أَحَدٌ عِنْدَ الْمُلْتَزَمِ بِشَيْءٍ إِلَّا اسْتُجِيبَ لَهُ
Wa mā da‘ā aḥadun ‘inda al-Multazam bi syai’in illā istujība lahu.
Artinya: "Tidaklah seseorang berdoa di Multazam akan sesuatu, kecuali akan dikabulkan."
Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini merupakan lima keutamaan berdoa di Multazam:
1. Doa Cepat Dikabulkan
Multazam disebut sebagai tempat di mana Allah SWT langsung mendengarkan dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Banyak testimoni jamaah yang mengaku doanya terkabul tak lama setelah berdoa di sini.2. Mendekatkan Diri Kepada Allah
Posisi Multazam di Ka'bah membuat seorang hamba merasa sangat dekat dengan Allah. Hal ini menumbuhkan kekhusyukan luar biasa dalam berdoa.3. Menjadi Penghapus Dosa
Berdoa dengan penuh penyesalan dan tangisan di Multazam diyakini sebagai salah satu sarana penghapus dosa. Para jamaah kerap memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang dilakukan.4. Waktu Terbaik untuk Bermunajat
Ketika seseorang dapat menyentuh Multazam, momen tersebut menjadi waktu paling sakral dalam perjalanan haji atau umroh. Hal ini tentu tidak semua jamaah mengalaminya, sehingga menyentuh dan berdoa di Multazam menjadi momen spesial.5. Menjadi Saksi Permohonan di Akhirat
Doa yang dipanjatkan di Multazam, akan menjadi saksi di hari kiamat bahwa hamba tersebut pernah meminta dengan penuh pengharapan.Semua keutamaan ini memperkuat pentingnya memahami cara berdoa di Multazam, agar tidak melewatkan kesempatan langka dalam hidup saat menunaikan ibadah haji atau umroh.

Tata Cara Berdoa di Multazam
Berada di Multazam merupakan momen istimewa bagi para jamaah haji dan umrah. Cara berdoa di Multazam menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan, karena Multazam adalah tempat yang diyakini mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah.
Posisi Multazam di Ka'bah menjadikannya lokasi strategis dan penuh keberkahan bagi siapa saja yang ingin memohon kepada Allah dengan penuh kekhusyukan.
Mengutip dari Panduan Beribadah Khusus Pria karya Syaikh Hasan Muhammad Ayyub, berikut ini tata cara berdoa di Multazam yang dapat dijadikan panduan saat melakukan ibadah haji dan umroh:
1. Menuju Multazam
Niat yang sungguh-sungguh saat menuju lokasi Multazam yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa di Multazam adalah sebelum melaksanakan tawaf wada' (tawaf perpisahan), meskipun di waktu lain juga tetap diperbolehkan.2. Tempelkan Tubuh ke Dinding Ka'bah
Cara berdoa di Multazam dimulai dengan menempelkan bagian dada, perut, dan pipi kanan langsung ke dinding Multazam, sebagai bentuk kerendahan diri dan pengharapan penuh kepada Allah.3. Bentangkan Kedua Tangan di Tembok Ka'bah
Letakkan kedua telapak tangan di dinding Ka'bah dengan posisi:- Tangan kanan mengarah ke pintu Ka'bah
- Tangan kiri mengarah ke Hajar Aswad
4. Hadapkan Wajah dan Badan dengan Penuh Khusyuk
Selain tangan dan dada, posisi wajah juga dianjurkan menempel pada tembok Multazam. Ini menggambarkan totalitas doa dan permohonan seorang hamba.5. Bacalah Doa yang Diajarkan Ulama
Salah satu doa yang masyhur untuk dibaca di Multazam berasal dari kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi. Berikut ini bacaan doa saat berada di Multazam:اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَكَ وَيُكَافِي مَزِيدَكَ أَحْمَدُكَ بِجَمِيعِ مَحَامِدِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ عَلَى جَمِيعِ نِعَمِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَعَلَى كُلِّ حَالٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ أَعِذْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ وأَعِذْنِي مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَقَنَعْنِي بِمَا رَزَقْتَنِي وَبَارِكْ لِي فِيهِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَكْرَمِ وَفْدِكَ عَلَيْكَ وَأَلْزِمْنِي سَبِيْلَ الْاسْتِقَامَةِ حَتَّى أَلْقَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
Allahumma lakal hamdu hamday yuwaafi ni'amika wa yukaafiu maziidak, ahmaduka bi jamii-i mahaamidika maa 'alimtu minhaa wa maa lam a'lam 'alaa jamii-i ni'amika maa 'alimtu minhaa wa maa lam a'lam wa 'alaa kulli haal, allaahumma shalli wa sallim 'alaa muhammadin wa'alaa aali muhammad, allaahumma a'idznii minasy syaithaanir rajiim, wa 'aid- znii min kulli suu', wa qanni'nii bi maa razaqtanii wa baarik lii fiih. Allaa- hummaj 'alnii min akrami wafdika 'alaika, wa alzimnii sabiilal istiqaamati hattaa alqaaka yaa rabbal 'aalamiin.
Artinya: "Ya Allah, Segala puji bagi-Mu, dengan pujian yang menyampaikan pada kenikmatan-Mu dan menepati tambahan kenikmatan itu. Aku memuji-Mu dengan semua pujian baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui atas seluruh kenikmatan-Mu baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui, atas segala keadaan. Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW dan keluarga Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, lindungilah aku dari setan-setan yang terkutuk, dan lindungilah aku dari segala keburukan dan jadikanlah aku qanaah menerima apa yang Engkau berikan dan berkahilah di dalamnya untukku. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mulia yang Engkau utus, dan tetapkanlah istikamah sampai aku bertemu kepada-Mu, wahai Tuhan pemilik seluruh alam."
6. Sampaikan Permintaan Pribadi dengan Sungguh-Sungguh
Setelah membaca doa yang disunnahkan, Anda bebas menyampaikan segala hajat dan permintaan. Tempat ini terbuka untuk segala bentuk doa, selama isinya baik dan tidak melanggar syariat.Dengan memahami dan mengamalkan cara berdoa di Multazam, diharapkan setiap jamaah dapat merasakan kekhusyukan dan keistimewaan berdoa di tempat yang sangat dimuliakan ini.
Ingatlah bahwa Multazam adalah tempat penuh keutamaan, dan mengetahui letak Multazam serta posisi Multazam di Ka'bah akan sangat membantu dalam pelaksanaan doa yang maksimal.
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id






































